Terkuak Misteri Kata Terakhir Pilot MH 370

Loading...

KEAJAIBANDUNIA.WEB.ID – Pelaksana Tugas (Plt) Menteri Transportasi Hishammuddin Hussein mengonfirmasi kata-kata terakhir dari kokpit pesawat Malaysia Airlines dengan nomor penerbangan MH370 yang dinyatakan hilang sejak 8 Maret 2014. Dia menjelaskan, kata-kata terakhir sebenarnya adalah “Good Night, Malaysian three seven zero”“Selamat Malam, Malaysia 370.”

Terkuak Misteri Kata Terakhir Pilot MH 370
Terkuak Misteri Kata Terakhir Pilot MH 370

Sebelumnya kata-kata terakhir yang beredar dari kokpit adalah “Alright, good night”. “Kami konfirmasikan bahwa percakapan terakhir antara petugas Air Traffic Control (ATC) dengan seseorang di kokpit terjadi pada pukul 01.19 waktu Malaysia. Yakni Selamat Malam, Malaysia 370,” jelas Hishammuddin dalam keterangan tertulis yang dimuat The Star, Senin (31/3/2014).

Malaysia “Ralat” Kalimat Terakhir dari Kokpit MH370 Malaysia Airlines, … “Kami ingin mengonfirmasi bahwa percakapan terakhir dalam transkrip antara pengendali lalu lintas udara dan kokpit adalah pada 01.19 (waktu Malaysia) dan (kalimatnya adalah) ‘Good night Malaysia three seven zero’,” kata Departemen Penerbangan Sipil Malaysia dalam sebuah pernyataan.

Pihak berwajib Malaysia mengungkapkan bahwa penerbangan Malaysia Airlines MH370 kemungkinan besar jatuh ke Samudera Hindia Sabtu 8 Maret antara pukul 08.11 dan 09.15 pagi hari itu karena kehabisan bahan bakar atau avtur, lapor laman harian The West Australian.

Menurut sumber penerbangan, pesawat MH370 diyakini telah disengaja diterbangkan hingga ke ketinggian ekstrem untuk membuat pingsan para penumpang. Menurut sumber tersebut kepada media Inggris, MailOnline, Selasa (25/3/2014), tak lama setelah komunikasi suara terakhir dari kokpit pesawat pada 8 Maret lalu, pesawat tersebut diketahui terbang di ketinggian antara 43 ribu kaki (13.106 meter) dan 45 ribu kaki (13.716 meter).

Hal ini tercatat oleh radar militer. Kondisi ini terbang pada ketinggian ekstrem berlangsung selama 23 menit. “Pesawat itu diketahui terbang pada ketinggian ini selama 23 menit sebelum menurunkan ketinggian. Oksigen akan habis dalam 12 menit, menyebabkan para penumpang tak sadarkan diri,” ujar sumber tersebut.

Menurut sumber tersebut, pesawat Boeing 777-200ER memiliki batas maksimum ketinggian 43.100 kaki (13.136 meter). Namun pada ketinggian itu, di mana atmosfer menipis dengan drastis, maka tak akan butuh waktu lama untuk terjadinya hipoksia atau kekurangan oksigen.Pada kondisi tersebut, masker oksigen memang akan dijatuhkan di depan para penumpang untuk digunakan.

Namun pada ketinggian demikian ekstrem, masker-masker tersebut hanya bisa memasok oksigen selama beberapa menit saja.

Loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *