Inilah Kronologis Hilangnya Pesawat Malaysia Airlines

Berikut kronologi hilangnya pesawat MH370 waktu Malaysia (sejam lebih cepat dari WIB):

Sabtu (8/3/2014)

  • 00.41: Lepas landas dari KLIA dengan 239 penumpang termasuk dua bayi dan 12 awak kabin.
  • 01.40: Sinyal MH370 dilaporkan hilang dari radar menara pemandu lalu lintas udara (ATC)            Subang, Malaysia.
  •  06.40: Jadwal tiba di Beijing.
  •  10.15: Muncul rumor pesawat mendarat di Nanning, China. Rumor dibantah
  •  11.55: Muncul kabar otoritas Vietnam menangkap sinyal pesawat.
  •  12.00: Dalam jumpa pers di KLIA, CEO MAS Ahmad Jauhari Yahya menjelaskan ada warga negara dari 14 negara dalam pesawat. Disebutkan WNI berjumlah 12 orang.
  • 12.30: MAS menyatakan, kontak terakhir dengan MH370 posisinya 120 mil laut dari Kota Bharu.
  • 13.00: China mengirim dua kapal laut untuk membantu pencarian di Laut China Selatan
  • 14.22: Kemlu Indonesia lewat juru bicara Michael Tene menyebut hanya ada 7 orang penumpang berkewarganegaraan Indonesia dalam Pesawat Malaysia Airlines MH370 yang hilang.
  • 15.00: Angkatan Laut Malaysia bersama dengan Vietnam berusaha mencari pesawat yang hilang di perairan Laut China Selatan.
  • 15.30: MAS meminta kepada keluarga penumpang untuk berada di KLIA pada pukul 18.00 waktu setempat.
  • 16.20: Pemerintah Vietnam memastikan bahwa MH 370 hilang di wilayah udara Vietnam.
  • 18.00: Keluarga korban berkumpul di KLIA menanti kabar pencarian pesawat MH370.
  • 18.00: Vietnam, Singapura, Filipina dan Amerika Serikat bergabung dalam operasi pencarian.
  • 19.00: PM Malaysia Najib Tun Rasak menegaskan, wilayah operasi pencarian diperluas.
  • 21.00: Vietnam melaporkan menemukan dua genangan minyak di wilayah Selatan perairan mereka, diduga dari pesawat yang jatuh ke air.
  • 23.00: Dua orang yang namanya muncul dalam daftar manifest penumpang pesawat Malaysia Airline MH370 ternyata tidak di pesawat. Namun keduanya mengaku telah melaporkan paspor mereka dicuri. Dua nama penumpang itu adalah Luigi Maraldi (37) warga Italia, dan seorang warga negara Austria Christian Kozel.

Minggu (9/3/2014)

  •  01.40: Setelah selama 24 jam sejak sinyal hilang, pesawat belum juga ditemukan.
  •  05.00: Muncul pernyataan dari AS tentang dugaan teror berkait dengan paspor palsu yang digunakanpenumpang.
  • 07.00: The Star memberitakan, pemegang paspor palsu membeli tiket dari China Southern Airlines.

Sampai berita ini diturunkan, keberadaan Malaysia Airlines dengan nomer penerbangan MH370 jurusan Kuala Lumpur – Beijing masih misterius.

Inilah Kronologis Hilangnya Pesawat Malaysia Airlines

Loading...

Ada pula saksi mata dari pihak Vietnam yang melihat sebuah objek yang jatuh dari ketingian.

Hal ini diperkuat dengan pemberitaan Tuoi Tre, sebuah harian terkemuka di Vietnam, melaporkan bahwa Angkatan Laut Vietnam telah mengkonfirmasi pesawat telah jatuh ke laut.

Menurut Angkatan Laut Laksamana Ngo Van Phat, Komandan Region 5, radar militer mencatat bahwa pesawat itu jatuh ke laut di lokasi 153 km sebelah selatan pulau Phu Quoc.

Selain itu telah ditemukan adanya tumpahan minyak diperairan Vietnam oleh angkatan kaut Vietnam, namun tak ada satupun serpihan pesawat yang terlihat. Setelah diselidiki, ternyata tumpahan minyak tersebut bukan milik pesawat Malaysia Airlines yang hilang dengan nomer penerbangan MH370.

Angkatan laut Malaysia dan sejumlah negara seperti Malaysia, Filipina, Singapura, Vietnam, China, dan Amerika Serikat kompak mengerahkan kekuatan untuk mencari pesawat yang membawa 227 penumpang tersebut.

Dari pihak Malaysia juga meminta kepada TNI untuk membantu pencariannya. Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut mengirim lima kapal perang dan satu helikopter untuk mencari pesawat Malaysia Airlines (MAS).

manifest Nationality of passengers and crew aboard Malaysia Airlines Flight 370Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana Marsetio mengatakan, semua kapal perang yang dikerahkan akan bergabung dalam Komando Armada Indonesia Kawasan Barat Tentara Laut Indonesia.

“Saya sudah berhubungan dengan Panglima Tentara Laut Diraja Malaysia (TLDM) Tan Sri Abdul Aziz Jaafar.

TLDM minta kita bantu mencari pesawat MAS yang dilaporkan tidak dapat dihubungi itu,” kata Marseti dilansir dari themalaysianinsider, Minggu (9/3/2014).

Kelima unit kapal perang tersebut antara lain, satu unit korvet atau KRI Sutanto, dan empat unit kapal patroli yaitu KRI Metafora, KRI Kait, KRI Siribhuah dan KRI Viper.

“Kami kerahkan kekuatan agar misi pencarian ini dapat menunjukkan hasil. Kami juga sentiasa berhubung dengan rekan antarabangsa dalam misi ini,” katanya. Karena belum ada serpihan pesawat, maka keberadaan genangan minyak yang mengambang diatas lautan, bukan berarti minyak tersebut berasal dari pesawat Malaysia Airlines.

Pesawat yang hilang pada hari Sabtu itu adalah berjenis Boeing 777-2H6ER dengan nomor ekor 9M-MRO dan nomor seri 28420. Menurut Fleet Week Database Aviation Intelligence Network, pesawat ini dibangun pada April 2002 dan dikirim ke Malaysia Airlines pada 31 Mei 2002.

Kedua mesin pesawat itu buatan Rolls-Royce Trent 892B-17. Dan mesin yang dipakai adalah urutan ke 404 dari seri Boeing 777 dalam jalur produksi. Sebelum kecelakaan itu, Malaysia Airlines mengoperasikan 15 armada 777-200ERs dibangun antara tahun 1997 dan 2004.

Jika terbukti kecelakaan, maka Boeing 777-200 Malaysia Airlines (MAS) dengan nomer penerbangan MH370 ini adalah kecelakaan keempat untuk seri 777 dalam 245 hari terakhir.

Keempat kecelakaan jenis Boeing 777-200ER itu adalah milik Asiana Airlines di San Francisco, British Airways di Heathrow tahun 2008,  sementara Egypt Air mengalami kebakaran kokpit di Kairo pada tahun 2011. Boeing telah membuat hampir 1.200 buah seri 777 sejak pertama kali terbang pada tahun 1994.

MENARIK:  Satrio Piningit Menurut Filosofi Hindu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *