Situs Warisan Dunia yang Terancam Punah

Situs Warisan Dunia UNESCO adalah sebuah tempat khusus yang telah dinominasikan untuk program Warisan Dunia internasional yang dikelola UNESCO World Heritage Committee. Program ini bertujuan untuk mengkatalog, menamakan, dan melestarikan tempat-tempat yang sangat penting agar menjadi warisan manusia dunia. Dalam artikel ini, dicantumkan beberapa tempat yang masuk ke dalam Situs Warisan Dunia UNESCO yang terancam punah atau rusak oleh berbagai hal. Berikut ulasannya :

1. Timbuktu, Mali Timbuktu adalah sebuah kota di Mali, Afrika Barat. Kota ini adalah rumah dari Universitas Sankore dan madrasah lainnya, dan juga, kota ini adalah pusat dari penyebaran Islam di Afrika pada abad ke-15 dan abad ke-16. 3 Masjid utamanya, Djingareyber, Sankore dan Sidi Yahya, mengingatkan kembali kepada zaman keemasan Timbuktu. Walaupun terus bangkit, monumen ini sekarang dibawah ancaman dari desertifikasi.

Kota ini dihuni oleh suku Songhay, Tuareg, Fulani, dan Moor. Kota ini sering kali dibilang terletak di Sungai Niger, namun sebenarnya terletak 15 km utara sungai itu. Kota ini juga berada di daerah persimpangan dari Perdagangan Trans-Sahara baik dari barat ke timur, sampai utara ke selatan. Kota ini dulu dan sekarang, merupakan tempat penyaluran garam dari Taoudenni.

Loading...
MENARIK:  Batu Tulis Sang Hyang Tapak Galuh Ciamis

Sejarahnya yang panjang sebagai pos perdagangan yang menghubungkan Afrika Barat dengan Berber, Arab dan Yahudi melalui Afrika Utara, dan juga secara tidak langsung dengan pedagang dari Eropa, telah memberikannya status fabel, dan di barat, dia merupakan sebuah metafora untuk tanah jauh yang eksotik. Kontribusi Timbuktu yang panjang kepada kebudayaan Islam dan dunia adalah pelajar.

2. Gereja Nativitas, Palestina Gereja Kelahiran atau Gereja Nativitas di Betlehem adalah salah satu dari gedung-gedung gereja tertua di dunia yang masih digunakan sebagai tempat peribadatan. Bangunan ini didirikan di atas gua yang menurut tradisi merupakan tempat lahir Kristus, dan dihormati sebagai tempat suci baik oleh umat Kristiani maupun oleh umat Islam.

Poros sinar matahari menerangi Gereja Nativity di Betlehem, di mana sarjana Kristen percaya bahwa Yesus Kristus dilahirkan. Terletak di Tepi Barat dari wilayah Palestina. Gereja inipun masuk ke daftar UNESCO World Heritage dan Daftar Warisan Dunia dalam Bahaya tahun ini. Hal ini terjadi karena kerusakan yang disebabkan oleh kebocoran air.

3. Liverpool Maritim Mercantile City, Inggris The Liverpool Maritim Mercantile City adalah Situs Warisan Dunia UNESCO di Liverpool, Inggris. Terdiri dari enam lokasi di pusat kota Liverpool, termasuk Pier Head, Albert Dock dan William Brown Street, dan mencakup banyak landmark kota yang paling terkenal.

MENARIK:  Great Blue Hole, Tempat Penyelaman Maha Dahsyat

UNESCO menerima nominasi dewan kota untuk enam lokasi pada bulan Januari 2003 dan pada bulan September tahun itu dikirim representaitves ICOMOS untuk melakukan evaluasi terhadap kelayakan untuk daerah-daerah yang akan diberikan Status Warisan Dunia. Pada bulan Maret 2004 ICOMOS merekomendasikan bahwa UNESCO menuliskan Liverpool Maritim Mercantile Kota sebagai Situs Warisan Dunia. Pada 2012 situs itu tertulis di Daftar Warisan Dunia dalam Bahaya karena usulan pembangunan proyek Waters Liverpool. Ini adalah salah satu dari hanya dua Situs Warisan Dunia yang terancam punah di Eropa.

4. Portobelo, Panama Portobelo adalah sebuah kota pelabuhan di Provinsi Colón, Panama. Terletak di bagian utara dari Tanah Genting Panama dan memiliki pelabuhan alami yang mendalam. Hari ini, Portobelo adalah sebuah kota tertidur dengan populasi kurang dari 3.000. Pada tahun 1980 reruntuhan benteng kolonial Spanyol, bersama dengan sekitar Fort San Lorenzo, yang dinyatakan sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO yang terancam.

MENARIK:  Sejak Masa Peradaban kuno, Pulau - Pulau di Indonesia Sangat Kaya Raya

5. Makam Askia, Mali Makam Askia, di Gao, Mali, diyakini sebagai tempat pemakaman Askia Mohammad I, salah satu kaisar dari Kekaisaran Songhai paling berpengauh. Dibangun pada akhir abad kelima belas dan ditetapkan sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO. UNESCO menggambarkan makam Askia sebagai contoh bangunan monumental yang baik terbuat dari lumpur- tradisi Sahel Afrika Barat.

Komplek ini mencakup makam piramida, dua masjid, kuburan dan tanah perakitan. Pada 17 meter di ketinggian itu adalah monumen pra-kolonial terbesar arsitektur di kawasan ini. Ini adalah contoh pertama dari sebuah gaya arsitektur Islam yang kemudian menyebar di seluruh wilayah. Askia sedang digunakan secara teratur sebagai masjid dan pusat kebudayaan milik publik untuk kota Gao. Situs dan daerah penyangga di sekitarnya dilindungi oleh hukum nasional dan lokal.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *