Gunung Slamet Tetap Berpotensi Meletus

Gunung Slamet adalah salah satu gunung berapi yang terdapat di perbatasan Kabupaten Brebes, Banyumas, Purbalingga, Kabupaten Tegal, dan Kabupaten Pemalang, Provinsi Jawa Tengah.

Gnung Slamet merupakan yang gunung tertinggi di Jawa Tengah serta kedua tertinggi di Pulau Jawa. Kawah IV merupakan kawah terakhir yang masih aktif sampai sekarang, dan terakhir aktif hingga pada level SIAGA pertengahan 2009.

Gunung Slamet Juga Berpotensi Meletus

Loading...

Apakah Gunung Slamet berpotensi juga untuk meletus? Tidak ada yang bisa tahu pasti. Kita hanya bisa memprediksikannya berdasarkan sejumlah aktifitas terakhir gunung ini.

Meletusnya Gunung Kelud di Kediri 13 Februari 2014 lalu ternyata berdampak pada aktifnya Gunung Slamet. Pada hari yang sama (Kamis, 13/02) sekitar pukul 22.00 sampai 23.00 WIB masyarakat Desa Kutabawa, Desa Siwarak, dan Desa Serang, Kecamatan Karangreja Kab. Purbalingga Jawa Tengah dikagetkan dengan bunyi letusan kecil Gunung Slamet. Tidak hanya itu, warga juga mendengar bunyi seperti guntur di angkasa.

MENARIK:  Ternyata Gunung Sadahurip Bukan Piramida

Suara letusan Gunung Slamet tersebut terdengar lebih dari dua kali. Sebagian masyarakat yang terjaga langsung panik dan keluar rumah karena ketakutan. Beruntung, kejadian tersebut tidak berlangsung sampai tengah malam, sehingga, masyarakat merasa lega dan bisa beristirahat.

Sebagaimana gunung api lainnya di Pulau Jawa, Gunung Slamet terbentuk akibat subduksi Lempeng Indo-Australia pada Lempeng Eurasia di selatan Pulau Jawa. Retakan pada lempeng membuka jalur lava ke permukaan. Gunung Slamet merupakan gunung api yang aktif dan sering mengalami erupsi skala kecil. Gunung Slamet tercatat pernah meletus pada tahun 1999.

Saat ini aktifitas Gunung Slamet kembali seperti sedia kala. Hanya bagian lerengnya saja yang kini dipenuhi oleh debu vulkanik hasil letusan Gunung Kelud beberapa hari lalu. Hanya saja masyarakat di sekitar Gunung Slamet perlu tetap waspada dan siap setiap saat karena sewaktu-waktu Gunung Slamet bisa meningkatkan aktifitas vulkaniknya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *