Misteri Satrio Piningit dalam Ramalan Jayabaya

 Pencarian Satrio Piningit dalam Ramalan JayabayaA. Prabu Jayabaya dan ramalan.

Sehubungan dengan akuratnya ramalan Prabu Jayabaya, raja Kediri yang memerintah pada tahun 1135-1157, seorang spiritualis dan pujangga yang menulis ramalan masa depan kehidupan di Pulau Jawa khususnya dan kehidupan di dunia yang terkenal dengan Ramalan Jayabaya atau ramalan Joyoboyo.

Kini bait terakhir banyak dibicarakan yaitu berita dan ramalan akan datangnya Ratu Adil atau Satrio Piningit yang bersenjatakan Trisula Weda, hal ini membuat kami tertarik.

Loading...

Dari ketertarikan itu Penulis berusaha memecahkan apa yang terkandung dalam ramalan bait terakhir ramalan Jayabaya dengan jalan diantaranya adalah pencarian periode pertama dengan cara usaha spiritual dan pemecahan logika. Pencarian Satrio Piningit siapa sebenarnya dan dimana keberadaannya merupakan target utama, Wahyu apa yang diterima dan pengkajian bait terakhir ramalan Jayabaya juga wajib untuk Penulis lakukan.

B. Proses jalannya pencarian.

1. Pencarian yang pertama.

Dibawah ini merupakan hasil usaha pencarian yang pertama dengan usaha Spiritual (Meditasi) mohon petunjuk pada Tuhan. Bagian pertama ini merupakan petikan dari Artikel Satrio Piningit.

  • Satrio Piningit bukan Imam Mahdi hal ini perbedaan waktu dan tempat, Satrio piningit akan turun di tanah Jawa, Imam Mahdi akan turun di Timur Tengah. Misi sama memperbaiki moral dan kehidupan Manusia.
  • Satrio Piningit merupakan seorang Manusia yang menerima amanat untuk memperbaiki moral dan tatanan hidup Manusia, Satrio Piningit menerima delapan Wahyu, enam wahyu untuk eksistensi dirinya sebagai Satrio piningit enam wahyu ini tidak diajarkan, sedangkan dua wahyu untuk diajarkan, yaitu tentang kebenaran dan ilmu kebijaksanaan.
  • Goro-goro bukan keributan massal, sebenarnya kata simbolik…harus kembali dilihat kata-kata aslinya (bahasa Jawa goro = dalam arti bahasa Indonesia bohong), kalau goro-goro berarti kebohongan. Ini sudah berjalan dari jaman Orde Baru sampai sekarang, keadaan semakin bertambah. Yang termasuk dalam ini yaitu menggerogoti kekayaan negara (korupsi, pertambangan dll).
  • Satrio kita tengok pada jaman dulu, Ksatria merupakan Kasta terhormat, Sebagai seorang Satrio adalah mempunyai moral yang sangat tinggi dan mulia, sebagai seorang Satrio ( Satria) adalah seorang yang teguh dan kuat memegang Sumpah dan Janji. Satrio ( kasta Ksatria ) ini adalah, Tentara, Polisi dan Pejabat. Bagaimana para Satrio sekarang ? Anda dapat menilai sendiri dari masing-masing Ksatria.
  • Satrio Piningit bermata satu, yaitu Mata Hati, merupakan indra yang ke tujuh setelah indra keenam dan merupakan mata yang keempat, dengan Mata Hati ini Satrio piningit bisa mengetahui kebenaran Tuhan, mana yang benar dan mana yang salah, sehingga kebenaran dapat dilihat, dan sebagai Satrio piningit mampu bertindak adil dan bijaksana.Kemampuan inilah akan dipergunakan untuk mendidik Manusia. Mata Hati Manusia sekarang sudah buta, karena tidak menghiraukan mata hatinya, berakibat tertutup oleh napsu dan ambisi, hingga Mata Hati-nya buta, kehidupan-nya serakah dan ambisius, tidak dapat membedakan benar dan salah, mana yang halal dan mana yang haram, tindakan-nya banyak melakukan pelanggaran.
  • Satrio piningit akan muncul jika sudah terjadi goro-goro, perjuangan Satrio piningit ini secara tersembunyi tidak diketahui oleh siapapun keberadaan-nya dan apa yang diajarkaan juga tidak diketahui ajarannya karena halus caranya, ajaran Satrio piningit tidak diketahui oleh siapapun sebelum goro-goro berakhir, Satrio piningit baru diketahui jika moral dan kehidupan bangsa Indonesia sudah baik.
  • Dari ajaran Satrio Piningit inilah kemudian menyebar ajarannya didalam hati para Satrio dan rakyat, hingga menjadi negara Mercusuar Dunia, karena para Satrio sudah bisa melihat Kebenaran dan Kebijaksanaan. Tidak korupsi, mawas diri dan hati-hati.
  • Mahluk halus (makhluk gaib), Satrio piningit dapat menguasai dan memerintahkan makhluk halus, untuk membantunya jika diperlukan.
  • Apakah berjuang sendirian, Satrio Piningit tidak berjuang sendirian ada Satrio-satrio lain yang membantu perjuangannya walau tidak saling kenal, dalam tingkatan spiritual saling terhubung dan bagaikan jala (jaring), antara satu dengan yang lain membentuk daya kekuatan gaib super.
MENARIK:  Catatan Sejarah Anthropo - Ethnologis Nusantara

2. Pencarian yang kedua.

Cara usaha Penulis lakukan periode yang ke dua dengan usaha pemecahan Spiritual, pengkajian Logika dan juga berinteraksi dengan para komentator pada blog. Dengan para komentator dan artikel Satriopiningi Telah Mmuncul Penulis nilai kebenarannya yang terkandung nilainya nol yaitu artikel sesat, ada komentator yang bernama Muhammad Yaman Al Bhugury yang menerima kebenarannya benar-benar berbeda pendapat dengan Penulis. Yaman memberikan pengkajian logika pada artikel “Satrio Piningit” .

Dari hasil pengkajian M.Yaman Albuqury inilah Penulis mendapat momentum dan bersemangat untuk mengkaji ulang artikel itu sehingga Trisula Weda dapat Penulis temukan yaitu dari poin-2, dari dua wahyu Kebenaran dan Kebijaksanaan yang akan diajarkan ternyata terlahirlah Keadilan yang sinkron dengan bait 173.

Dari perjalanan pencarian itu Senjata Trisula Weda yang dibawah oleh Ratu Adil dapat Penulis temukan, dari pengkajian bait terakhir ramalan Jayabaya ternyata yang dimaksud Senjata Trisula Weda adalah ajaran Budi Pekerti Adiluhung dan juga ajaran Ketuhan yang Maha Esa. Dalam bait terakhir ramalan Jayabaya ternyata tersimpan rahasia ajaran Budi Pekerti Adiluhung dan ajaran Ketuhanan yang Esa yang harus dipecahkan, diurai dan disusun kembali supaya dapat digunakan lagi pada jaman sekarang ini yaitu jaman gila yang serba terbalik untuk merubah budi pekerti yang rusak dan membawa kembali ke Budi Pekerti Adiluhung dan ber-Tuhan Esa.

Dari pentingnya Budi Pekerti Adiluhung ini Penulis berusaha dan bersungguh-sungguh untuk menyusun kembali rahasia yang tersimpan rapi selama lebih dari 800 tahun dalam bait terakhir ramalan Jayabaya untuk disusun kembali supaya dapat digunakan untuk Pedoman hidup Manusia yang berbudi Pekerti Adiluhung supaya hidup selaras dengan Alam Raya. Selain itu Penulis juga merasakan sentuhan kedamaian yang pernah ada pada masa lalu untuk supaya dikumandangkan ke seluruh penjuru Dunia untuk hidup damai, sejahterah dan selaras dengan Alam Raya.

Dari hasil pengkajian bait terakhir ramalan Jayabaya sebelumnya Trisula Weda yang Penulis temukan sinkron dengan bait 173, Penulis tahu Trisula Weda belum lengkap dan belum terwujudkan hingga Penulis mengkaji lagi bait-bait yang berhubungan dengan Trisula Weda dan bertambahlah kelengkapannya yang ternyata merupakan teka-teki rahasia Adiluhung yang harus dipecahkan, diurai, disusun, harus dirakit dan diwujudkan dalam bentuk gambar supaya mudah dimengerti dan dipahami oleh Masyarakat luas untuk belajar Trisula Weda yang merupakan ajaran Budi Pekerti Adiluhung dan ajaran Ketuhanan Esa. Dalam perwujudan gambar senjata Trisula, senjata Trisula merupakan senjata berpasangan yaitu :

  •   Trisula Laki-laki kanan (Raja)
  •   Trisula Perempuan kiri (Ratu)

Simbol berpasangan ini berhubungan dengan simbol Lingga (Laki-laki} dan Yoni (Perempuan) yang terdapat pada peninggalan Candi-candi, lambang Lingga dan Yoni merupakan simbol kehidupan dan jagad raya berbentuk alat kelamin laki-laki dan alat kelamin perempuan, bentuk biasanya disamarkan dalam bentuk lain terutama alat kelamin Perempuan. Simbol Lingga Yoni ini Penulis ketahui unik dan lengkap berada di Pulau Bali yaitu Gua Gajah (Gua buatan) di kota Gianyar-Bali.

MENARIK:  Satrio Piningit Menurut Filosofi Hindu

Gua sebagai Yoni diukir pada tebing batu lubangnya berbentuk huruf T lengkap dengan bagian-bagian Miss V yang terlihat dari depan bentuk samaran (dalam bentuk lain) ukirannya, masuk bagian dalam pertama merupakan perwujudan liang V, masuk lagi kedalam tempat kandungan, dan berikutnya bercabang T tempat reproduksi telur (ovum) pada ujung kanan dan ujung kiri. Bentuk Gua sesuai dengan gambar kandungan pada gambar ilmu Kedokteran modern, jika belok kearah kanan pada ujung Gua terdapat 3 tugu alat kelamin laki-laki (Palus} dan jika belok kearah kiri pada ujung Gua terdapat patung Gajah Gina yang kita kenal Ganesha (Dewa berkepala Gajah}, disini terdapat wadah tempat Air Suci yang digunakan untuk Upacara-upacara Agama.

Langkah awal untuk memecahkan rahasia Trisula Weda ini, Penulis melakukan penyusunan Trisula Weda dalam bentuk gambar Senjata Trisula yaitu Trisula merupakan bentuk senjata bermata tiga berwarna kuning Emas dan terdiri dari dua senjata satu pasang, dua gambar senjata Trisula yaitu :

  • Senjata Trisula Laki-laki (Raja) arah mata ketajaman tiga mata menghadap kearah atas semuanya, pegangan atau gagang tengah pada pangkalnya berhias empat warna dalam segi lima.
  • Senjata Trisula Perempuan (Ratu) kedua ketajaman mata tengah dan ketajaman mata kanan menghadap ke arah atas dan ketajaman mata tepi sebelah kiri ketajaman-nya menghadap ke arah bawah dan pegangan atau gagang pada pangkalnya berhias empat warna dalam lingkaran.

C. Penyusunan gambar.

Hasil perwujudan gambar lengkap Senjata Trisula itu merupakan perwujudan dari bait terakhir ramalan Jayabaya yang tidak terpecahkan selama lebih dari 800 tahun, kini Penulis dapat memecahkan Sandinya dan mewujudkan Trisula Weda secara lengkap yaitu diantaranya dengan perwujudan gambar sesuai dengan arahan petunjuk bentuk pada bait terakhir ramalan Jayabaya.

Senjata Trisula berwarna kuning Emas adalah merupakan lambang Kemuliaan, Keabadian dan Spiritual tinggi dan empat warna putih, kuning, merah, hitam di bagian pangkal Trisula adalah ajaran kebatinan Jawa lambang dari Sedulur papat limo Pancer, (bhs Jawa : Sedulur papat limo Pancer = bhs indonesia : Empat saudara lima Diriku), berada pada lima Penjuru mata angin yaitu :

  • Kakang Kawah berwarna Putih berada pada arah Timur, Kakang kawah atau air ketuban disebut Kakang karena sebelum Jabang Bayi lahir air ketuban pecah dan keluar lebih dulu.
  • Adi Ari-Ari berwarna Kuning berada pada arah Barat, setelah Jabang Bayi lahir keluarlah Ari-ari atau Plasenta.
  • Getih berwarna Merah yaitu berada pada arah Selatan, Setelah adi Ari-ari keluar keluarlah darah berwarna merah.
  • Pusar berwarna Hitam berada pada arah Utara, setelah tali pusar dipotong dari Ari-ari potongan tali pusar ini berubah menjadi warna hitam.
  • Pancer (bhs Idonesia : Diriku) berada di tengah-tengah arah yaitu Jabang Bayi adalah Diri Kita yang sebenarnya pada Trisula Weda dilambangkan senjata Trisula berwarna kuning Emas.
MENARIK:  Ratu Adil

Pancer (Diriku) yaitu diri Kita sebenarnya harus melakukan tindak laku di kehidupan berpedoman pada Trisula Weda yang Adiluhung dibawah oleh Ratu Adil yang akan diajarkan kepada Manusia. Inilah yang dimaksud oleh Jayabaya senjata pemberian Dewa dan Sabda Beliau memerintahkan supaya mencari Orang tersebut untuk belajar dan supaya ajaran Trisula Weda dijadikan sebagai pedoman hidup yang merupakan ajaran Budi Pekerti Adiluhung dan juga ajaran Ketuhanan Yang Esa.

D. Ulasan bagan gambar Senjata Trisula Weda :

  • Benar, terletak pada ujung mata sebelah kiri.
  • Bijaksana, terletak pada ujung mata tengah.
  • Adil, terletak pada ujung mata sebelah kanan.
  • Jujur, terletak pada gagang atau pegangan Senjata Trisula.
  • Triniji suci, (“landhepe triniji suci” bhs. Jawa). Arti bahasa Indonesia ialah Tajamnya tiga menjadi satu nan Suci, dalam gambar menyatukan ketiga bagian gambar Senjata Trisula Weda, kiri tengah dan kanan.
  • Empat warna pada pangkal Senjata Trisula Weda adalah empat arah mata angin pada pangkal Senjata Trisula, Raja berbentuk segi lima, Ratu berbentuk lingkaran. Warna putih, kuning, merah, hitam merupakan perwujudan hubungan Manusia secara Horizontal yaitu hubungan atau komunikasi dengan sesama Manusia juga hubungan dengan makhluk lain dan alam raya.
  • Jejeg, (arti bhs. Indonesia ialah tegak lurus (Vertikal)), posisi Trisula Weda Vertikal menghadap ke atas merupakan hubungan dengan Tuhan Maha Esa, yaitu yang dimaksud Manusia supaya selalu ingat pada Tuhan Maha Esa.

Dengan pedoman Senjata Trisula Weda ini para Satrio Piningit dan Ratu Adil (Master Satrio Piningit) dapat memutar polaritas Logika Manusia pada posisi yang benar dan dapat ditempatkan pada garis edar yang benar, sehingga semua Agama dan kepercayaan tidak saling klaim kalau dirinya paling benar, kebenaran Hakiki dapat diterima.

24 KOMENTAR untuk “Misteri Satrio Piningit dalam Ramalan Jayabaya

  1. jadilah satrio2 yang mengemban amanah yg bersifat luhur budi pekerti, yg tlh menjalani cobaan hdp dgn kesabaran dan keikhlasan, shg menemukan tujuan kemana hrs melangkah yg selaras antara alam dan kehidupan manusia.dan mengerti kejujuran ,kebenaran, dan keadilan.

    View Comment
  2. Saudara saya nasihatkan ada lebih baik anda dan seluruh rakyat Indonesia bersiap sedia menghadapai bencana-bencana besar yang bakal memusnahkan negara kalian antaranya gegaran gempa yang paling dasyat dalam dunia, memandangkan keberadaan Lingkaran Api Pasifik/Pacific Ring Fire atau Lingkaran Gempa di luar pantai di sepanjang pulau jawa yang bakal mengakibatkan thunami paling tinggi di dunia. Selain dari itu jika diambil kira jumlah gunung api aktif di seluruh pulau jawa juga bisa mengakibatkan kehancuran yang paling dasyat di dunia. Nantikqn saja kecairan es atau glaciers conflict…kalian tahu apa akibatnya? Ya 2/3 pulau jawa bakal tenggelam! Hentikan aja dri menulis artikal begini, okey…peace.

    View Comment
    1. saudara zainuddin jani,ini artikel tdak mengandung unsur untuk menakut-nakuti khalayak ramai, intinya hanya untuk menambah wawasan saja….saya rasa penulis berpandangan demilian koq..

      View Comment
  3. ALKITAB YESAYA 42

    Satria Piningit Hamba TUHAN

    42:5 Beginilah firman Allah, TUHAN, yang menciptakan langit dan
    membentangkannya, yang menghamparkan bumi dengan segala yang tumbuh di atasnya,
    yang memberikan nafas kepada umat manusia yang mendudukinya dan nyawa kepada
    mereka yang hidup di atasnya:

    42:6 “Aku ini, TUHAN, telah memanggil Satria Piningit untuk maksud
    penyelamatan, telah memegang tangan Satria Piningit; Aku telah membentuk Satria
    Piningit dan memberi Satria Piningit menjadi perjanjian bagi umat manusia,
    menjadi Terang untuk bangsa-bangsa,

    42:7 untuk membuka mata yang buta, untuk mengeluarkan orang hukuman dari tempat
    tahanan dan mengeluarkan orang-orang yang duduk dalam gelap dari rumah penjara.

    42:8 Aku ini TUHAN, itulah nama-Ku; Aku tidak memberikan kemuliaan-Ku
    kepada yang lain atau kemasyhuran-Ku kepada patung.

    42:9 Nubuat yang dahulu sekarang sudah menjadi kenyataan, hal-hal yang
    baru hendak Kuberitahukan. Sebelum hal-hal itu muncul Aku telah mengabarkannya
    kepada Satria Piningit.

    42:1 Lihat, ini hamba-Ku yang Kupegang, orang pilihan-Ku, yang kepadanya Aku
    berkenan. Aku telah menaruh Roh-Ku ke atas Satria Piningit, supaya Satria Piningit
    menyatakan hukum kepada bangsa-bangsa.

    42:2 Satria Piningit tidak akan berteriak atau menyaringkan suara atau
    memperdengarkan suara di jalan.

    42:3 Buluh yang patah terkulai tidak akan diputuskan, dan sumbu yang pudar nyalanya
    tidak akan dipadamkan, tetapi dengan setia Satria Piningit menyatakan hukum.

    42:4 Satria Piningit sendiri tidak akan menjadi pudar dan tidak patah terkulai,
    sampai Satria Piningit menegakkan hukum di bumi; Dan segala pulau
    mengharapkan pengajaran Satria Piningit.”

    View Comment
  4. ALKITAB YESAYA 42

    Satria Piningit Hamba TUHAN

    42:5 Beginilah firman Allah, TUHAN, yang menciptakan langit dan
    membentangkannya, yang menghamparkan bumi dengan segala yang tumbuh di atasnya,
    yang memberikan nafas kepada umat manusia yang mendudukinya dan nyawa kepada
    mereka yang hidup di atasnya:

    42:6 “Aku ini, TUHAN, telah memanggil Satria Piningit untuk maksud
    penyelamatan, telah memegang tangan Satria Piningit; Aku telah membentuk Satria
    Piningit dan memberi Satria Piningit menjadi perjanjian bagi umat manusia,
    menjadi Terang untuk bangsa-bangsa,

    42:7 untuk membuka mata yang buta, untuk mengeluarkan orang hukuman dari tempat
    tahanan dan mengeluarkan orang-orang yang duduk dalam gelap dari rumah penjara.

    42:8 Aku ini TUHAN, itulah nama-Ku; Aku tidak memberikan kemuliaan-Ku
    kepada yang lain atau kemasyhuran-Ku kepada patung.

    42:9 Nubuat yang dahulu sekarang sudah menjadi kenyataan, hal-hal yang
    baru hendak Kuberitahukan. Sebelum hal-hal itu muncul Aku telah mengabarkannya
    kepada Satria Piningit.

    42:1 Lihat, ini hamba-Ku yang Kupegang, orang pilihan-Ku, yang kepadanya Aku
    berkenan. Aku telah menaruh Roh-Ku ke atas Satria Piningit, supaya Satria Piningit
    menyatakan hukum kepada bangsa-bangsa.

    42:2 Satria Piningit tidak akan berteriak atau menyaringkan suara atau
    memperdengarkan suara di jalan.

    42:3 Buluh yang patah terkulai tidak akan diputuskan, dan sumbu yang pudar nyalanya
    tidak akan dipadamkan, tetapi dengan setia Satria Piningit menyatakan hukum.

    42:4 Satria Piningit sendiri tidak akan menjadi pudar dan tidak patah terkulai,
    sampai Satria Piningit menegakkan hukum di bumi; Dan segala pulau
    mengharapkan pengajaran Satria Piningit.”

    View Comment
  5. ALKITAB YESAYA 42

    Satria Piningit Hamba TUHAN

    42:5 Beginilah firman Allah, TUHAN, yang menciptakan langit dan
    membentangkannya, yang menghamparkan bumi dengan segala yang tumbuh di atasnya,
    yang memberikan nafas kepada umat manusia yang mendudukinya dan nyawa kepada
    mereka yang hidup di atasnya:

    42:6 “Aku ini, TUHAN, telah memanggil Satria Piningit untuk maksud
    penyelamatan, telah memegang tangan Satria Piningit; Aku telah membentuk Satria
    Piningit dan memberi Satria Piningit menjadi perjanjian bagi umat manusia,
    menjadi Terang untuk bangsa-bangsa,

    42:7 untuk membuka mata yang buta, untuk mengeluarkan orang hukuman dari tempat
    tahanan dan mengeluarkan orang-orang yang duduk dalam gelap dari rumah penjara.

    42:8 Aku ini TUHAN, itulah nama-Ku; Aku tidak memberikan kemuliaan-Ku
    kepada yang lain atau kemasyhuran-Ku kepada patung.

    42:9 Nubuat yang dahulu sekarang sudah menjadi kenyataan, hal-hal yang
    baru hendak Kuberitahukan. Sebelum hal-hal itu muncul Aku telah mengabarkannya
    kepada Satria Piningit.

    42:1 Lihat, ini hamba-Ku yang Kupegang, orang pilihan-Ku, yang kepadanya Aku
    berkenan. Aku telah menaruh Roh-Ku ke atas Satria Piningit, supaya Satria Piningit
    menyatakan hukum kepada bangsa-bangsa.

    42:2 Satria Piningit tidak akan berteriak atau menyaringkan suara atau
    memperdengarkan suara di jalan.

    42:3 Buluh yang patah terkulai tidak akan diputuskan, dan sumbu yang pudar nyalanya
    tidak akan dipadamkan, tetapi dengan setia Satria Piningit menyatakan hukum.

    42:4 Satria Piningit sendiri tidak akan menjadi pudar dan tidak patah terkulai,
    sampai Satria Piningit menegakkan hukum di bumi; Dan segala pulau
    mengharapkan pengajaran Satria Piningit.”

    View Comment
    1. Lha ya itu, bgm gak mencair kutub yg akan menenggelamkan semua pulau, bumi ini sudah terlalu panas kena perubahan siklus lha sedulur2 malah berebut balung nggawe panas atine, malah panas nambahi panasnya global warming, heheheheeeeeeeee

      View Comment
  6. Wahyu kepada Yohanes
    JUDUL
    1:1. Inilah Wahyu Satria Piningit, yang dikaruniakan Allah pada Satria Piningit, supaya ditunjukkan pada hamba Satria Piningit apa yang segera terjadi. Dan oleh yang diutus-Nya, Satria Piningit telah menyatakan diri.
    1:2 Al Kitab telah bersaksi tentang firman Allah dan kesaksian yang diberikan
    pada Satria Piningit, yaitu segala sesuatu yang telah dilihat.
    1:3. Berbahagialah yang membaca dan yang mendengar kata nubuat ini, dan yangmenuruti apa yang ada tertulis di dalamnya, sebab waktu sudah dekat.
    1:4 Dari Al Kitab kepada semua jemaat yang ada. Kasih karunia dan damai
    sejahtera sertai kamu sekalian, dari yang ada dan yang sudah ada dan yang
    datang, dan yang ada di atas Takhta,
    1:5 dan Satria Piningit, Saksi yang setia, yang pertama bangkit dari antara
    orang hidup dan yang berkuasa atas Raja ataupun pemimpin di bumi ini, yang
    mengasihi bumi dan yang telah melepaskan bumi dari bencana masa depan oleh hidupNya.
    1:6 dan yang telah membuat bumi menjadi suatu kerajaan, menjadi imam atas bumi. Bagi Satria Piningit kemuliaan dan kuasa sampai selama-lamanya.Amin.
    1:7 Lihatlah, datang dengan kuasa dan setiap mata akan melihat, juga mereka
    yang telah menanti. Dan semua bangsa di bumi akan memuji, amin.
    1:8 Satria Piningit adalah nyata dan maya, yang ada dan yang sudah ada dan yang akan datang, Yang berkuasa.
    1:9. Bumi dalam kesusahan bencana, dan dalam ketekunan menantikan Juru Selamat, yang berada di pulau bernama Jawa oleh karena firman Allah dan kesaksian yang diberikan pada Satria Piningit.

    View Comment
  7. Wahyu kepada Yohanes
    JUDUL
    1:1. Inilah Wahyu Satria Piningit, yang dikaruniakan Allah pada Satria Piningit, supaya ditunjukkan pada hamba Satria Piningit apa yang segera terjadi. Dan oleh yang diutus-Nya, Satria Piningit telah menyatakan diri.
    1:2 Al Kitab telah bersaksi tentang firman Allah dan kesaksian yang diberikan
    pada Satria Piningit, yaitu segala sesuatu yang telah dilihat.
    1:3. Berbahagialah yang membaca dan yang mendengar kata nubuat ini, dan yangmenuruti apa yang ada tertulis di dalamnya, sebab waktu sudah dekat.
    1:4 Dari Al Kitab kepada semua jemaat yang ada. Kasih karunia dan damai
    sejahtera sertai kamu sekalian, dari yang ada dan yang sudah ada dan yang
    datang, dan yang ada di atas Takhta,
    1:5 dan Satria Piningit, Saksi yang setia, yang pertama bangkit dari antara
    orang hidup dan yang berkuasa atas Raja ataupun pemimpin di bumi ini, yang
    mengasihi bumi dan yang telah melepaskan bumi dari bencana masa depan oleh hidupNya.
    1:6 dan yang telah membuat bumi menjadi suatu kerajaan, menjadi imam atas bumi. Bagi Satria Piningit kemuliaan dan kuasa sampai selama-lamanya.Amin.
    1:7 Lihatlah, datang dengan kuasa dan setiap mata akan melihat, juga mereka
    yang telah menanti. Dan semua bangsa di bumi akan memuji, amin.
    1:8 Satria Piningit adalah nyata dan maya, yang ada dan yang sudah ada dan yang akan datang, Yang berkuasa.
    1:9. Bumi dalam kesusahan bencana, dan dalam ketekunan menantikan Juru Selamat, yang berada di pulau bernama Jawa oleh karena firman Allah dan kesaksian yang diberikan pada Satria Piningit.

    View Comment
  8. ALKITAB YESAYA 51
    Kata Penghiburan Dalam Satria Piningit
    51:1 Dengarkanlah Satria Piningit-ku, hai kamu yang mengejar apa yang benar, hai kamu yang mencari TUHAN.
    51:7 Dengarkanlah Satria Piningit-ku, hai kamu yang mengetahui apa yang benar, hai bangsa yang simpan pengajaran-Ku dalam hatimu! Janganlah takut jika terkena bencana dan janganlah terkejut jika terancam bencana.
    51:21 Sebab itu, dengarlah ini, hai engkau yang tertindas
    51:12 Akulah, Satria Piningit-Ku lah yang menghibur kamu. Siapakah engkau maka engkau takut terhadap manusia yang memang bisa mati.?
    51:3 Sebab Satria Piningit-Ku menghibur, menghibur segala keruntuhan; Di situ terdapat kegirangan dan sukacita, nyanyian syukur dan lagu yang nyaring 51:11 Maka orang-orang sorak-sorai, sukacita abadi meliputi mereka; kegirangan dan sukacita memenuhi mereka, duka dan keluh menjauh.
    51:16 Aku menaruh kataKu ke dalam mulut Satria Piningit dan sembunyikan Satria Piningit dalam naungan tangan-Ku, supaya Aku kembali berkata Engkau adalah umat-Ku!.
    51:4 Perhatikanlah suara Satria Piningit-Ku, hai bangsa-bangsa dan pasanglah telinga kepada Satria Piningit-Ku, hai suku-suku bangsa! Sebab pengajaran keluar daripada Satria Piningit-Ku dan hukum Satria Piningit-Ku sebagai Terang untuk bangsa-bangsa.
    51:9 Terjagalah, terjagalah! Kenakanlah kekuatan! Terjagalah seperti pada zaman purbakala
    51:6 Arahkanlah matamu ke langit sebab langit lenyap seperti asap, dan lihatlah ke bumi dibawah; bumi memburuk dan penduduknya akan musnah; tetapi kelepasan yang Kuberikan tetap untuk selamanya, dan keselamatan
    yang daripada Satria Piningit-Ku tidak akan berakhir
    51:5 Dalam sekejap mata keselamatan yang daripada Satria Piningit-Ku akan dekat, kelepasan yang Kuberikan tiba, dan dengan tangan kekuasaan-Ku Satria Piningit memerintah bangsa-bangsa; kepada Satria Piningit-Ku lah pulau-pulau menanti-nanti, perbuatan tangan Satria Piningit-Ku mereka harapkan.
    51:10 Yang membuat laut yang dalam menjadi jalan, supaya orang-orang yang diselamatkan dapat menyeberang?
    51:8 Sebab keselamatan yang daripada Satria Piningit-Ku tetap untuk selamanya dan kelepasan yang Kuberikan berlanjut dari keturunan kepada keturunan

    View Comment
  9. ALKITAB MATIUS 26
    26:13 Yesus berkata: ” Sesungguhnya di mana saja Injil ini diberitakan di seluruh dunia, apa yang dilakukannya ini akan disebut juga untuk mengingat Satria Piningit.”
    26:54 “Jika begitu, bagaimanakah akan digenapi yang tertulis dalam Kitab Suci,
    yang mengatakan, bahwa harus terjadi demikian?”
    26:56 “Akantetapi semua ini terjadi supaya genap yang ada tertulis dalam kitab
    nabi-nabi.”

    View Comment
  10. Maaf ya, Satrio Piningit adalah Budaya Jawa (ajaran Hindu), kalau dibandingkan dengan budaya/ajaran luar tentunya tidak akan nyambung, sehingga tidak akan terjadi ‘diskusi’ tapi ‘debat’.

    View Comment
    1. Salah besar bung!

      Itu sumber tentang akan adanya Satria Piningnit itu sebenarnya bukan Prabu Jayabaya, tapi kitab MUSARAR dari Ulama Islam Syekh ‘Ali Samsu Zain, tolong baca yang lengkap, jadi tidak salah paham, ini teks sumbernya ada di perpustakaan Keraton Surakarta, cari di wikipedia tentang keterangan lengkap tentang Ramalan Jayabaya yang didalamnya ada tentang Satria Piningit itu

      View Comment
  11. Apa yg sbnarnya kita cari…ada dalam diri masing” manusia. Hanya saja kita belum mau mencari apa yg seharusnya kita cari yaitu inti dari hidup di bumi ini…satrio piningit ada dalam diri setiap insan yang lahir di dunia…maka berlomba lah untuk menemukannya dan menjadi khalifah di bumi….sebenarnya saya juga masih belajar arti khalifah yg hakiki itu sendiri.

    View Comment
  12. Dalam nusantara Tidak ada yang menamakan ajaran kuno itu hindu dll bahkan ajaran murni terkuno adalah ajaran adiluhung tuhan ESA kemudian yang dihancurkan oleh peradaban batu, bahkan lebih murni sebagai kiblat dari ajaran yang lain

    View Comment
  13. “Ibda’a binafsika”..”mulailah dari diri sendiri dalam setiap kebaikan”…

    mulai saat ini marilah kita menjadi satria pininggit untuk pribadi masing2,mjd pribadi2 yang welas asih,pribadi2 yang bisa mengendalikan hawa nafsunya,pengendalian sifat serakah,tamak dan rakus,halalkan sgl cara,.terutama pd urusan dunia..

    Shingga dampaknya dari keserakahan bangsa ini tdk terus saja terjajah…baik dohir dan batin-nya

    Apakah tdk punya harapan anak cucu keturunan kedepan menjadi bangsa yang besar,bangsa yang aman adil makmur dan sejahtera,menjadi bangsa yang bangga, bangsa yang dipuja2 bangsa..

    Seperti yang dicita2kan para leluhur,..cita2 para pendiri bangsa.. _/\_

    View Comment
  14. Terima kasih kpd Penulis yg udah susah payah ngumpulin data, nulis, dan mikir tentunya…
    Semoga anda sll sehat dan terus berkarya…
    Yg komen biar aza komen, krn memang hny itulah kemampuan mereka..
    Bagaimanapun jg tulisan diatas pst ada *manfaatnya*…

    View Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *