Analisis Jatuhnya Pesawat Malaysia Airlines MH370

KEAJAIBANDUNIA.WEB.ID – Boeing B777-200 itu membawa 227 penumpang, termasuk dua anak-anak, dan 12 orang awak pesawat. Malaysia Airlines mengatakan telah kehilangan kontak dengan salah satu pesawatnya yang terbang dari Kuala Lumpur menuju Beijing, China.

Analisis Habibie tentang Jatuhnya Pesawat Malaysia Airlines MH370
Analisis Habibie mengenai Pesawat Malaysia Airlines MH370

Teori hilangnya Pesawat Malaysia Airlines MH370 mengundang mantan presiden RI turut berkomentar, Habibie yang mengerti betul soal kapal terbang mengatakan bahwa MH370 Meledak Berkeping-keping di Udara.

….”Saya yakin pesawat yang dicari itu tidak akan ditemukan, karena pesawat terbang itu meledak berkeping-keping di atas ketinggian 10 kilometer,” kata Habibie di Jakarta, Kamis 20 Maret 2014. Habibie percaya, pesawat nahas itu meledak di udara di atas ketinggian 33 ribu kaki dari permukaan laut. Penyebabnya kemungkinan karena kebocoran tangki bahan bakar di sayap pesawat. Meski begitu, kepastian penyebab utama ledakan tetap baru bisa diungkap melalui kotak hitam pesawat (black box) tersebut…..

Loading...

Habibie seolah mematahkan kesimpulan bahwa Pesawat tersebut adalah teraman di dunia, Boeing 777 Malaysia Airlines Disebut Pesawat Jet Teraman di Dunia berita lain menyebutkan, Boeing 777 terkenal aman dan Malaysia Airlines, Salah Satu Maskapai Terbaik Dunia

Sementara, Presiden Direktur CSE Aviation, sebuah perusahaan konsultan penerbangan, Edwin Soedarmo bahkan menilai kasus hilangnya MH370 ini sebagai “special case”, kasus istimewa.

“Dalam era modern ini, kalau deteksi puing mudah, tapi kalau 13 hari ditelan bumi padahal pencarian dibantu 26 negara, ini memang special case,” kata Edwin.

Anehnya lagi, kenapa sampai MH370 yang seharusnya menempuh rute KL-Beijing bisa tersesat ke Australia. “Yang lucu juga, itu mau ke Beijing tapi bisa ada sisa-sisa di Perth. Ini 1.001 macam kemungkinan,” kata dia. “Kalau dikuasai pembajak mestinya sudah minta ini sesuatu, pokoknya ini lucu. Hilang ditelan Bumi.”

Investigator senior Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) Mardjono berpendapat, dari sejumlah dugaan, yang paling mungkin adalah pesawat dibelokkan ke luar jalur oleh orang yang mengerti cara menerbangkannya.

Dugaan itu diperkuat fakta bahwa pesawat terlacak terbang setelah dinyatakan hilang kontak. “Diotak-atik orang yang mengerti cara menerbangkan pesawat itu. Bukan rusak (pesawatnya). Kalau rusak terbangnya nggak seperti itu, pasti belok-belok terbangnya,” tegas dia.

Yang jelas, raibnya MH370, bukan salah Indonesia, tak seperti tuduhan yang dimuat Utusan Malaysia yang mengutip situs konspirasi, Cabal Times. Disebut MH370 terbang ke pangkalan militer Amerika Serikat (AS) di Pulau Diego Gracia di Samudera Hindia. Katanya, radar Indonesia sudah pasti mengetahui keberadaan pesawat tersebut. Namun karena memiliki perjanjian kerja sama rahasia dengan AS, memilih diam.

Kabar ini sampai membuat Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) angkat bicara. “Ini perlu dijelaskan gamblang supaya tidak ada berita yang tidak benar beredar,” kata SBY dalam Rapat Terbatas di Istana Kepresidenan, Jakarta, 19 Maret 2014.

Andalkan Sains

Apa yang sesungguhnya terjadi pada MH370? Misteri itu bisa dijawab lewat kotak hitam dan perekam suara kokpit dan cockpit voice recorder (CVR). Tapi, tak mudah mendapatkannya. Bahkan jika puing telah ditemukan.

Objek yang di duga Milik Malaysia Airlines MH370
Objek yang di duga Milik Pesawat Malaysia Airlines MH370

Fakta ini mungkin bisa jadi rujukan: pada 1 Juni 2009, Air France AF447 hilang saat mengudara dari Rio de Janeiro di Brasil ke Paris, Prancis. Puing A330 Airbus ditemukan mengambang di permukaan Atlantik 5 hari kemudian. Segala upaya dilakukan untuk menemukan bangkai pesawat, tapi sia-sia.

Butuh dua tahun untuk menemukan dan mengangkat bagian terbesar pesawat dan 104 jasad di dalamnya pada Mei 2011. Pencarian AF447 makan proses panjang. Salah satunya dengan melibatkan para ahli matematika.

Bagaimana metode matematika bisa menemukan pesawat yang hilang? Otoritas investigasi kecelakaan penerbangan Prancis, BEA, mengumpulkan sekelompok ahli statistik di AS yang memiliki keahlian dalam mencari benda yang hilang di laut. Analis Senior Colleen Keller lalu terbang ke Prancis untuk membantu.

Keller dan timnya dari Metron Inc di Virginia menggunakan Teorema Bayes, yang dicetuskan pendeta sekaligus matematikawan dari Abad ke-18, Thomas Bayes. Dalam tulisannya yang diterbitkan tahun 1763, 3 tahun setelah kematiannya, Bayes memperkenalkan sebuah versi dari persamaan beberapa probabilitas.

Persamaan sederhana ini bisa memecahkan banyak permasalahan dalam teori peluang. Perkiraan probabilitas Bayesian hingga kini digunakan di seluruh dunia, dibuat dalam versi perangkat lunak, untuk memperkirakan apapun termasuk pasar uang dan cuaca.

Kasus Air France AF447

Dalam kasus Air France, para ahli yakin bahwa pesawat jatuh dalam jarak 40 mil dari radius lokasi terakhir ‘ping’. Peta probabilitas yang dibuat Keller merujuk pada lokasi yang lebih sempit. Tim pencari pun dikerahkan. Namun gagal. Apakah itu berarti statistik tak ada gunanya? Tunggu dulu!

Kasus Air France AF447
Kasus Air France AF447

Beberapa bulan kemudian, Keller dan timnya mengubah salah satu asumsi mereka, dan memasukkan data historis yang menunjukkan bahwa setelah terjadi kecelakaan, kotak hitam akan memancarkan sinyal, setidaknya dalam 90 % kasus kecelakaan. Sinyal tak ditangkap tim pencari. Maka disimpulkan, pesawat tak ada di area itu.

Kemudian, para ahli dari Metron mengadaptasi model mereka ke skrenario lain yang lalu menghasilkan probablilitas tertinggi. Sekali lagi, tim SAR dikirim, kali ini mereka menemukan bangkai kapal terbang. Misteri kecelakaan AF447 pun berakhir. Kotak hitam dan VCR menunjukkan pilot salah membaca kecepatan, keliru merespons, dan kehilangan kendali atas pesawat.

“Seperti sebuah keajaiban bisa menemukannya. Untungnya puing berada di area berpasir di dasar laut. Ada beberapa wilayah Samudera yang seperti Himalaya, dalam terminologi gunung, tebing, dan lembah,” kata Keller seperti dikutip dari BBC.

Jika sampai terjebak ke 3 wilayah itu, ”Mungkin AF 447 tak pernah bisa ditemukan,” kata ilmuwan perempuan tersebut.

Bagaimana dengan MH370?

Lalu, bagaimana dengan nasib MH370? Keller tak bisa memastikan pesawat itu bisa ditemukan. “Orang bertanya-tanya, bagaimana bisa sebuah Boeing 777 menghilang begitu saja. Tapi, jika benar tak ada petunjuk, mungkin ia berada di dasar Samudera Hindia dan kita tak akan menemukannya.”

Dengan asumsi bahwa MH370 jatuh, akan lebih baik jika bagian pesawat lebih cepat ditemukan. “Jika ditemukan lebih cepat puing itu akan memberi kita petunjuk di mana badan pesawat berada,” kata Keller.

“Namun, sudah terlampau lama sejak kapal terbang itu diduga celaka. Aku tak merasa keberadaan puing, jika ditemukan, bakal banyak membantu.”

Kesulitan menemukan MH370, Menhan Malaysia Hishammuddin Hussein mengangkat telepon. Bukan menghubungi paranormal, melainkan markas Departemen Pertahanan AS di Pentagon. Bicara dengan Menhan AS Chuck Hagel.

Bagaimana dengan MH370
Bagaimanakah nasib MH370?

“Meminta agar AS mempertimbangkan menyediakan beberapa peralatan pencari bawah laut,” kata juru bicara Pentagon Laksamana John Kirby.

Pinger locator hydrophone

Malaysia meminjam alat yang dikenal dengan sebutan “pinger locator hydrophone”. Angkatan Laut AS diketahui memiliki sistem yang disebut “Towed Pinger Locator”, sebuah alat pendengar bawah air yang ditarik di belakang kapal.

Biasa digunakan Angkatan Laut untuk mencari pesawat komersial jatuh, karena bisa mendeteksi sinyal pada kedalaman hingga 20.000 kaki (6.000 meter). Demikian seperti diuraikan dalam situs Angkatan Laut AS.

Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) tak mau ketinggalan. Pemimpinnya, Charles Bolden mengatakan, pihaknya akan memanen data dari satelit untuk mendapatkan gambar terbaru yang mungkin bisa membantu pencarian.

Ke mana dan bagaimana pencarian dilakukan, yang paling tersiksa batinnya adalah keluarga korban. Seperti yang dirasakan Wang Zheng. Kesabarannya nyaris habis.

“Tantangan terbesar adalah mengatasi gejolak emosi yang sudah saya alami. Tak bisa makan, tak bisa tidur. Saya memimpikan kedua orang tua saya setiap hari,” kata dia seperti dimuat The Globe and Mail. Ayahnya, Wang Xiong Linshi dan sang ibu, Yunmin adalah penumpang MH370.

Dalam pertemuan dengan para pejabat Malaysia Jumat lalu, anggota keluarga korban meluapkan kemarahannya. Sampai-sampai para petinggi negeri jiran harus dievakuasi polisi. “Kami merasa dikumpulkan, dikurung dalam kegelapan, dan dibohongi oleh pemerintah Malaysia,” kata salah satu dari mereka.

Ada yang memilih tawakal. Meyakini, “Miracles do happen”…keajaiban bisa saja terjadi. Semoga.

MENARIK:  Sekelompok Nelayan Klaim Temukan Pesawat Malaysia Airlines

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *