Tim Terpadu Riset Mandiri Sementara Menghentikan Rencana Eskavasi Gunung Padang

Tim Terpadu Riset Mandiri Sementara Menghentikan Rencana Eskavasi Gunung Padang

Tim Terpadu Riset Mandiri yang diinisasi kantor Staf Khusus Presiden bidang Bencana Alam dan Bantuan Sosial, Andi Arief, memutuskan untuk menghentikan eskavasi di situs megalitikum Gunung Padang, di Desa Campaka, Cianjur, Jawa Barat. Sebelumnya, 34 Arkeolog dan Geolog melancarkan petisi terhadap Presiden Susilo Bambang Yudhoyono atas rencana  ekskavasi massal situs megalitikum terbesar di Asia Tenggara itu.

“Sesuai keinginan dalam petisi 34 Arkeolog dan Geolog itu, maka untuk sementara waktu tim menghentikan rencana eskavasi,” kata Andi Arief dalam keterangannya, Senin (29/4).

Loading...

Andi mengatakan meski survei yang dilakukan telah memenuhi kaidah hukum dan ilmu pengetahuan, namun periset yang tergabung dalam Tim Terpadu Riset Mandiri memutuskan lebih penting membangung persatuan baik dengan ke 34 Arkeolog dan Geolog yang melancarkan petisi, maupun dengan para ahli yang di luar itu. Pihaknya tidak ingin riset yang selama ini dijalankan secara sungguh-sungguh justru menimbulkan posisi yang menghadap-hadapkan antara para geologi dan arkeologi maupun para ahli antar lintas disiplin ilmu.

MENARIK:  Ada Tiga Teknik Konstruksi Bangunan di Gunung Padang

“Bagi kami riset adalah hal yang mulia, namun persatuan juga tak kalah pentingnya. Ini sebagai bentuk penghormatan kami pada ilmu pengetahuan dan sekaligus menunjukkan bahwa tidak ada keinginan sedikitpun untuk menguasai riset di Gunung Padang,” tegas Andi, yang menyebut keputusan tersebut diambil setelah melalui berbagai pertimbangan dan diskusi yang mendalam.

Meski begitu Andi berharap, lembaga resmi seperti Pusat Penelitian Arkeologi Nasionaal (Puslit Arkenas) dan para peneliti yang tergabung dalam 34 pengusung petisi segera melakukan riset di Gunung Padang seperti yang mereka minta. Andi menyarankan riset yang dilakukan berkonsentrasi di bawah permukaan situs Gunung Padang seperti yang sudah dilakukan Tim Riset Terpadu Mandiri dan berhasil membuktikan bahwa ada bangunan mahakarya buatan manusia di lokasi tersebut.

MENARIK:  Ramalan Jayabaya Tentang Jatuh - Bangunnya Nusantara

“Kami berharap 34 ahli dan Arkenas juga melakukan hal yang sama agar memperkaya apa yang sudah didapat tim terpadu,” tekannya.

Diingatkan dia, sejak tahun 1979 sampai 2012, para arkeolog sudah beberapa kali melakukan riset di Gunung Padang. Namun, belum ada riset yang dilakukan atas bawah permukaannya. Dan bila hal ini dilakukan, yakin Andi, maka dalam waktu sebulan akan ditemukan cukup bukti untuk membuat kesimpulan yang sama bahwa ada bangunan di bawah situs Gunung Padang seperti hasil riset yang informasinya selalu dikemukakan kepada publik oleh Tim Terpadu Riset Mandiri selama ini.

“Kami percaya munculnya petisi didasarkan niat baik untuk mulai melakukan riset di bawah permukaan situs. Kami siap membantu jika diperlukan,” pungkas Andi.

KOMENTAR untuk “Tim Terpadu Riset Mandiri Sementara Menghentikan Rencana Eskavasi Gunung Padang

  1. Bukankah yang melakukan eskavasi pertama adalah arkeolog juga. Seharusnya sesama arkeolog saling membantu untuk melakukan eskavasi. Kan tujuannya untuk kemajuan bangsa. Kalau arkeolog pertama sudah melakukan eskavasi kemudian ada arkeolog lainnya yang melakukan petisi, jelas terlihat yang melakukan petisi ada unsur2 “mengapa bukan saya saja yg melakukan eskavasi”. Toh kalau setiap kegiatan eskavasi pasti melibatkan semua pihak selain arkeolog. Lebih baik bersatu sajalah demi kebaikan bangsa.

    View Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *