Mendikbud RI Kunjungi Situs Megalitikum Gunung Padang

Mendikbud RI Kunjungi Situs Megalitikum Gunung Padang

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, M Nuh, menyambangi situs megalitikum Gunung Padang, Desa Karyamukti, Kecamatan Cempaka, Kabupaten Cianjur, Kamis (6/6/2013).

Orang yang sempat mendatangi kantor Komisi Pemberantans Korupsi (KPK) seminggu yang lalu ini sempat menyampaikan kekagumannya terhadap alam yang ada di sekitarnya Gunung Padang. Ketika menaiki anak tangga menuju puncak, ia pun sempat berhenti untuk melihat pemandangan sekitar.

Loading...

“Sambil melihat pemandangan sekitar sebaiknya semua harus tarik napas dulu,” kata Nuh sambil tertawa ketika menaikki ratusan anak tangga menuju puncak Gunung Padang. Setidaknya sebanyak delapan kali Nuh berhenti di anak tangga hingga pada akhirnya sampai ke teras satu Gunung Padang.

Kedatangan M Nuh ke gunung padang memang untuk pertama kalinya sejak menjabat menjadi Mendikbud RI. Ia sengaja datang untuk melihat kondisi dan situasi gunung padang yang sebenarnya setelah melakukan pertemuan dengan lintas kementerian dan Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di Jakarta beberapa waktu lalu.

“Akhirnya saya bisa berkunjung ke situs ini setelah selama ini hanya mendengar dan melihat presentasi yang dilakukan tim peneliti beberapa waktu lalu. Kedatangan saya ke sini tentunya untuk memastikan apa yang disajikan dalam presentasi sama atau tidak,” kata Nuh sembari tertawa lagi.

MENARIK:  Selama 500 Tahun, Kota Petra Sempat Hilang Dari Peradaban Manusia

Dikatakan Nuh, sebagai leading sector persoalan Gunung Padang, pihaknya akan melakukan beberapa langkah untuk melestarikan Gunung Padang. Diakuinya, langkah-langkah tersebut merupakan tindaklanjut dari perintah SBY sekaligus untuk menyelesaikan penelitian yang sempat terhenti lantaran munculnya pro dam kontra tentang eskavasi secara besar-besaran.

“Kami akan melakukan dan mempersiapkan beberapa tahapan, yakni melakukan penyelamatan situs, menyiapkan sumber daya manusia dan anggaran yang diperlukan untuk membantu serta mendukung secara penuh tim Terpadu Penelitian Mandiri Situs Gunung Padang,” kata Nuh menjawab pertanyaan Tribun.

Nuh pun berharap, hasil dari pengungkapan misteri Gunung Padang yang akan dikupas secara ilmiah nanti bisa memberikan pengetahuan kepada masyarakat Indonesia. Menurutnya, tiga hal yang bermanfaat yang didapat situs tersebut setelah dilakukan penelitian lebih lanjut.

“Semua masyarakat Indonesia bisa tahu peradaban bangsanya, sebagai pembelajaran nanti untuk para pelajar, dan yang terpenting meningkatkan kesejahteraan. Sebab situs ini sangat menajubkan dan sangat luar biasa,” kata Nuh.

Lebih lanjut, kata Nuh, pihaknya pun akan melibatkan berbagai intansi. Badan Pertanahan Nasional, misalnya, untuk mengurus persoalan pembebasan tanah. Selain itu, lanjut Nuh, pihak Kementerian Pekerjaan Umum juga harus terlibat terkait dengan infrastruktur. Belum lagi pihak Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Indonesia terkait dengan kepariwisataan.

MENARIK:  Nusantara Merupakan Target Bani Israel

“Semuanya harus ditata rapi agar situs tetap terjaga dan terpelihara dengan baik. Tapi selain memiliki potensi edukasi, di sekililingnya bisa dimanfaatkan sebagai daerah wisata. Banyak pihak yang perlu dilibatkan dalam hal ini. Yang terpenting tujuan ini untuk Indonesia,” kata Nuh.

Akan di Ekskavasi Tahun 2014

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menugasi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan untuk memimpin penelitian sampai pemugaran situs purbakala megalitikum Gunung Padang, Cianjur, Jawa Barat. Dari penelusuran secara ilmiah ini diharapkan spekulasi tentang benda yang tersembunyi di dalam bukit  diselimuti bebatuan purbakala yang sudah ditemukan arkeolog Belanda sejak 1914 itu segera berakhir.

“Wilayahnya akademik. Kalau ada debat pakar ya akademik. Itu perbedaan pandangan mengenai apa yang ada di dalam Gunung Padang. Kalau dilihat pakai ilmu kasat mata ya gak kelihatan,” kata M Nuh usai mengunjungi komplek situs purbakala Gunung Padang, Kamis (6/6) petang.

Menurut mantan Menkominfo itu, karena yang diperdebatkan berada di dalam tanah di areal perbukitan Cianjur, maka pembuktiannya harus menggunakan ilmu geologi. Bisa menggunakan georadar dan semacamnya karena itu bagian dari signal processing.

MENARIK:  Situs Megalitikum Gunung Padang Memiliki Situs Peradaban yang Bernilai Tinggi

“Jadi silahkan gunakan kaedah akademik dan ilmu apa saja selama bisa dipertanggung jawabkan secara akdemik. Ayo sama-sama buktikan dan eksplore. Pak Presiden sudah mengiyakan, silahkan teruskan penelitian,” kata Menteri asal Jawa Timur itu.

Nuh menjelaskan bahwa penanganan Situs megalitikum Gunung Padang akan dilakukan lintas kementerian dan lembaga. Baik dari sisi tata ruang dan insfrastruktur yag melibatkan Kementerian Pekerjaan Umum, Kemenristek dari sisi teknologi dan tenaga peneliti, BPN hingga BUMN sesuai tupoksi masing-masing.

“Kita bertekad awal 2014 paling lambat sudah dicanangkan pemugarannya dan TNI juga akan dilibatkan untuk membantu ekskavasi bila itu yang akan dilakukan nantinya,” ujar Nuh.

Yang jelas, kata dia, hasil penelitian menyimpulkan memang ada barang di dalam perbukitan bernama Gunung Padang itu berdasarkan deteksi radar yang pernah dilakukan beberapa tahun lalu. Karena itu untuk membuktikan kebenarannya, penelitian terus dilakukan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *