Sejarah Letusan Gunung Marapi di Sumatera Barat

KEAJAIBANDUNIA.WEB.ID – Gunung Marapi yang juga dikenal sebagai Merapi atau Berapi adalah gunung berapi aktif yang terletak di Kabupaten Agam, Sumatera Barat.

Gunung Marapi tergolong gunung api yang paling aktif di Sumatera. Gunung ini dapat juga dilihat dari kota Bukittinggi, kota Padangpanjang dan kabupaten Tanah Datar. Gunung Marapi memiliki ketinggian 2.891 m di atas permukaan air laut.

Gunung Marapi di Agam, Sumatera BaratGunung Marapi di Agam, Sumatera Barat

Loading...

Menurut data Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Bukittinggi, gunung Marapi sudah meletus lebih dari 50 kali sejak akhir abad ke 18. Berikut adalah kronologi dan sejarah letusan gunung Marapi di Agam, Sumatera Barat:

  • Pada tahun 1807-1822 terjadi letusan dahsyat gunung Marapi. Letusan disertai kepulan asap hitam kelam, lelehan lava dan kembang api merah tua. Setelah itu muncul awan dan abu selama setengah hari.
  • 8 September 1830 dilaporkan bahwa Gunung Marapi mengeluarkan awan yang berbentuk kembang kol abu-abu kehitaman dengan ketebalan 1.500 m di atas kawahnya, disertai dengan suara gemuruh. Tidak ada catatan adanya korban saat itu.
  • 2 Oktober 1855 kembali terjadi letusan disertai dengan gempa serta munculnya tiang asap dan suara gemuruh terus-menerus. Pada sore hari terlihat bara api, abu vulkanik, dan banyak batu api terlempar.
  • Pada 4 April 1876 terjadi letusan disertai awan dan abu hitam. Selanjutnya pada Agustus tahun yang sama bongkahan lava sebesar 10-12 meter persegi terlempar sejauh 280 meter.
  • Aktivitas gunung Marapi kembali terjadi pada 31 Maret 1886. Disusul pada 1-2 April terdengar gemuruh keras dan hujan abu. Pada 18 dan 27 April letusan disertai hujan abu sampai ke Sumpur dan Simawang. Kemudian letusan pada 1-3 Mei 1886 yang menimbulkan gempa.
  • Pada tanggal 19-20 Februari 1888 terjadi letusan disertai abu dan batu pijar. Pada 20 Februari terdengar dua kali ledakan dan gempa. Di kawasan Tiku, hujan abu terjadi selama dua jam. Sehari kemudian muncul tiang asap hitam setinggi sekira 400 meter selama beberapa jam.
  • Sepanjang 1900-an salah gunung paling aktif di Indonesia kembali menunjukkan aktivitas. Pada 16 dan 18 Juni 1917 terjadi ledakan dan hujan abu. Pada 16 September terjadi letusan besar dan turun hujan abu sampai Bukittinggi.
  • Kemudian pada 28 Maret 1919 terjadi ledakan dan awan abu. Setelah itu muncul bongkahan lava terlempar ke arah barat daya. Enam tahun kemudian seorang peneliti Ziegler melihat sumbat lava hitam di dasar kawah.
  • Kemudian pada 5 Februari 1927 terjadi letusan dengan asap berbentuk kembang kol. Abu sampai di Padang Panjang. Pada 6 dan 7 Februari terjadi letusan kecil di Kepundan Bungo.
  • Pada 11 Februari turun hujan abu di Padang Panjang. Pada 28 April pukul 17.10 WIB letusan abu, asap sampai setinggi sekira 2.000 meter. Dari akhir Mei sampai akhir Juni tercatat beberapa kali letusan hingga pada 3 Agustus terlihat tiang asap setinggi 3.000 meter.
  • Aktivitas gunung kembali meningkat pada 1930, 1949, 1952, 1971, dan 1973.
  • Pada 1973 terdeteksi peningkatan kegiatan sulfatara di Kawah B, C, dan Bungsu. Pada 24 Juli letusan gas dalam Kawah Verbeek berwarna kehitam-hitaman setinggi 100 meter.
  • 30 April 1979, menurut laporan pers disebutkan sekitar 60 orang tewas akibat letusan Gunung Marapi dan 19 orang pekerja penyelamat terperangkap oleh tanah longsor. Letusan tersebut juga mengeluarkan batu dan lumpur yang menyebabkan kerusakan pada lima daerah kawasan pemukiman penduduk setempat.
  • Pada tanggal 1 hingga 10 Nevember 2005 telah terjadi letusan sebanyak 98 kali, gerakan vulkanik A satu kali dan vulkanik B sebanyak 21 kali.
  • Pada 3 Agustus 2011 Gunung Marapi kembali memuntahkan abu vulkanik ke lima kabupaten dan kota sejauh 30 kilometer. Sementara muntahan abu vulkanik mengangkasa setinggi 1.000 meter.
  • Akhir tahun 2011 hingga awal tahun 2012, Gunung Marapi menampakkan peningkatan aktifitasnya melalui letusan yang menyemburkan abu dan awan hitam. Pada akhir tahun 2011, semburan abu terbawa angin berkilo-kilo meter jaraknya hingga mencapai Kabupaten Padang Pariaman.
  • Akhir 2013 hingga awal 2014, gunung Marapi terus meningkatkan aktivitasnya dan tercatat beberapa kali letusan kecil dan erupsi terjadi. Terakhir erupsi terjadi 26 Februari 2014 kemarin.
MENARIK:  Kejayaan Bahari Masa Lalu Nusantara

Demikianlah sejarah letusan gunung Marapi di Agam, Sumatera Barat. Semoga informasi ini dapat menambah khasanah pengetahuan kita akan fenomena gunung berapi di Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *