Penyebab Langit Berwarna Biru

Mungkin pertanyaan ini adalah pertanyaan yang cukup sering kita dengar atau juga pertanyaan yang diajukan anak kecil kepada orang tuanya. Ayah, mengapa langit berwana biru.. Bunda, mengapa langit berwana biru.. Kakak, mengapa langit berwana biru.. Dan kadangkala kita juga kebingungan untuk menjelaskannya. Artikel kali ini akan membahas tentang itu, mengapa langit berwarna biru?? Untuk menjawab pertanyaan tersebut, telebih dahulu kita harus mengerti tentang cahaya dan atmosfir bumi.

Atmosfer bumi

Lapisan-Lapisan Atmosfer

Atmosfer adalah campuran molekul gas dan bahan lainnya yang melingkupi bumi. Atmosfer Bumi terdiri atas nitrogen (78.17%) dan oksigen (20.97%), dengan sedikit argon (0.9%). Ada juga sejumlah kecil gas lainnya, dan banyak partikel padat kecil, seperti debu, jelaga dan abu, serbuk sari, dan garam dari lautan.

Loading...

Komposisi dari atmosfer bervariasi, tergantung pada lokasi, cuaca, dan banyak hal lainnya. Mungkin ada lebih banyak air di udara setelah hujan badai, atau dekat laut. Gunung berapi dapat menempatkan sejumlah besar partikel debu ke atmosfer. Polusi dapat menambahkan gas yang berbeda atau debu dan jelaga. Atmosfer yang terpadat (tebal) di bagian bawah, dekat Bumi, secara bertahap menipis saat kita pergi lebih tinggi dan lebih tinggi lagi.

Gelombang cahaya

Cahaya adalah jenis energi yang memancar atau berjalan dalam gelombang. Banyak jenis perjalanan energi dalam gelombang. Misalnya, suara adalah gelombang dari udara yang bergetar. Cahaya adalah gelombang dari getaran medan listrik dan magnetik. Ini adalah salah satu bagian kecil dari getaran medan elektromagnetik yang lebih besar yang disebut spektrum elektromagnetik.

Gelombang elektromagnetik berjalan pada ruang dengan kecepatan 299.792 km/detik (186.282 mil/detik). Ini disebut kecepatan cahaya.

 Gelombang elektromagnetik

Energi dari radiasi tergantung pada panjang gelombang dan frekuensi. Panjang gelombang adalah jarak antara bagian atas (puncak) dari gelombang. Frekuensi adalah jumlah gelombang yang lewat tiap detiknya. Semakin panjang panjang gelombang cahaya, semakin rendah frekuensi, dan sedikit energi yang dikandungnya.

Warna Cahaya

Warna dasar cahaya, bila digabung akan menghasilkan warna hitam.

Cahaya tampak adalah bagian dari spektrum elektromagnetik yang mata kita dapat melihatnya, sekitar 400 sampai 700 nm. Namun ada beberapa orang dapat menerima panjang gelombang dari 380 sampai 780 nm (atau dalam frekuensi 790-400 terahertz). Cahaya dari matahari atau bola lampu mungkin terlihat putih, tetapi sebenarnya merupakan kombinasi banyak warna. Kita bisa melihat warna yang berbeda dari spektrum dengan memisahkan cahaya dengan prisma. Spektrum juga terlihat saat kita melihat pelangi di langit. Meskipun spektrum optik adalah spektrum yang kontinu sehingga tidak ada batas yang jelas antara satu warna dengan warna lainnya, keterangan berikut memberikan batas kira-kira untuk warna-warna spektrum:
1. ungu 380-450 nm
2. biru 450-495 nm
3. hijau 495-570 nm
4. kuning 570-590 nm
5. jingga 590-620 nm
6. merah 620-750 nm
7. pink 1000-000 nm

 warna-warna spektrum

Warna-warna berbaur terus menerus satu sama lain. Pada ujung spektrum terdapat warna merah dan jingga. Pembauran tersebut secara bertahap menjadi kuning, hijau, biru, nila dan ungu. Warna-warna memiliki panjang gelombang, frekuensi, dan energi yang berbeda. Violet memiliki panjang gelombang terpendek dalam spektrum. Hal Itu menyebabkan violet memiliki frekuensi dan energi tertinggi. Merah memiliki panjang gelombang terpanjang sedangkan frekuensi dan energinya terendah.

Cahaya Di Udara

Cahaya Di Udara

Cahaya bergerak melalui ruang dalam garis lurus selama tidak ada yang mengganggunya. ketika cahaya bergerak melalui atmosfer, cahaya akan terus bergerak lurus sampai menabrak partikel debu atau molekul gas. Lalu apa yang terjadi pada cahaya tergantung pada panjang gelombangnya dan ukuran dari benda yang ditabraknya.

Partikel debu dan tetesan air jauh lebih besar dari panjang gelombang cahaya tampak. Ketika cahaya menghantam partikel besar, cahaya itu akan terefleksi, atau memantul ke berbagai arah yang berbeda. Warna-warna cahaya yang berbeda semua terpantul dari partikel (yang dihantam/tabrak) dengan cara yang sama. Cahaya yang dipantulkan akan muncul putih karena masih mengandung semua warna yang sama.

Molekul gas lebih kecil dari panjang gelombang cahaya tampak. Jika cahaya menghantam ke dalam molekul gas, ia bertindak secara berbeda. Ketika cahaya menghantam molekul gas, beberapa molekul mungkin bisa diserap. Setelah beberapa saat, molekul memancarkan (mengeluarkan) cahaya di arah yang berbeda. Warna yang terpancar adalah warna yang sama dengan yang diserap. Warna-warna cahaya yang berbeda dipengaruhi secara berbeda. Semua warna bisa diserap. Namun frekuensi yang lebih tinggi (Violet) akan diserap lebih sering dibandingkan dengan frekuensi yang lebih rendah (merah). Proses ini disebut hamburan Rayleigh . (Dinamai oleh Lord John Rayleigh, seorang ahli fisika Inggris, yang pertama kali menggambarkannya pada tahun 1870-an).

Jadi, mengapa langit berwarna biru? Warna biru pada langit disebabkan karena hamburan Rayleigh. Ketika cahaya bergerak melalui atmosfer, sebagian besar cahaya dengan panjang gelombang terbesar dapat lolos. Sedikit dari cahaya merah, oranye dan kuning terpengaruh oleh udara. Namun, banyak cahaya dengan panjang gelombang lebih pendek diserap oleh molekul gas. Cahaya biru diserap kemudian terpancar dalam arah yang berbeda. Ia bertebaran ke seluruh langit. Saat kita melihat kearah langit, sebagian dari cahaya biru yang tersebar itulah yang terlihat oleh kita. karena cahaya biru yang tersebar tadi langit menjadi biru.

Sekarang, sudah mengerti dan sudah bisa menjawab pertanyaan bukan, mengapa langit berwarna biru..

MENARIK:  Runtuhnya Teori Evolusi Seiring Penemuan Kebudayaan Jutaan Tahun Lalu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *