Dibutuhkan Dana Rp 2 Miliar Untuk Lanjutkan Riset Gunung Padang

Dibutuhkan Dana Rp 2 Miliar Untuk Lanjutkan Riset Gunung Padang

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Prof Dr M Nuh, mengatakan dibutuhkan dana sekitar Rp 2 miliar untuk melanjutkan riset di situs Gunung Padang, di Cianjur, Jawa Barat yang selama dua tahun ini telah memberikan hasil istimewa dan dilakukan secara mandiri oleh para peneliti lintas disiplin.

“Dana abadi sudah terkumpul Rp 16 triliun, dinvestasikan. Peruntukkannya jelas, ada 3. Untuk studi lanjut S2 dan S3, penelitian nasional strategis, dan untuk rehab infrastruktur sekolah akibat bencana,” kata Nuh di Jakarta, Rabu (12/6).

Loading...

Untuk penelitian nasional, lanjutnya, dana abadi pendidikan itu bisa dimanfaatkan dalam bidang penelitian nasional yang ada kaitannya dengan kebijakan di bidang budaya. Dan menurut Nuh, riset atau penelitian di Gunung Padang sangat strategis untuk kepentingan nasional.

“Gunung padang butuh sekitar Rp 2 miliar untuk melanjutkan riset. Bukan untuk ekskavasi, bukan untuk rekonstruksinya, tapi saya ulangi, untuk melanjutkan riset yang selama dua tahun ini dilakukan secara swadaya oleh para peneliti di Tim Mandiri Riset Terpadu.” tegas Nuh sembari menyesalkan salah satu harian yang memberitakan sebaliknya dengan menambah-nambahi bahwa dana ini untuk penggunaan alat berat dan sebagainya tanpa melakukan konfirmasi terlebih dahulu.

MENARIK:  Candi Sambisari Dibangun Antara Tahun 812 - 838 M

Penggunaan dana tersebut prinsipnya untuk memfasilitasi penelitian lanjutan Tim Mandiri Riset Terpadu yang melibatkan seluruh Arkeolog di BPCB (Balai Pelestarian Cagar Budaya, Instansi yang berada dibawah Kemendikbud) serta keterlibatan tenaga lokal, lanjutnya yang pada beberapa waktu lalu bersama Plt Dirjen Kebudayaan telah meninjau secara langsung situs tersebut.

Gunung Padang mulai terkenal, ketika pada 2010, Tim peneliti Katastrofi Purba mengumumkan secara berkala perkembangan hasil riset mereka kepada masyarakat melalui media. Tim ini kemudian bekerja dengan melibatkan lebih banyak pakar di berbagai bidang membentuk Tim Mandiri Riset Terpadu.

Hal tersebut untuk menindaklanjuti temuan ikutan dalam riset tim terhadap aktifitas sesar aktif Cimandiri yang melintas dari Pelabuhan Ratu sampai Padalarang melewati Gunung Padang, dan berpotensi mengulang kejadian bencana sangat besar (katastrofi) berupa gempa, dimana ketika tim melakukan survei bawah permukaan menemukan bahwa Gunung Padang sebuah bukit yang dibuat atau dibentuk oleh manusia (man-made).

MENARIK:  Piramid Tertua Terdapat di Bandung

Kemudian dalam berbagai riset selama dua tahun dengan tanpa menggunakan biaya dari negara, lewat serangkaian metodologi seperti geofisika, geologi hingga arkeologi, tim ini memberikan banyak informasi penting. Puncaknya adalah ketika ekskavasi lokal (penggalian) oleh arkeologi di tim ini berhasil membuktikan struktur dibawah lapisan tanah, luasan situs serta usia material yang berada dibawah situs.

Yang juga penting adalah, penelitian ini dapat mengungkap potensi bencana katastrofi (bencana sangat besar) yang mengulang, dan kearifan (ilmu pengetahuan masa lalu) yang membuat bangunan raksasa ini bertahan. Selain, menemukan satu situs dengan bangunan berbentuk “Piramida Berundak” berusia ribuan tahun yang lalu dengan tinggi 110 meter dan ukuran lebih dari tiga kali Borobudur.

MENARIK:  Benarkah Situs Gunung Padang di Bangun Oleh Bangsa Atlantis?

Nuh kemudian menyambung bahwa, penggunaan dana abadi bidang kebudayaan ini tidak hanya untuk Gunung Padang, tapi juga bisa untuk penelitian situs kebudayaan lain seperti Muaro Jambi yang sudah berjalan. “Jadi dana abadi ini fleksibel waktu. Tidak hanya tahun ini, tahun lalu bisa. Yang tentukan kebijakan nasional itu Dikbud dan Kemenkeu.” demikian M.Nuh.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *