Contoh Naskah Dongeng Pendek

DongengKEAJAIBANDUNIA.WEB.ID – Dongeng sudah begitu melegenda dan merakyat. Hampir setiap anak pasti mengenal dongeng, tetapi mungkin belum mengetahui secara jelas apa itu dongeng sebenarnya.

Dongeng adalah cerita yang sepenuhnya hasil imajinasi atau khayalan pengarang. Dongeng merupakan suatu kisah yang diangkat dari pemikiran fiktif dan kisah nyata, menjadi suatu alur perjalanan hidup dengan pesan moral yang mengandung makna hidup dan cara berinteraksi dengan makhluk lainnya.

Dongeng juga bisa merupakan dunia hayalan dan imajinasi dari pemikiran seseorang yang kemudian diceritakan secara turun-temurun dari generasi ke generasi.

Loading...

Kadang-kadang kisah dari sebuah dongeng bisa saja membawa para pendengarnya terhanyut ke dalam dunia fantasi. Hal ini sangat tergantung dari bagaimana cara penyampaian dongeng tersebut dan pesan moral apa yang ingin disampaikan.

MENARIK:  Kumpulan Puisi Tentang Pahlawan

Pada setiap dongeng kita dapat menemukan sejumlah unsur instrinsik, seperti adanya tema, tokoh, penokohan (perwatakan), latar atau setting cerita,  alur dan plot, sudut pandang dan amanat atau pesan yang hendak disampaikan.

Sebenarnya ada banyak sekali jenis dongeng. Sebut saja fabel, yaitu cerita yang diperankan oleh binatang yang bertingkah laku seperti manusia. Selain itu ada dongeng dalam bentuk legenda, isinya berupa cerita tentang asal mula atau nama suatu tempat, asal-usul dunia tumbuhan, asal-usul dunia binatang dan sebagainya.

Ada juga jenis dongen berbentuk mitos. Mitos adalah cerita tentang makhluk halus, dunia gaib atau kepercayaaan masyarakat. Kita juga mengenal sage, yakni cerita tentang kepahlawanan dicampur dengan fantasi. Jenis dongeng yang lain adalah farabel, yaitu cerita yang bersifat mendidik.

CONTOH NASKAH DONGENG PENDEK

Sebenarnya agak sulit menemukan naskah dongen yang pendek karena umumnya dongen memiliki alur cerita yang panjang. Di bawah ini adalah beberapa contoh dongeng pendek yang bisa Anda pelajari:

Semut dan Belalang

Pada siang hari di akhir musim gugur, satu keluarga semut yang telah bekerja keras sepanjang musim panas untuk mengumpulkan makanan, mengeringkan butiran-butiran gandum yang telah mereka kumpulkan selama musim panas. Saat itu seekor belalang yang kelaparan, dengan sebuah biola di tangannya datang dan memohon dengan sangat agar keluarga semut itu memberikan sedikit makan untuk dirinya.

“Apa!” teriak sang Semut dengan terkejut, “tidakkah kamu telah mengumpulkan dan menyiapkan makanan untuk musim dingin yang akan datang ini? Selama ini apa saja yang kamu lakukan sepanjang musim panas?”

“Saya tidak mempunyai waktu untuk mengumpulkan makanan,” keluh sang Belalang; “Saya sangat sibuk membuat lagu, dan sebelum saya sadari, musim panas pun telah berlalu.”

Semut tersebut kemudian mengangkat bahunya karena merasa gusar.

“Membuat lagu katamu ya?” kata sang Semut, “Baiklah, sekarang setelah lagu tersebut telah kamu selesaikan pada musim panas, sekarang saatnya kamu menari!” Kemudian semut-semut tersebut membalikkan badan dan melanjutkan pekerjaan mereka tanpa memperdulikan sang Belalang lagi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *