Buku “Plato Tidak Bohong, Atlantis Ada di Indonesia” Akan Segera Diluncurkan

Buku “Plato Tidak Bohong, Atlantis Ada di Indonesia” Akan Segera DiluncurkanTanggal 20/5, waktu yang dinanti-nantikan itu akan segera tiba. Dari Gedung Krida Bhakti kompleks Sekretariat Negara, Jalan Veteran, Jakarta Pusat, akan diluncurkan sebuah buku berjudul “Plato Tidak Bohong, Atlantis Ada di Indonesia”. Kalau tak ada aral melintang, peluncuran dimulai tepat pada pukul 14.00 WIB ini.

Buku tersebut ditulis DR. Danny Hilman, seorang pakar gempa dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI). Dialah salah seorang geolog dan pakar gempa yang kerap memberikan masukan kepada kantor Staf Khusus Presiden bidang Bantuan Sosial dan Bencana (SKP BSB) Andi Arief.

Plato adalah filosof dan ilmuwan besar yang hidup pada masa 424 sampai 347 Sebelum Masehi. Danny Hilman dalam buku ini ingin menegaskan bahwa Atlantis tidak hanya ada dalam imajinasi murid Socrates tersebut, sebagai negeri ideal yang diuraikan dalam buku Republiknya. Bagaimana mungkin seorang Plato bisa berbohong tanpa alasan yang kuat?

Loading...

Ciri-ciri alam daratan Atlantis yang dikatakan Plato menunjukkan ciri-ciri alam tropis yang sangat subur dan mempunyai kekayaan sumber daya alam luar biasa, termasuk keragaman flora-fauna, pertanian, hasil hutan, dan pertambangan logam. Daratan tersebut bukan pulau terpisah tapi anjungan besar dari sebuah benua, di mana di tengahnya terdapat dataran rendah yang luas dan landai dikelilingi oleh jalur pegunungan dengan gunung-gunung api aktif.

MENARIK:  Tujuh Keajaiban Dunia Terbaru

Presiden SBY: Penelitian Gunung Padang Tugas Sejarah yang Harus Dituntaskan

Pertemuan Presiden SBY dengan tim peneliti situs megalitikum Gunung Padang yang terletak di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat (Sabtu siang, 17/5) dapat dijadikan acuan final mengenai kelanjutan penelitian itu.

SBY di akhir pertemuan mengatakan bahwa penelitian Gunung Padang adalah tugas sejarah yang harus dituntaskan. Karenanya status legal tim peneliti yang selama ini dikordinir Kantor Staf Khusus Presiden bidang Bantuan Sosial dan Bencana (SKP BSB) harus dipastikan dalam sebuah keputusan presiden.

Pertemuan di lantai dua Kantor Presiden dihadiri geolog DR. Danny Hilman Natawidjaja (LIPI), geolog DR. Andang Bachtiar (IAGI/ITB), arkeolog DR. Ali Akbar (UI), DR. Wahyu Triyoso, DR. Irwan Meilono (GREAT ITB), ahli konstruksi sipil DR. Boediarto, arsitek Ir. Pon Purajatnika, geolog Ir. Wisnu Artika, serta DR. Gegar Prasetya dan Dekan Fakultas Ilmu Budaya UI Prof. Bambang Wibawarta. SKP BSB Andi Arief juga hadir mendampingi para peneliti.

MENARIK:  Gunung Raksasa di Dalam Laut Sumatra

Presiden SBY Penelitian Gunung Padang Tugas Sejarah yang Harus Dituntaskan

Sementara SBY didampingi Menteri Sekretaris Negara Sudi Silalahi, Sekretaris Kabinet Dipo Alam, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Mari Elka Pangestu, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jero Wacik, Menteri Pendidikan Kebudayaan Muhammad Nuh, dan Wakil Menteri Pekerjaan Umum A. Hermanto Dardak.

“Ini adalah tugas sejarah. Mari kita tuntaskan apa yang kita lakukan ini sampai dapat diketahui peninggalan sejarah yang sesungguhnya untuk kepentingan kemanusiaan,” ujar SBY setelah mendengarkan penjelasan panjang dan mendalam dari DR. Danny Hilman Natawidjaja cs.

SBY menegaskan dirinya setuju pada rekomendasi tim peneliti. Namun ia mengingatkan agar penelitian dilakukan dengan hati-hati.

“Harus bisa dipastikan bahwa pekerjaan ini tidak boleh terganggu. Pengamanan dalam arti mencegah terganggunya tim ini menjadi tugas dari kita semua. Nanti akan dikordinasikan dengan pemerintah daerah dan aparat keamanan,” sambung SBY.

Selain itu, masyarakat lokal juga harus diberikan penjelasan mengenai penelitian ini.

“Insya Allah kalau terbukti seperti apa yang diperkirakan akan membawa manfaat bagi masyarakat lokal dan juga bagi negara,” masih kata SBY.

MENARIK:  Ternyata Ada Struktur Menarik di Situs Megalitikum Gunung Padang

Ia berharap tahap awal penelitian sampai eskavasi dapat dilakukan sesegera mungkin. Alangkah lebih bagus, sambungnya, apabila pemerintahan berikutnya melanjutkan pekerjaan ini. SBY khawatir bila penelitian ini tidak disegerakan maka momentum yang ada akan hilang begitu saja.

“Saya tulis nota kecil pada Mensesneg dan Sekab penelitian untuk membuka lapisan di atas struktur yang kita perkirakan harus ada kerja maasif dan intensif. Pikiran saya satuan TNI dapat ditugaskan dengan alat beratnya,” ujar SBY lagi.

Di atas segalanya, SBY merasa harus terlibat dengan tim yang begitu bersemangat melakukan penelitian ini dengan segala keterbatasan yang mereka miliki.

“Saya punya keyakinan tidak terlalu sulit sebetulnya, hanya membuka satu, dua, atau tiga meter lapisan tanah. Saya ingin betul agar pekerjaan rampung, the sooner the better,” demikian SBY.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *