Keberadaan Pesawat Malaysia Airlines Masih Misterius

Sampai berita ini diturunkan, keberadaan Malaysia Airlines dengan nomer penerbangan MH370 jurusan Kuala Lumpur – Beijing masih misterius. Ada pula saksi mata dari pihak Vietnam yang melihat sebuah objek yang jatuh dari ketingian.

Keberadaan Pesawat Malaysia Airlines Masih Misterius

Keberadaan Pesawat Malaysia Airlines Masih Misterius

Loading...

Hal ini diperkuat dengan pemberitaan Tuoi Tre, sebuah harian terkemuka di Vietnam, melaporkan bahwa Angkatan Laut Vietnam telah mengkonfirmasi pesawat telah jatuh ke laut. Menurut Angkatan Laut Laksamana Ngo Van Phat, Komandan Region 5, radar militer mencatat bahwa pesawat itu jatuh ke laut di lokasi 153 km sebelah selatan pulau Phu Quoc.

Angkatan laut Malaysia dan sejumlah negara seperti Malaysia, Filipina, Singapura, Vietnam, China, dan Amerika Serikat kompak mengerahkan kekuatan untuk mencari pesawat yang membawa 227 penumpang tersebut.

Selain itu telah ditemukan adanya tumpahan minyak diperairan Vietnam oleh angkatan kaut Vietnam, namun tak ada satupun serpihan pesawat yang terlihat. Setelah diselidiki, ternyata tumpahan minyak tersebut bukan milik pesawat Malaysia Airlines yang hilang dengan nomer penerbangan MH370.

Dari pihak Malaysia juga meminta kepada TNI untuk membantu pencariannya. Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut mengirim lima kapal perang dan satu helikopter untuk mencari pesawat Malaysia Airlines (MAS).

Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana Marsetio mengatakan, semua kapal perang yang dikerahkan akan bergabung dalam Komando Armada Indonesia Kawasan Barat Tentara Laut Indonesia.

“Saya sudah berhubungan dengan Panglima Tentara Laut Diraja Malaysia (TLDM) Tan Sri Abdul Aziz Jaafar. TLDM minta kita bantu mencari pesawat MAS yang dilaporkan tidak dapat dihubungi itu,” kata Marseti.

Kelima unit kapal perang tersebut antara lain, satu unit korvet atau KRI Sutanto, dan empat unit kapal patroli yaitu KRI Metafora, KRI Kait, KRI Siribhuah dan KRI Viper. “Kami kerahkan kekuatan agar misi pencarian ini dapat menunjukkan hasil. Kami juga sentiasa berhubung dengan rekan antarabangsa dalam misi ini,” katanya.

Karena belum ada serpihan pesawat, maka keberadaan genangan minyak yang mengambang diatas lautan, bukan berarti minyak tersebut berasal dari pesawat Malaysia Airlines. Sedangkan China selain mengerahkan kapal dan pesawatnya, juga telah melibatkan 10 satelit milik mereka untuk pencarian besar-besaran terhadap pesawat Malaysia Airlines tersebut.

Penumpang asal China paling banyak terdapat dalam pesawat tersebut. Dari total 239 penumpang dan awak pesawat, ada 153 warga China dan seorang warga Taiwan di antaranya. Ratusan warga China ini adalah seniman kaligrafi yang tengah menghadiri acara di Malaysia.

Satelit mereka memiliki kemampuan pencitraan bumi dengan resolusi-tinggi, pencitraan cahaya dan teknologi lainnya “untuk mendukung dan membantu operasi pencarian dan penyelamatan pesawat Malaysia Airlines.

” Satelit China akan membantu memonitor cuaca, komunikasi dan operasi pencarian di lokasi hilangnya pesawat. Selain itu China akan memperkuat kemampuan monitoring sistem satelit navigasi Beidou untuk “memberikan navigasi yang bisa diandalkan dalam mendukung komunikasi dan operasi penyelamatan.”

Pesawat yang hilang pada hari Sabtu itu adalah berjenis Boeing 777-2H6ER dengan nomor ekor 9M-MRO dan nomor seri 28420. Menurut Fleet Week Database Aviation Intelligence Network, pesawat ini dibangun pada April 2002 dan dikirim ke Malaysia Airlines pada 31 Mei 2002.

Kedua mesin pesawat itu buatan Rolls-Royce Trent 892B-17. Dan mesin yang dipakai adalah urutan ke 404 dari seri Boeing 777 dalam jalur produksi. Sebelum kecelakaan itu, Malaysia Airlines mengoperasikan 15 armada 777-200ERs dibangun antara tahun 1997 dan 2004.

Jika terbukti kecelakaan, maka Boeing 777-200 Malaysia Airlines (MAS) dengan nomer penerbangan MH370 ini adalah kecelakaan keempat untuk seri 777 dalam 245 hari terakhir.

Keempat kecelakaan jenis Boeing 777-200ER itu adalah milik Asiana Airlines di San Francisco, British Airways di Heathrow tahun 2008,  sementara Egypt Air mengalami kebakaran kokpit di Kairo pada tahun 2011. Boeing telah membuat hampir 1.200 buah seri 777 sejak pertama kali terbang pada tahun 1994.

MENARIK:  Klausal Perjanjian Antara Tuhan Dengan Qabil

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *