Jejak Sebuah Sungai Purba di Utara Laut Jawa


Jejak sebuah sungai purba di utara Laut Jawa

Jejak sebuah sungai purba di utara Laut Jawa baru-baru ini ditemukan. Jejak sungai ini menjadi salah satu petunjuk kuat mengenai eksistensi dataran Sunda Land yang selama ini menjadi perdebatan di kalangan ahli dan awam.

Adalah Dr. Danny Hilman yang dalam rapat kordinasi di Sekretariat Negara di Jalan Veteran III, Jakarta Pusat, yang mempresentasikan pertemuan itu. Dr. Danny adalah salah seorang peneliti utama Tim Bencana Katastropik Purba.

Gambar jejak sungai purba itu sendiri ditemukan oleh Dr. Wahyu Triyoso, juga peneliti dalam tim yang dibentuk Kantor Staf Khusus Presiden bidang Bantuan Sosial dan Bencana (SKP BSB). Dr. Wahyu Triyoso merupakan salah seorang pengajar di Jurusan Geofisika Institut Teknologi Bandung (ITB). Ia juga salah seorang pengajar inti “sekolah gempa” atau GREAT program pendidikan master ITB yang baru dibentuk beberapa tahun lalu.

MENARIK:  Bathara Kala

Dari gambar yang diperoleh Dr. Wahyu disebutkan bahwa jejak yang ditemukan itu berasal dari masa yang dimaksud oleh penulis buku “Eden of the East”, Stephen Oppenheimer, maupun penulis “Atlantis, The Lost Continent Finaly Found” Arysio Santos.

“Artinya, yang hipotesakan adalah nyata,” ujar Dr. Wahyu.

Sungai purba itu diperkirakan ada saat ketinggian air laut di bawah 132 meter dari ketinggian permukaan laut saat ini. Dalam 20 ribu tahun terakhir baik Oppenheimer maupun Santos menyimbulkan bahwa pernah terjadi ada beberapa banjir besar yang mendadak dan mengakibatkan air laut naik drastis. Banjir besar itu mengubur peradaban dan mendorong migrasi genetikal.

Wahyu mengatakan bahwa target dan fokus utama dari penelitian yang dilakukan adalah pemetaan dan penghitungan paleo hazard atau hazard purba. Untuk penelitian lebih lanjut, ilmuwan kebumian harus bersinergi dengan arkeolog dan sosiolog.

MENARIK:  Manfaat Batu Biduri Bulan

Dia mengatakan bahwa di balik bencana ada dua hal yang penting untuk dipahami, yakni bencana dan efek yang ditimbulkan bencana. Untuk saat ini sumber bencana dan efek bencana dapat diestimasi. Namun untuk masa-masa yang silam, dibutuhkan pendekatan dari ilmu lain.

“Sebagai gambaran, runtuhnya budaya yang tiba-tiba atau hilang dari sejarah bisa dilokalisir oleh arkeolog dan sosiolog. Dan itu bisa menjadi gambaran dari efek bencana. Dengan prinsip reverse extrapolation kita bisa menemukan jejak sumbernya,” demikian Dr. Wahyu.

 

TOPIK POPULER BULAN INI

prabu angling darma dan prabu siliwangi, 20 maha karya lukisan leonardo da vinci, kesaktian prabu siliwangi vs gajah mada, prabu siliwangi dan nyi roro kidul, apakah putri duyung itu ada menurut islam, lukisan raden kian santang asli, kesaktian sunan kalijaga vs prabu siliwangi, wajah kian santang asli, asal usul pulau jawa menurut islam, makam prabu siliwangi, syekh subakir dan nyi roro kidul, khasiat batu bacan palamea, silsilah prabu siliwangi sampai nabi adam, tanah jawa dalam al quran, cara menjadi putri duyung dan mempunyai kekuatan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *