Ciri-Ciri Orang Yahudi

KEAJAIBANDUNIA.WEB.ID – Ciri fisik orang Yahudi memang masih sulit dijelaskan. Pasalnya, sulit menemukan perbedaan mencolok antara fisik orang Yahudi dengan dari agama lain, terutama jika mereka berasal dari negara atau wilayah yang sama.

Topik seputar bangsa Yahudi memang tidak kunjung habis diperbincangkan. Hal ini akibat panjangnya sejarah bangsa tersebut, mulai dari periode awal Yahudi, masa pembuangan, hingga pendirian negara Israel dan juga sejarah Yahudi masa kini.

Ciri-Ciri Orang Yahudi

Loading...

Dalam sejarahnya, Yahudi dikenal dengan lebih dari satu nama. Banyaknya nama Yahudi kerap kali menimbulkan kekeliruan dalam memahaminya.

Padahal, jika ditilik lebih jauh, nama-nama Yahudi yang berbeda-beda tersebut sebenarnya memiliki makna khusus tersendiri dan pada waktu yang sama, juga mengisyaratkan pada fase sejarah tertentu dalam sejarah Yahudi.

Di dunia ini setidaknya ada tiga istilah yang sering melekat pada bangsa Yahudi, yakni ‘Ibri, Israel, dan Yahudi. Bangsa Yahudi adalah keturunan dari ras Semit yang umumnya memiliki ciri-ciri fisik berambut pirang, bermata biru dan berhidung besar yang bengkok.

Kaum Yahudi di Tembok Ratapan
Kaum Yahudi di Tembok Ratapan

Hanya saja, beberapa ciri-ciri orang Yahudi bisa diidentifikasi sesuai kelompok-kelompok Yahudi yang ada di bumi. Adapun Yahudi secara garis besar terbagi menjadi 3 kelompok: Ashkenazi, Sefardim, dan Mizrahim.

  • Yahudi Ashkenazi adalah orang-orang Yahudi Eropa, terutama dari Eropa Timur. Bahasa yang mereka pakai biasanya adalah bahasa Yiddish. Saat ini, kaum Ashkenazim di Eropa sudah hampir punah. Mereka masih bisa didapati di Amerika Serikat dan Israel. Kelompok ini dikenal memiliki kecerdasan yang tinggi dengan tingkat skor IQ tertinggi di dunia.
  • Yahudi Sefardim adalah kelompok Yahudi yang berasal dari Jazirah Iberia. Sefardim adalah bentuk plural dari “Sefard”, yang berarti “Spanyol“. Kata ini digunakan untuk merujuk orang-orang Yahudi yang berasal dari Iberia (kini Portugal dan Spanyol), termasuk keturunan mereka yang diperintahkan meninggalkan Spanyol ketika penguasa Katolik Ferdinand dan Isabella merebut kembali dari tangan orang Islam yang membebaskan Spanyol pada 711 M.
  • Yahudi Mizrahim adalah orang Yahudi yang berasal dari timur. Yang dimaksud orang dari timur adalah suku Yahudi yang pada zaman dahulu tinggal di daerah bagian timur (seperti negara yang ada di Timur Tengah, Afrika Utara, Asia bagian tengah, India, dan bagian kecil di Asia Timur), yang masih mempunyai hubungan darah atau keturunan Yahudi sampai sekarang.
MENARIK:  Akhir Serangan Majapahit ke Kediri

KEISTIMEWAAN ORANG YAHUDI

Dalam sejarah peradaban manusia, orang-orang Yahudi dikenal memiliki sejumlah keistimewaan yang jarang didapati pada manusia dari ras lainnya. Setidaknya ada 4 keistimewaan orang Yahudi yang bisa membedakan mereka dari orang non Yahudi, yaitu:

Etnosentris

Etnosentris adalah sikap atau pandangan yang berpangkal pada masyarakat dan kebudayaan sendiri dan meremehkan kebudayaan yang lain. Faktanya, masyarakat dan kebudayaan Yahudi cenderung bersifat kolektif, berbeda dengan orang-orang Barat yang cenderung individualis dan masyarakat Timur yang cenderung klasifikasisme.

Etnosentrisme telah menjadi watak setiap orang Yahudi. Karena itu, di manapun mereka berada pasti selalu mengisolir diri dari masyarakat lain. Karenanya, orang-orang Yahudi memiliki hubungan kokoh satu sama lain, satu kesatuan yang penting dalam melahirkan kelompok yang efektif dan aroganis.

Kecerdasan Tinggi

Faktanya, mayoritas orang Yahudi adalah Yahudi Ashkenazi. Kelompok ini sangat cerdas, dengan rata-rata IQ di atas 115, dan IQ verbal lebih tinggi. Karena kecerdasan merekalah yang menyebabkan orang-orang Yahudi menjadi kelompok elit di Amerika Serikat. Sebagai catatan, IQ verbal merupakan persyaratan terbaik dalam mencapai kesuksesan kerja dan mobilitas maju di dalam masyarakat modern.

Sumber kecerdasan orang-orang Yahudi sebenarnya berkembang mulai dari awal masa anak-anak mereka. Kaum wanita Yahudi dikenal memiliki tingkat keseriusan yang sangat tinggi dalam mendidik anak-anak mereka.

Dari sejak mengandung sampai anak-anak mereka beranjak dewasa, mereka tidak pernah melepaskannya dari musik dan matematika. Satu hal yang unik, mereka tidak diperbolehkan untuk merokok. Cara mereka makan dan apa yang dimakan juga sangat diperhatikan.

Sejak awal mengandung, mereka suka memakan kacang badam dan korma bersama susu, sumber protein terbaik. Siang hari makan roti dan ikan tanpa kepala bersama salad yang dicampur dengan badam dan berbagai jenis kacang-kacangan. Mengapa ikan tanpa kepala? Karena menurut mereka, kepala ikan mengandung bahan kimia yang tidak baik yang dapat merusak perkembangan dan penumbuhan otak anak di dalam kandungan.

Gigih dan Pantang Menyerah

MENARIK:  Darimana Sebenarnya Suku Sunda Berasal?

Orang-orang Yahudi dikenal memiliki watak yang sangat gigih dan pantang menyerah. Jika mereka menghadapi persoalan yang berhubungan dengan kelompok mereka dan Negara Israel, mereka akan melakukan segala-galanya untuk mencapai tujuan dan keberhasilan.

Agresif

Kaum Yahudi selalu bertindak lebih agresif terhadap mereka yang hidup di sekelilingnya. Selain itu, mereka dianggap agresif karena kritikan-kritikan yang mereka lontarkan, yang kadang harus melanggar ajaran agama mereka sendiri.

Mereka dengan agresif selalu berusaha merebut perekonomian suatu daerah yang mereka tempati. Agresifitas Yahudi membawa mereka menjadi penguasa media masa, dunia informasi dan ilmu-ilmu sosial yang memudahkannya untuk merusak orang-orang non Yahudi dan memutarbalikkan fakta yang ada.

****

KELEMAHAN ORANG YAHUDI

Selain dengan melihat keistimewaan orang-orang Yahudi, kita bisa juga mengetahui sesorang adalah penganut Yahudi atau bukan dengan melihat kelemahan-kelemahan yang ada pada dirinya.  Nah, apa saja kelemahan-kelemahan orang Yahudi itu?

Iri dan Dengki

Perasaan iri dan dengki merupakan karakter dan kompetensi khas dari orang-orang Yahudi. Hal ini ditegaskan Allah SWT dalam firmanNya:

“Alangkah buruknya (hasil perbuatan) mereka yang menjual dirinya sendiri dengan kekafiran kepada apa yang Telah diturunkan Allah, Karena dengki bahwa Allah menurunkan karunia-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya diantara hamba-hamba-Nya. Karena itu mereka mendapat muika sesudah (mendapat) kemurkaan dan untuk orang-orang kafir siksaan yang menghinakan” (QS. al-Baqarah [2]:90)

Keras Kepala

Sifat keras kepala bangsa Yahudi tercermin jelas di dalam al-Qur’an. Lihat Qs. al-Baqarah: 67-71 tentang perintah Allah kepada mereka untuk menyembelih sapi tetapi kemudian mereka tidak melaksanakannya.

MENARIK:  Benarkah Borobudur Peninggalan Nabi Sulaiman? Benarkah Orang Jawa Keturunan Yahudi ?

Rakus dan Tamak

Bangsa Yahudi adalah kumpulan manusia-manusia yang sangat tamak. Mereka sangat cinta kepada dunia sehingga mereka ingin hidup ribuan tahun lamanya.

Allah SWT berfirman:

Dan sungguh kamu akan mendapati mereka, manusia yang paling tamak kepada kehidupan (di dunia), bahkan (lebih loba lagi) dari orang-orang musyrik. masing-masing mereka ingin agar diberi umur seribu tahun, padahal umurpanjang itu sekali-kali tidak akan menjauhkannya daripada siksa. Allah Maha mengetahui apa yang mereka kerjakan“. (QS Al-Baqarah [2]: 96).

Suka Berkhianat

Bangsa Yahudi sangat identik sebagai bangsa yang suka berkhianat. Dari jaman dahulu hingga sekarang, sejarah kerap mencatat penghianatan yang telah mereka lakukan.

Suka Menyembunyikan Kebenaran

Karakter Yahudi yang lain menurut Al-Qur’an adalah suka menyembunyikan kebenaran. Orang-orang Yahudi gemar menukar yang hak dengan yang bathil, mengubah ayat-ayat Allah serta menjualnya dengan harga yang murah.

Allah berfirman: “Dan janganlah kamu campur adukkan yang hak dengan yang bathil dan janganlah kamu sembunyikan yang hak itu, sedang kamu Mengetahui“. (QS Al Baqarah [2]: 42)

Jarang Tinggal Menetap

Bangsa Yahudi dikenal sebagai bangsa yang terusir dari tanahnya. Setiap mereka menempati suatu wilayah pasti pengusiran akan terjadi terhadap mereka.

Karena tidak memiliki tempat yang tetap, mereka terseber ke seluruh penjuru dunia sampai akhirnya terealisasi pendirian negara Israel Raya di tanah Pelestina tahun 1948. Semenjak itu, mayoritas bangsa Yahudi berdomisili di sana.

Saat ini, terdapat sekitar 13-14 juta orang Yahudi di seluruh dunia. Meski jumlahnya sedikit, mereka bahkan menguasai lebih dari setengah perekonomian dunia!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *