Proses Menjadi Imam Mahdi

 

KEAJAIBANDUNIA.WEB.ID – Tulisan ini dipersembahkan khusus bagi mereka yang ingin memahami kebenaran tentang misteri: Satrio Piningit, Imam Mahdi, Dajjal, Yesus Kristus, anti kristus, nabi Isa, Almasih dan Ratu Adil. Tulisan ini juga mengungkap misteri: Sabdo Palon Nayo Genggong, Nyi Roro Kidul, mahluk ruang angkasa, (UFO), leluhur bangsa israil dan benua atlantis. Tulisan ini adalah sambungan dari Kemunculan Satrio Piningit.

 

Proses Menjadi Imam MahdiTidak ada ayat didalam Alqur’an yang menceritakan tentang Imam Mahdi. Ummat islam tahu tentang Imam Mahdi, dajjal dan turunnya nabi Isa hanya melalui hadist nabi Muhammad. Ummat islam terpecah belah menjadi beberapa golongan hanya mempermasalahkan soal Imam Mahdi padahal mereka tidak memiliki pengetahuan sedikitpun tentang Imam Mahdi. Andaikan saja Imam Mahdi diceritakan dalam Alqur’an maka dipastikan ummat islam akan terpecah berkeping-keping dan kepingan-kepingan itu berada dalam lingkaran syetan durjana.

Korelasi antara Tuhan dengan Imam Mahdi sangat personality. Suatu hubungan yang bersifat konfidensial (amat sangat rahasia). Tugas utama Imam Mahdi adalah memunculkan kebenaran Alqur’an. Ayat demi ayat dinyatakan kebenarannya kemudian dirangkai dan disimpulkan. Imam Mahdi adalah Alqur’an yang berjalan. Imam Mahdi adalah saksi yang menyaksikan Tuhan Semesta Alam dengan segala penciptaanNya. Tidak ada yang mengetahui Tuhan dengan segala rahasiaNya kecuali Imam Mahdi. Ummat islam tidak boleh mengkultuskan dan memuja-muja nabi Muhammad betapapun besarnya jasa-jasanya oleh karena sekarang ini nabi Muhammad tidak lagi sendiri. Dia tidak tunggal. Dia tidak Esa. Ada Imam Mahdi yang merupakan pasangannya. Nabi Muhammad telah digenapkan.

Nabi Muhammad yang bertugas membawa Alqur’an, Imam Mahdi yang bertugas membuktikan kebenaran Alqur’an. Imam Mahdi bukan nabi apalagi rasul karena tidak ada lagi nabi dan rasul setelah Muhammad. Akan tetapi nabi Muhammad bukan pemimpin ummat manusia. Imam Mahdi lah yang pemimpin ummat manusia.

Alqur’an adalah kitab suci yang diimani oleh ummat islam akan tetapi Alqur’an bukan untuk ummat islam. Alqur’an untuk seluruh ummat manusia baik yang masih hidup maupun yang sudah mati tanpa membeda-bedakan latar belakang agamanya. Alqur’an bukan hanya untuk ummat manusia saja akan tetapi Alqur’an juga diperuntukkan untuk alam semesta ini. Imam Mahdi berkewajiban menundukkan alam semesta ini beserta seluruh isinya untuk menerima dan membenarkan Alqur’an. Seluruh ummat manusia baik yang hidup maupun yang sudah mati, seluruh masyarakat golongan jin maupun syetan harus tunduk menerima dan membenarkan Alqur’an.

Imam Mahdi tidak ada urusan dengan syiar islam karena Imam Mahdi tidak diberi tugas untuk membenarkan agama Muhammad. Tugas Imam Mahdi adalah membenarkan Alqur’an termasuk membenarkan Tuhannya nabi Ibrahim. Berat nian tugas seorang Imam Mahdi. Berperang seorang diri. Tiada hari tanpa perang. Jika ada waktu luang maka waktu itu hanya akan diisi untuk mengatur strategi dan taktik untuk selanjutnya berperang dan berperang lagi. Dalam hadist nabi Muhammad disebutkan “andaikan hari kiamat itu dapat ditunda walau sehari maka Allah akan menundanya sekedar untuk membahagiakan Imam Mahdi”. Hadist ini sahih. Hadist ini menggambarkan betapa beratnya tugas menjadi Imam Mahdi.

Ummat nasrani juga tidak lagi dibolehkan mengkultuskan Yesus Kristus betapapun besarnya jasa dan pengorbanannya. Semua itu tinggal sejarah dengan segala macam penafsiran yang keliru. Dia telah turun untuk kali yang kedua. Dia turun untuk menggenapkan. Karena dia telah turun maka dia tidak boleh lagi dikatakan Tuhan Yesus, sebab dia telah turun untuk menggenapkan. Yang tunggal hanya ALLAH di syurga. Itulah Tuhan.

Semua yang memiliki pasangan adalah hamba Tuhan. Semua yang telah digenapkan adalah hamba Tuhan. Hanya Tuhan saja yang satu. Sendiri. Dia tidak bisa digenapkan. Dia tidak bisa diduakan. Maka ikutlah kepada agama bapa kita Abraham. Itulah agama yang benar. Bukan agama Kristen, bukan juga Yahudi apalagi Islam. Ikutlah pada agama bapa kita Abraham. Itulah agama yang lurus. Jalan yang lurus. Jalan menuju syurga yang dijanjikan.

Untuk membuktikan kebenaran nabi Muhammad, Yesus Kristus dan nabi Isa maka pada umur tiga puluh empat tahun Satrio Piningit naik ke langit. Bukan jasad raganya yang naik tapi jiwanya. Waktu nabi Muhammad dulu melakukan isra dan mi’raj, juga bukan jasad raganya melainkan hanya jiwanya saja yang naik kelangit.

Satrio Piningit naik kelangit seorang diri. Tidak ditemani oleh siapa-siapa. Jiwanya meninggalkan jasad raganya dan melesat cepat ke angkasa jagat raya dalam hitungan beberapa menit dia melintasi pintu langit. Pintu langit bentuknya bundar seperti sumur tua yang terbuat dari susunan batu merah yang tidak ditutupi semen. Diameter lingkarannya sekitar empat meter. Ada tiga bangunan putih masing-masing berlantai empat dengan deretan kamar sebanyak sepuluh sehingga setiap bangunan berbentuk seperti flat yang tiap bangunannya terdapat empat puluh kamar. Flat-flat itu adalah tempat tinggal seratus dua puluh malaikat dimana tiap bangunan didiami empat puluh malaikat.

Di depan bangunan flat tempat tinggal malaikat ada sebuah bangunan berbentuk bilik empat persegi, ukurannya lebih kecil dari Ka’bah. Tingginya tidak setinggi Ka’bah. Tinggi bilik itu hanya dua meter saja. Dindingnya terbuat dari kaca tebal. Warnanya hitam pekat tidak tembus pandang. Hitamnya sama dengan kiswah Ka’bah. Nama bilik itu adalah baitul aswan. Ilmu Tuhan tersimpan di dalam bilik itu. Di depan bilik, di sisi kiri bangunan flat para malaikat ada hamparan padang pasir sejauh mata memandang. Pasirnya bersih, warnanya kuning seperti warna bulan purnama. Tidak ada angin tidak ada matahari di padang itu tapi hawanya teduh dan tenang.

Nama padang itu adalah padang masyhar. Seratus dua puluh malaikat bertugas menjaga bilik baitul aswan. Tugas penjagaan ini disebut dengan tawaf. Tugas lainnya adalah menjaga pintu langit agar tidak ditembus oleh jin dan syetan yang suka mencuri-curi berita langit. Tiga malaikat mengambil ilmu Tuhan dari dalam bilik baitul aswan kemudian mereka masukkan ilmu itu ke dalam diri Satrio Piningit. Di lengan kanannya dimasukkan cairan berwarna merah darah dan di lengan kirinya dimasukkan cairan berwarna putih susu.

Cara memasukkannya dengan cara menyuntiknya. Alat suntik yang digunakan seperti alat suntik yang biasa digunakan orang kalau menyuntik sapi. Ilmu ini disebut ilmu nyata. Peruntukannya untuk manusia nyata yang masih hidup saat ini. Kemudian Satrio Piningit diisi lagi ilmu melalui hidungnya (jalur nafas). Alat yang digunakan seperti alat bantu pernafasan sebagaimana yang biasa digunakan orang dirumah sakit. Ilmu ini disebut ilmu gaib. Peruntukkannya untuk manusia yang sudah berada di alam gaib karena telah meninggal dunia.

Yang terakhir Satrio Piningit diisi ilmu lewat ubun-ubunnya. Alat yang digunakan seperti alat yang digunakan dokter atau paramedis kalau mendeteksi denyut jantung. Bentuknya seperti karet, warnanya hitam dan diletakkan di ubun-ubun Satrio Piningit. Tujuan ilmu ini adalah agar Satrio Piningit dapat menerima petunjuk langsung, atau perintah langsung atau pengendalian langsung dari Tuhan Semesta Alam.

Setelah diisi dengan empat macam ilmu oleh malaikat maka dengan sekejap mata Satrio Piningit langsung naik ke langit yang ketujuh. Di sana dia berjumpa dengan malaikat Jibril alaihissalam dalam bentuk dan rupa yang asli. Malaikat Jibril berdiri di pintu syurga. Di depan pintu syurga ada hamparan putih yang ukurannya sekitar enam kali enam meter. Nama tempat itu adalah sidratul muntaha. Di tempat itu Satrio Piningit bertekuk kedua lutut dengan menengadahkan kedua tangannya. Lehernya mendongak keatas.

Dilihatnya ada segumpulan kecil awan hitam. Nama gumpulan kecil awan hitam tersebut adalah “arasy”. Di situlah Tuhan Semesta Alam bertahta. Satrio Piningit berkata “Ya ALLAH, aku telah datang” kemudian Tuhan berfirman: “Hai …….. (Tuhan menyebut tiga huruf nama Satrio Piningit dari Sembilan huruf yang dipunyai nama Satrio Piningit yang sebenarnya) …. Kenapa kamu datang !. Kembali ke bumi !”.

Satrio Piningit tidak menjawab. Dia terdiam membisu. Perintah kembali ke bumi adalah perintah untuk memunculkan kebenaran tentang apa yang dilihatnya dan apa yang diketahuinya. Satrio Piningit adalah saksi yang menyaksikan. Sebagai saksi yang benar, maka Satrio Piningit harus menyampaikan kesaksiannya. Penyampaiannya bukan dengan kata-kata akan tetapi melalui tindakan. Dan tindakan itu dengan jalan berperang! Dengan bekal ilmu yang didapatkan di langit pertama, Satrio Piningit memimpin dirinya sendiri memimpin perang dengan bergelar Imam Mahdi.

Semua kejadian di muka bumi baik itu huru-hara, goro-goro, perang antar suku, agama, dan bangsa-bangsa, bencana-bencana alam berupa awan panas, kebakaran hutan, banjir bandang, tsunami, tanah longsor, letusan-letusan gunung berapi, kecelakaan pesawat Adam Air dan Sukhoi SJ 100 dan kejadian-kejadian aneh lainnya yang tidak dapat difahami oleh logika akal sehat manusia adalah bukti nyata bahwa Imam Mahdi telah turun dan menyatakan kehadirannya.

Satrio Piningit bersaksi dan membenarkan keyakinan ummat nasrani bahwa Yesus Kristus mati di tiang salib lalu bangkit dari kematiannya di hari yang ketiga, kemudian Dia datang mengunjungi murid-muridnya dan memberi pesan-pesan terakhir. Setelah pesan-pesan itu Dia sampaikan; Yesus Kristus naik ke langit, ke rumah bapa di syurga.

Satrio Piningit bersaksi dan membenarkan keyakinan ummat islam bahwa bukan Isa yang disalib melainkan Tuhan menciptakan yang menyerupai dia. Yang menyerupai nabi Isa adalah jasadnya sendiri. Jasad itu yang oleh bunda Maria (Maryam) memberinya nama sebagai Yesus, adapun jiwanya dinamakan Isa oleh bapa(nya). Nabi Isa juga naik kelangit.

Satrio Piningit bersaksi dan membenarkan bahwa Yesus Kristus atau nabi Isa ada di rumah bapa di syurga. Ternyata mereka hanya satu. Manusia di bumi mengenal dia dengan dua nama. Ternyata di syurga dia menggunakan nama barunya yaitu malaikat Jibril (Gabriel).

Cairan merah darah yang disuntikkan ke lengan kanan Satrio Piningit saat berada di langit pertama sesungguhnya cairan itu adalah darah Yesus Kristus ketika dia disalibkan. Cairan yang bentuknya seperti susu putih yang disuntikkan ke lengan kiri Satrio Piningit sesungguhnya adalah jiwa nabi Isa alaihissalam. Yesus Kristus dan nabi Isa menyimpan misteri bagi ummat manusia dan menyisakan perbedaan pendapat dan permusuhan sepanjang sejarah peradaban manusia. Yang dapat menyelesaikan perselisihan ini hanyalah Imam Mahdi. Oleh karena itu nabi Isa menjadikan Imam Mahdi sebagai Imamnya juga.

Kedudukan Imam Mahdi lebih tinggi dari nabi Isa sedangkan kedudukan nabi Isa dengan Yesus Kristus adalah sejajar ibarat lengan kanan dan lengan kiri. Yesus Kristus dan nabi Isa adalah dua warna yaitu merah dan putih. Imam Mahdi akan mempersatukannya menjadi merah putih tanpa menodai warna-warna tersebut. Merah putih adalah bendera negara Republik Indonesia. Negara tempat turunnya Imam Mahdi, Yesus Kristus, dan nabi Isa. Yang membawa ketiganya turun kebumi ini adalah Satrio Piningit.

Hal ini dapat saja terjadi oleh karena bapaknya Satrio Piningit bersaudara dengan bapaknya Yesus Kristus (nabi Isa). Bapaknya Satrio Piningit bernama ALHIDIR atau nabi Hidir sedangkan nama bapaknya Yesus Kristus (nabi Isa) adalah ALMASIH (MASEAS). Nabi Hidir lebih dulu diciptakan, kemudian menyusul Almasih (Maseas).

ALHIDIR adalah cahaya gaib Tuhan sedangkan ALMASIH adalah cahaya nyata Tuhan. Oleh karena bapak Satrio Piningit hanya cahaya gaib Tuhan maka dia harus memingit dirinya dan harus merahasiakan jati dirinya yang sebenarnya. Berbeda halnya dengan Yesus Kristus (nabi Isa) yang bapaknya adalah cahaya nyata Tuhan maka sejak awal kelahirannya sampai dia mati dan dibangkitkan kembali diharuskan menyebut siapa bapaknya. Pencapaian terakhir Yesus Kristus adalah menyatu dengan asal penciptaannya yaitu menjadi MASEAS. Bangkit dari kuburnya di hari ketiga adalah masa dia menjadi MASEAS.

Saat itulah Yesus Kristus disebut sebagai Tuhan Yesus oleh murid-muridnya diikuti oleh ummat nasrani sesudahnya. Alquran tidak pernah menyebut Isa Almasih akan tetapi Isa Putera Maryam. Hanya ada dua ayat yang menyebut kata “Almasih, Isa Putera Maryam”. Tidak ada ayat yang menyebut Isa Almasih. Pencapaian tertinggi nabi Isa adalah saat dia sudah dibangkitkan untuk dinaikkan ke langit menyatu dengan asal penciptaannya yaitu Almasih. Saat itulah identitas dirinya sebagai Putera Maryam ditanggalkan dan berhak menggunakan nama Isa Almasih.

Nabi Isa Putera Maryam disebut juga sebagai seorang nabi dan rasul oleh karena dia membawa ajaran Tuhan untuk disebarkan kepada ummat manusia. Isa Almasih tidak boleh disebut nabi apalagi rasul karena gelar Almasih dia dapatkan setelah dia dibangkitkan. Almasih bukan nabi apalagi rasul. Almasih adalah cahaya nyata Tuhan. Itulah sebabnya setelah Yesus Kristus dibangkitkan di hari ketiga maka dia menjadi MASEAS (ALMASIH) dan dinamakan sebagai Tuhan Yesus.

ALHIDIR (nabi Hidir) dan ALMASIH sama-sama hamba Tuhan. ALHIDIR adalah cahaya gaib Tuhan. Bayangan gaib Tuhan. ALMASIH adalah cahaya nyata Tuhan. Bayangan nyata Tuhan. Keduanya adalah hamba terdekatNya. DisisiNya. Keduanya digenapkan. Hanya Tuhan saja yang satu. Tunggal. Esa. Ahad.

ALHIDIR menguasai bumi beserta seluruh isinya. ALMASIH menguasai langit beserta seluruh isinya. Alhidir menguasai semua yang gaib. Almasih menguasai semua yang nyata. AlHidir menguasai timur. Almasih menguasai barat. Alhidir menguasai malam. Almasih menguasai siang. Jika ALHIDIR dan ALMASIH disatukan maka itulah yang disebut dengan ALLAH. Tak satupun hambaNya atau ciptaanNya yang dapat sampai kepada Tuhan melainkan hanya sampai kepada ALLAH-Nya saja. Tuhan melindungi diriNya dibalik cahaya ALLAHNya. Tuhan hanya satu. Sendiri saja. Semua hambaNya genap dan digenapkan.

Satrio Piningit adalah titisan nabi Hidir. Cahaya gaib Tuhan. Sejak kelahirannya sampai kematiannya dan saat dia dibangkitkan kembali dia harus tetap memingit diri (Piningit) merahasiakan jati dirinya. Manusia tidak boleh tahu dan tidak akan mungkin bisa mengetahui siapa Satrio Piningit yang sebenarnya. Pencapaian tertinggi Satrio Piningit adalah saat dia menyatu dengan asal penciptaannya yaitu menjadi ALHIDIR. Pencapaian ini bisa terjadi apabila seluruh tugas-tugas yang diperintahkan Tuhan kepadanya telah dia laksanakan dengan baik dan sempurnah.

Jika Satrio Piningit telah menjadi ALHIDIR maka ALMASIH akan turun kebumi menyatukan dirinya dan melebur ke dalam ALHIDIR dan menjadi satu. Saat itulah Satrio Piningit muncul dengan nama barunya. Nama barunya terdiri atas satu kata saja. Kata itu terdiri atas sembilan huruf.

Dengan nama barunya, Satrio Piningit akan memerintah, memimpin Indonesia dengan julukan RATU ADIL. Indonesia akan masuk ke dalam masa keemasannya. Indonesia akan menjadi kiblat bangsa-bangsa lain yang ada di muka bumi ini. Bagi orang islam menyebut masa itu sebagai masa Isa Almasih memimpin dunia. Orang Kristen menyebut adalah masa dimana Yesus Kristus turun mencari domba-dombanya dan memberi makan domba-dombanya dengan penuh kasih untuk dibawa naik kesyurga.

Bersambung

 

10 TOPIK MENARIK LAINNYA

naskah drama lucu 10 orang sunda, ki leuksa, tuladha karangan bahasa jawa tanah longsor, karangan tentang tanah longsor dalam bahasa jawa, kesaktian eyang surya kencana, Kesaktian raden patah, geguritan basa kawi, teks eksposisi tentang komodo, Weton dan tokoh Wayang, hewan peliharaan yang cocok menurut weton

JANGAN LEWATKAN