Apakah Gunung Wilis Akan Meletus Juga?

KEAJAIBANDUNIA.WEB.ID – Gunung Wilis adalah satu dari sejumlah gunung berapi tidak aktif yang berada di Jawa Timur, Indonesia. Ketinggian Gunung Wilis mencapai 2563 meter diatas permukaan laut (mdpl), dan puncaknya berada di perbatasan antara 6 kabupaten yaitu Kediri, Tulungagung, Nganjuk, Madiun, Ponorogo, dan Trenggalek.

Gunung Wilis di Jawa Timur

Dalam kepercayaan masyarakat setempat, Gunung Wilis merupakan salah satu gunung suci dari sembilan gunung suci di pulau Jawa. Cerita tentang kesucian gunung Wilis diabadikan dalam Kitab Tantu Panggelaran yang ditulis pada tahun 1635 M.

Loading...

Dalam kitab ini diceritakan ihwal tentang proses pemindahan Gunung Mahameru oleh para dewa dari tanah Jambudwipa (India) menuju ke pulau Jawa, dan bagaimana proses terbentuknya gunung-gunung di pulau Jawa.

Menurut kitab Tantu Panggelaran tersebut, Gunung Wilis merupakan reruntuhan kedua setelah Gunung Katong (Lawu) dari rentetan guguran Sang Hyang Mahameru yang dipindah dari tanah India ke tanah Jawa.

Col andap kulwan, maluhur wetan ikang nuşa jawa; yata pinupak sang hyang mahāmeru, pinalih mangetan. Tunggak nira hana kari kulwan; matangnyan hana argga kelāça ngarannya mangke, tunggak sang hyang mahāmeru ngūni kacaritanya. Pucak nira pinalih mangetan, pinutĕr kinĕmbulan dening dewata kabeh; runtuh teka sang hyang mahāmeru. Kunong tambe ning lĕmah runtuh matmahan gunung katong; kaping rwaning lmah runtuh matmahan gunung wilis.(Pigeaud, 1924).

Jika diterjemahkan dalam bahasa Indonesia, bunyi kutipan di atas adalah sebagai berikut:

Dilepaskan turun di sebelah barat, menuju ke timur pulau Jawa. kemudian dilepaslah Sang Hyang Mahameru, dipindah ke timur. Dasarnya tertinggal di barat. Oleh sebab itu terciptalah gunung yang bernama Kailaca nanti. Mengenai Sang Hyang Mahameru beginilah ceritanya. Puncaknya dipindah ke timur, dikitari oleh semua para dewa; runtuh dari Sang Hyang Mahameru. Setelah jatuh ke tanah terciptalah Gunung Katong; yang kedua tanah jatuh menciptakan Gunung Wilis.

Jadi, sebagai salah satu bagian dari Sang Hyang Mahameru maka Gunung Wilis adalah gunung yang dianggap suci oleh umat Hindu. Kesucian tersebut dapat kita lihat dari ditemukannya sejumlah bangunan suci berupa reruntuhan di lereng-lerengnya.

MENARIK:  Gunung Merapi Mulai Bergemuruh

APAKAH GUNUNG WILIS BERPOTENSI MELETUS?

Setelah beberapa bencana letusan gunung berapi di Indonesia, kini banyak warga yang mengkhawatirkan akan adanya potensi letusan dari Gunung Wilis ini. Benarkah Gunung Wilis berpotensi meletus seperti halnya Gunung Kelud atau Gunung Krakatau?

Untuk membahas hal ini terlebih dahulu sebaiknya kita mengerti apa yang dimaksud dengan gunung berapi. Gunung api atau gunung berapi adalah gunung yang terbentuk akibat material hasil erupsi menumpuk di sekitar pusat erupsi atau gunung yang terbentuk dari erupsi magma.

Sebagian besar gunung berapi yang aktif di dunia berada di pertemuan lempeng tektonik dan muncul di daerah-daerah yang berada di dalam di Lautan Pasifik yang disebut “cincin gunung api” (ring of fire), termasuk gunung Wilis ini.

MENARIK:  Sejak Masa Peradaban kuno, Pulau - Pulau di Indonesia Sangat Kaya Raya

Nah, berdasarkan aktivitasnya, jenis gunung berapi dapat dibedakan atas 3 macam, yaitu:

  • Gunung api aktif, yaitu gunung api yang masih bekerja dan mengeluarkan asap, gempa, dan letusan.
  • Gunung api mati, yaitu gunung api yang tidak memiliki kegiatan erupsi sejak tahun 1600.
  • Gunung api istirahat (non-aktif), yaitu gunung api yang meletus sewaktu-waktu, kemudian beristirahat.

Gunung Wilis —sebagaimana juga telah dijelaskan di awal artikel ini— termasuk dalam kategori gunung api non aktif (istirahat). Gunung Wilis merupakan gunung berapi yang terisolasi dengan letusan bersejarah yang tidak diketahui. Meskipun ada laporan letusan pada tahun 1641 dan peningkatan aktivitas fumarol pada tahun 1885, tetapi tidak bisa dibuktikan validitasnya.

Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa Gunung Wilis saat ini sedang beristirahat dan sewaktu-waktu bisa saja “bangun” dan beraktifitas kembali. Khusus untuk warga yang bermukim di sekitar Gunung Wilis untuk tidak terlalu khawatir bahwa Gunung Wilis akan ikut-ikutan meletus menyusul Gunung Kelud dan kawan-kawannya.

Perlu kita ketahui bersama bahwa setiap gunung berapi yang ada di Indonesia sudah dimonitor oleh pemerintah melalui sejumlah lembaga khusus pengawasan gunung api. Jika sewaktu-waktu terjadi peningkatan aktifitas gunung api yang dimonitor, maka pemerintah secara resmi akan mengeluarkan pengumuman tentang level atau status gunung api yang bersangkutan, beserta himbauan untuk masyarakat yang bermukim di radius bahaya letusannya.

Berdasarkan data pemerintah, saat ini hanya ada 22 gunung berapi di Indonesia yang memiliki status di atas normal dan sewaktu-waktu bisa meletus. Nah, diantara daftar 22 gunung berapi tersebut, tidak ada nama Gunung Wilis di dalamnya. Ini artinya, untuk saat sekarang ini, Gunung Wilis belum dianggap berbahaya dan belum menunjukkan peningkatan aktifitas.

Hanya saja, kita juga perlu pahami bahwa meskipun belum masuk dalam level WASPADA, Gunung Wilis bisa saja secara tiba-tiba meningkatkan aktifitas vulkaniknya seperti halnya Gunung Sinabung di Sumatera Utara.

MENARIK:  Asal Muasal Nama Pulau Besar di Indonesia

Gunung Sinabung tidak pernah tercatat meletus sejak tahun 1600, tetapi tiba-tiba gunung ini mendadak aktif kembali pada tahun 2010 dan mengeluarkan sejumlah erupsi. Letusan terakhir gunung ini terjadi sejak September 2013 dan berlangsung hingga kini.

Mari kita berdoa dan berharap semoga Gunung Wilis tidak demikian sehingga semua warga di sekitarnya tetap dapat beraktifitas normal seperti biasanya. Amin…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *