Contoh Karangan Deskriptif Bencana Alam

Karangan DeskriptifKEAJAIBANDUNIA.WEB.ID – Belakangan ini banyak yang cari informasi tentang contoh karangan deskriptif bencana alam.

Kemungkinan mereka adalah anak-anak SMP atau SMA yang sedang berburu bahan untuk mengerjakan PR tentang membuat karangan deskriptif atau karangan deskripsi bencana alam.

Terlebih dahulu mari kita jelaskan lagi tentang apa itu karangan deskriptif, definisinya, batasan-batasannya serta bagaimana sebenarnya cara membuat karangan deskriptif itu.

Loading...

Karangan deskriptif adalah karangan yang isinya melukiskan suatu objek dengan rangkaian kata-kata yang dapat merangsang indra pembaca. Karangan deskriptif biasa juga disebut karangan deskripsi.

Artinya, dalam sebuah karangan deskriptif, penulis menginginkan agar pembaca seolah-olah bisa ikut melihat, mendengar dan merasakan apa yang ditulis oleh penulis.

MENARIK:  Kumpulan Puisi Tema Bencana Alam

Contoh bentuk karangan deskriptif sebenarnya bisa dengan mudah dijumpai dalam artikel-artikel tentang pariwisata, karya sastra, atau dalam laporan peristiwa di media massa. Karangan deskriptif adalah bentuk karangan yang sebenarnya sangat mudah dibuat oleh siapa saja.

Berikut ini adalah sebuah contoh karangan deskriptif tentang bencana alam, dalam hal ini adalah bencana banjir yang melanda Jakarta:

Pemukiman warga di bantaran Kali Ciliwung di Kampung Pulo, Kampung Melayu, Jatinegara, Jakarta Timur, kembali terendam banjir. Banjir setinggi 3 meter ini akibat naiknya air di Bendungan Katulampa hingga mencapai 120 sentimeter atau Siaga 3 pada Ahad malam, 2 Maret 2014.

Ketua RT 04 RW 03 Kampung Pulo, Usep Tahrudin, mengatakan air mulai memasuki pemukiman warga pada Senin dinihari, 3 Maret 2014.  Menurutnya, air terus naik sampai 3 meter di bantaran kali, khususnya RT 03 dan 04 RW 03. Usep menjelaskan, padahal banjir yang merendam Ahad pagi, setinggi 3 meter, baru saja surut malamnya.

Camat Jatinegara, Syofian, mengatakan banjir merendam sebanyak 47 RT di 7 RW Kampung Pulo. Akibatnya, sebanyak 1.508 kepala keluarga dengan 3.427 jiwa terdampak banjir. Menurut Sofyan, rumah yang terdampak banjir sekitar 15 meter dari bantaran kali. Ketinggiannya bervariasi antara 50-200 sentimeter.

Saat ini tercatat ada sebanyak 179 warga mengungsi di beberapa posko pengungsian, yakni kantor Suku Dinas Kesehatan Jakarta Timur ada 27 jiwa dan Rumah Sakit Hermina di ada 152 jiwa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *