Sejarah Letusan Gunung Galunggung

Gunung Galunggung terletak di Jawa Barat dan sepanjang sejarahnya telah mengalami 4 kali letusan. Gunung ini terletak di 20 km barat daya kota Tasikmalaya dan memiliki ketinggian 2.167 mdpl. Letusan terakhir terjadi pada tahun 1982.

Sejarah Letusan Gunung Galunggung Dari Masa ke Masa

Gunung Galunggung

Loading...

Di gunung ini ada beberapa objek wisata yang sangat indah. Diantaranya adalah Danau Kawah dan Pemandian air panas Cipanas. Jika kalian ingin berkunjung ke Danau Kawah, kalian harus berjalan di sebelah kiri dari pintu gerbang. Sebaliknya jika kalian ingin ke Pemandian air panas Cipanas, Kalian harus berjalan di sebelah kanan dari pintu gerbang.

Saat ini Gunung Galunggung dalam keadaan tidur panjang sehingga kita dapat mendekatinya dengan aman, namun bukan tidak mungkin suatu saat nanti Gunung inipun juga akan memuntahkan laharnya.

Untuk menikmati pemandangan kawah Gunung Galunggung pengunjung harus mendaki menapaki anak tangga yang berjumlah 620 anak tangga.Dari sana pengunjung dapat mencapai dasar kawah dengan menuruni jalan setapak sekitar 100 meter.

Sampai dengan tanggal 14 Februari 2014 atau setelah Gunung Kelud meletus di Kediri, Jawa Timur, Galunggung sudah mengalami kegempaan tektonik jauh sebanyak 51 kali, tektonik lokal sebanyak 2 kali dan vulkanik dalam sebanyak 1 kali.

Nah, untuk mengetahui lebih jelasnya sejarah meletusnya gunung Galunggung, mari kita simak beberapa pemaparan berikut ini yang kami sajikan untuk anda.

 Sejarah Letusan Gunung Galunggung

  • Letusan Tahun 1822

Ilustrasi letusan Gunung Galunggung Tahun 1822

Ilustrasi letusan Gunung Galunggung Tahun 1822

…Sekitar pukul satu atau dua siang, bunyi gemuruh dahsyat menarik perhatian penduduk ke arah sisi lembah. Dari kaki Gunung Galunggung, di tempat kolam hulu sungai Cikunir berada, mereka melihat dengan kecepatan luar biasa kolom asap dan uap naik ke atas, dengan kekuatan dahsyat membumbung tinggi ke udara. Kolom raksasa ini segera menutupi hampir keseluruhan gunung, dan menebarkan kegelapan ke seluruh wilayah…

Itulah sedikit kutipan yang di tulis oleh sala seorang  Johannes Olivier Jz dalam buku “Tafereelen en merkwaardigheden uit Oost-Indie” terbitan tahun 1836. Letusan pertama Gunung Galunggung terjadi pada tanggal 8 Oktober 1822 antara jam 13.00 hingga 16.00 WIB, dan disertai beberapa aktivitas vulkanik dan letusan yang tercatat berlangsung hingga tanggal 12 Oktober 1822.

Sebelum terjadi letusan, sekitar bulan Juli 1822, warga yang berada di sekitar aliran sungai Cikunir, yang berhulu pada Gunung Galunggung, merasakan keanehan yang terjadi pada air sungai. Air Sungai berubah menjadi keruh, tercium bau belerang dan air terasa sedikit pahit.

Selain itu warga yang menyeberangi sungai menemukan bekas buih putih pada kaki mereka. Tak lama kemudian kepala Distrik Singaparna segera melakukan penyelidikan. Utusan kepala distrik memeriksa dan mengikuti aliran sungai menuju hulu pada kolam air terjun Bamboelan, di sana mereka menemukan air di kolam tersebut sangat keruh dan hangat.

Beberapa waktu kemudian air sungai menjadi kembali jernih namun bau belerang masih tetap ada. Berselang tiga bulan kemudian pada 8 oktober 1822 tanpa ada tanda-tanda di langit, meletuslah sang Galunggung dengan dahsyatnya. Bumi bergetar.

Langit bergemuruh. Tanpa peringatan apa-apa Galunggung langsung memuntahkan abu, pasir dan material vulkanik lainnya membumbung tinggi ke angkasa.

Letusan Galunggung pada tahun 1822 ini tercatat sebagai salah satu letusan gunung api yang paling mematikan di dunia karena memakan banyak korban jiwa. Di Tassik-malayoe (Tasikmalaya) 14 kampung musnah, 900 orang tewas, sementara di distrikt Singaparna 35 kampung musnah dan 1500 orang menjadi korban.

Di Distrikt Radjapolla (Rajapolah) terdapat 9 kampung yang musnah akibat lumpur panas namun hanya 9 orang tewas, sementara Distrikt Indihiang merupakan kawasan terparah, sekitar 45 kampung tertimbun lumpur, 1100 orang tewas.

Sementara dalam buku Franz Wilhelm Junghuhn (“Java; Deszelfs Gedaante, Bekleeding en Inwendige Structuur”, Amsterdam, 1853, hlm 143) menyebutkan setelah penelitian resmi yang dilakukan pemerintah (Hindia Belanda) tahun ditetapkan jumlah korban sebanyak 4.011 jiwa dan 114 desa musnah.

Resident der Pranger Regentschap pada masa itu, Baron R. Van Der Capellen, segera turun tangan setelah mendengar kabar meletusnya Galunggung.

Bersama seorang dokter yang bernama Bruininga menolong para pengungsi dan korban letusan Galunggung. Karena besarnya letusan maka Olivier menyebutnya sebagai “Letusan gunung terbesar yang akan terus ada dalam ingatan orang-orang di Pulau Jawa”.

  • Letusan Tahun 1894

Gunung Galunggung tahun 1880 dari arah Singaparna

Gunung Galunggung tahun 1880 dari arah Singaparna

Letusan kedua terjadi tahun 1894, selama 13 hari, tanggal 7-19 Oktober 1894 terjadi letusan yang menghasilkan awan panas.. tanggal 27 dan 30 Oktober 1894, terjadi lahar yang mengalir pada alur sungai yang sama dengan lahar yang dihasilkan pada letusan 1822, Letusan kali ini menghancurkan 50 desa, sebagian rumah ambruk karena tertimpa hujan abu.

  • Letusan Tahun 1918

letusan gunung galunggung Tahun 1918

letusan gunung galunggung Tahun 1918

Letusan ketiga tahun 1918 terjadi selama 4 hari, tanggal 6 – 9 Juli 1918. Letusan tahun ini tingkat kedahsyatannya semakin menurun dibanding letusan tahun 1894. Letusan hanya mengakibatkan gempa dan hujan abu di sekitar kawah saja.

Letusan tanggal 6 Juli ini menghasilkan hujan abu setebal 2-5 mm yang terbatas di dalam kawah dan lereng selatan.

Dan pada tanggal 9 Juli, tercatat pemunculan kubah lava di dalam danau kawah setinggi 85m dengan ukuran 560×440 m yang kemudian dinamakan Gunung Jadi.

  • Letusan Tahun 1982

Gunung Galunggung saat meletus di malam hari pada tahun 1982

Gunung Galunggung saat meletus di malam hari pada tahun 1982

Catatan terakhir letusan Gunung Galunggung terjadi pada tanggal 5 April 1982. Letusan disertai dengan suara dentuman dan gemuruh, pijaran api, dan kilatan petir halilintar. Kegiatan letusan terakhir ini berlangsung selama 9 bulan dan berakhir pada 8 Januari 1983. Letusan Gunung Galunggung pada 1982 itu memang termasuk besar dan lama, yakni hingga 9 bulan.

Letusannya menghancurkan kubah lava yang terbentuk sejak terakhir kali meletus pada 1918. Akibat letusan, muncullah air yang membentuk danau. Adanya danau ini membuat efek bahaya letusan tersendiri.

Letusan terakhirnya bertipe vulcanian vertical (seperti letusan cendawan bom atom), yang semburannya mencapai 20 kilometer ke angkasa. Letusan tersebut juga diikuti dengan semburan piroclastic (debu halus) yang menghujani Tasikmalaya, Garut, Cianjur, Bandung, dan kota-kota lain yang berada dalam radius sekitar 100 kilometer dari Gunung Galunggung, termasuk juga hingga ke Jakarta.

Letusan Galunggung yang hebat, sanggup melontarkan debu vulkaniknya hingga membumbung tinggi ke angkasa. Pada 24 Juni 1982 sekitar pukul 20:40, sebuah pesawat boeing 747-236B dengan kode penerbangan G-BDXH milik maskapai penerbangan British Airways Flight 9 dengan 263 penumpang mengalami kerusakan pada keempat mesinnya saat melintas di atas samudera hindia sekitar sebelah selatan Pulau Jawa.

Pesawat berangkat dari Bandara Heatrow London menuju Auckland Selandia Baru, dengan rute transit Bombay, Madras, Kuala Lumpur, Perth, Melbourne dan Auckland.

Pesawat bertolak dari bandara Sultan Abdul Aziz Shah, Kuala Lumpur, menuju Perth Australia, terbang melintasi Samudera Hindia dengan ketinggian sekitar 37000 kaki (sekitar 11 km) tanpa disadari pesawat terbang masuk ke dalam awan debu vulkanik yang dilontarkan oleh letusan Gunung Galunggung.

Debu vulkanik tersebut menyebabkan keempat mesin pesawat mati hingga akhirnya pesawat mengalihkan rutenya menuju Jakarta, namun dapat mendarat darurat dengan aman.

Kedahsyatan letusan Galunggung di masa lalu telah banyak memakan korban harta dan jiwa. Namun demikian selang beberapa waktu setelah letusan, Galunggung memberikan kehidupan kembali bagi tumbuhan dan orang-orang yang tinggal di sekitarnya.

Keindahan kawah gunung Galunggung

Keindahan kawah gunung Galunggung

MENARIK:  Sundaland Sebagai Benua Atlantis yang Hilang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *