Mengungkap Teka – Teki Lukisan ‘ The Last Supper ‘ Karya Leonardo da Vinci

KEAJAIBANDUNIA.WEB.ID ~ Leonardo di Ser Piero da Vinci (artinya : Leonardo putra Ser Piero dari kota Vincia) ini lahir : 15 April 1452 – wafat : 02 Mei 1519 M, merupakan anak dari pasangan Ser Piero Da Vinci dan Caterina yang berasal dari kota Vincia, propinsi Firenze, Italia.

Lukisan “The Last Supper Of Jesus”
Lukisan “The Last Supper Of Jesus” asli sebelum di edit

Dia adalah seorang pelukis Renaisans Italia, pematung, penemu, peneliti, ahli per­me­sin­an, ahli anatomi, matematika, ahli tumbuhan dan binatang, optik, aerodinamika, musisi handal. Ia belajar tanpa ada batasnya, karena ia tidak bekerja keras, ia hanya “bersenang-senang”.

Untuk melukis manusia, ia secara khusus mem­pelajari anatomi tubuh manusia. Ia dikenal sebagai sosok tipe “manusia renaisans & jenius universal”. 

Loading...

Salah satu lukisan Leonardo da Vinci yang juga sangat berharga adalah “The Last Supper (Perjamuan Terakhir)”,yang secara dramatis melukis­kan makan malam terakhir Yesus dengan 12 muridnya (Dodeka) sebelum ia dikhianati dan disalib.

(Dalam buku fiksi Dan Brown yang sangat terkenal, “The Da Vinci Code” (2003), lukisan The Last Supper, dikatakan mengandung misteri terbesar dalam sejarah umat Kristen yang dijaga ketat, bahkan dengan nyawa para pelindungnya selama ribuan tahun).

Lukisan “The Last Supper Of Jesus” sesudah di edit
Lukisan “The Last Supper Of Jesus” sesudah di edit

 

Berikut ini hasil kajian penulis berdasarkan Al-Kitab dengan Kidung Jemaat, Terbitan Lembaga AlKitab Indonesia, Jakarta, 2001.

1. Bagaimanapun juga harus diakui bahwa lukisan ”The Last Supper” diatas, merupakan hasil rekayasa imajinasi Leonardo   yang bisa dikatakan “agak menyimpang” dari nas Bibel Yohanes.

Mengapa agak menyimpang ? sebab tidak ada sama sekali penjelasan lengkap tentang bentuk formasi duduk ketika perjamuan itu dilaksanakan, seperti bentuk berbanjar, melingkar atau yang lainnya.

Dilihat dari cara memposisikan duduknya 12 murid Yesus (Dodeka) dalam prosesi perjamuan Hari Raya Roti Tidak Beragi menjelang Paskah, Leonardo tampaknya sangat terpengaruh oleh Bibel Yohanes : 13 : 22-25 sebagaimana berikut :

Murid-murid itu memandang seorang kepada yang lain, mereka ragu-ragu siapa yang dimaksudkan-Nya. Seorang diantara murid Yesus, yaitu murid yang dikasihi-Nya, bersandar dekat kepada-Nya, disebelah kanan-Nya. Kepada murid itu Simon Petrus memberi isyarat dan berkata : “Tanyalah siapa yang dimaksudkan-Nya !”. Murid yang duduk dekat Yesus itu berpaling dan berkata kepada-Nya: Tuhan, siapakah itu ?”.

Sekilas gambar diatas tampak biasa saja dan tidak bermasalah, karena secara parodi gambar tersebut hampir mirip dengan isi teks diatas. Namun, jika dicermati kembali barulah nampak ada yang janggal.

Kejanggalan itu muncul dari teks Bible diatas yang menyatakan “adanya seorang murid yang paling dikasihi Yesus diantara 12 murid inti lainnya, yakni yang berada disebelah kanan Yesus dan duduknya bersandar”.

Hal inilah, yang menyebabkan munculnya peluang lebar bagi siapa saja yang ingin menjawab ataupun menafsirkan sesuai dengan pemahaman dan kemampuan mereka pribadi untuk memanipulasi siapakah murid tersebut yang menjadi teka-teki ini, termasuk Leonardo sendiri. Perhatikan gambar berikut ini, tepat dibawah no. 3:

Lukisan “The Last Supper Of Jesus”
Lukisan “The Last Supper Of Jesus”

2. Dari ke-empat Injil Kanonik, hanya Injil Yohanes saja yang menggambarkan tata posisi duduk saat perjamuan terakhir Yesus dimalam Hari Raya Roti Tidak Beragi berlangsung, walaupun hanya sekilas. Namun harus diingat bahwa Injil Yohanes-pun sama sekali tidak menjelaskan bentuk formasi duduknya, hanya sedikit posisi duduknya saja.

3. Lukisan yang dimunculkan oleh Leonardo juga menampakkan bahwa cara bersandarnya “murid yang dikasihi Yesus” kurang tepat. Sebab, bunyi yang tertulis “bersandar dekat kepada-Nya” sedangkan dalam ilustrasi lukisan tersebut justru bersandar menjauhi Yesus.

4. Jawaban penulis sebagai hasil kajian ini, jelas menentang keras jawaban yang telah dipublikasikan para pengkaji terdahulu, yakni :

a. Menurut karya lukis Leonardo da Vinci, jelas menggambarkan bahwa murid yang terkasih disisi Yesus adalah Maria Magdalena (murid perempuan “yang katanya” bekas sundal, yang saat itu menjadi teman intim Yesus).

Ini tergambar jelas bahwa sosok yang bersandar itu memiliki perawakan/ model mirip seorang wanita (cara bersandar, raut wajah, cara meletakkan tangan diatas meja). Hal ini juga menginspirasi Dan Brown untuk menulis buku fiksi “The Da Vinci Code”, tahun 2003.

Pemahaman Leonardo beserta Dan Brown ini bukannya tanpa alasan. Penulis beranggapan bahwa pemahaman tersebut bersumber dari bunyi ayat berikut :

Simon menanyakan kepada Yesus : “Tuan, apakah yang akan terjadi dengan dia ini ?” Jawab Yesus : “Jikalau aku menghendaki, supaya ia tinggal hidup sampai aku datang, itu bukan urusanmu.Tetapi engkau: ikutlah aku.” (Yohanes : 21 : 21-22)

Kata ganti “dia/ nya” disini dipahami oleh Leonardo beserta Dan Brown adalah Maria Magdalena.

Jadi, menurut pemahaman versi Dan Brown dan Leonardo da Vinci, urutan angka dalam gambar diatas (1) Yudas Iskariot (2) Simon Petrus (3) Maria Magdalena (4) Yesus.

b. Menurut pendapat yang lain, menyatakan bahwa murid terkasih disisi Yesus itu adalah Simon Petrus. Hal ini juga bersumber dari pemahaman terhadap bunyi ayat berikut :

Sesudah sarapan Yesus berkata kepada Simon Petrus :
“Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku lebih dari pada mereka ini?”Jawab Petrus kepadanya: “Benar Tuhan, Engkau tahu, bahwa aku mengasihimu.”
Kata Yesus kepadanya: “Gembalakanlah domba-domba-Ku.”
Hal itu dinyatakan Yesus untuk kedua kalinya:
“Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku ?”
Jawab Petrus kepada-Nya: “Benar Tuhan, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi-Mu.”
Kata Yesus kepadanya: “Gembalakanlah domba-domba-Ku”.
Hal itu dinyatakan Yesus untuk ketiga kalinya:
“Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku ?”
Jawab Petrus kepada-Nya: “Benar Tuhan, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi-Mu.”
Kata Yesus kepadanya: “Gembalakanlah domba-domba-Ku. (Injil Yohanes : 21 : 15-18)

Mungkin saja benar pernyataan ini, karna saat itu hanya Simon Petrus saja yang minta dimandikan oleh Yesus sendiri. Akan tetapi, jika hal ini dimasukkan dalam gambar parodi lukisan Leonardo diatas, jelas ditolak.

Sebab, ayat Injil Yohanes sebelumnya menyatakan dengan jelas bahwa Simon Petrus justru tidak dalam posisi bersandar dan pastinya tempat duduknya-pun tidak berdampingan dekat dengan Yesus.

Dia malah bertanya pada murid terkasih Yesus yang duduknya memang bersandar dan terdekat dengan Yesus, sebagaimana ayat berikut :

Seorang diantara murid Yesus, yaitu murid yang dikasihi-Nya, bersandar dekat kepada-Nya, disebelah kanan-Nya. Kepada murid itu Simon Petrus memberi isyarat dan berkata :“Tanyalah siapa yang dimaksudkan-Nya !”. Murid yang duduk dekat Yesus itu berpaling dan berkata kepada-Nya : Tuhan, siapakah itu ?”. (Injil Yohanes : 13 : 23-25)

c. Maka, penulis berpendapat bahwa murid yang terkasih disisi Yesus itu adalah Yohanes putra Zabadeus, penulis Injil Yohanes sendiri. Maka, urutan berdasarkan lukisan diatas adalah (1) Yudas Iskariot (2) Simon Petrus (3) Yohanes putra Zabadeus (4) Yesus. Hal ini tidak berarti karena Yohanes ingin mengunggulkan dirinya sendiri dalam kitab karyanya, tetapi berdasarkan bukti berikut ini :

  • Murid yang selalu berada didekat Yesus. Saat Yesus disalib-pun ia berada di bawah salib bersama Maria, bahkan Yesus sempat mengucapkan kalimat wasiat kepadanya. Jadi, Yohanes putra Zabadeus memang benar-benar saksi hidup Yesus, paling mengenal Yesus dibandingkan ketiga penulis Injil Kanonik lainnya.
  • Yohanes Putra Zabadeus adalah pengarang Injil Yohanes, anak Zabadeus (Injil Markus : 1:19 dst). Ia berasal dari Betsaida, yakni sebuah dusun nelayan di pantai tasik Genesareth. Ia juga seorang nelayan Galilea. Zabadeus, ayahnya adalah seorang nelayan yang tergolong berkecukupan. Salome, ibunya tergolong wanita pelayan dan pengiring setia Yesus, bahkan sampai ke bukit Kalvari dan kubur Yesus. Bersama dengan saudaranya Yakobus & Petrus, Yohanes termasuk kelompok rasul inti dalam bilangan keduabelasan (Dodeka); ia bahkan disebut sebagai murid kesayangan Yesus (Injil Yohanes : 21:20). Mereka bertiga (Yohanes, Yakobus dan Petrus) adalah saksi peristiwa pembangkitan puteri Yairus (Injil Markus : 5:37 dst); saksi peristiwa perubahan rupa Yesus di gunung Tabor (Injil Markus : 9:2 dst) dan saksi peristiwa sakaratul maut dan do’a Yesus di taman Getzemani (Injil Markus : 14:33). Yohanes putra Zabadeus dan Andreas pada mulanya adalah murid Yohanes Pembaptis (Injil Yohanes : 1:40). Yohanes Pembaptis-lah yang menyuruh mereka berdua pergi kepada Yesus dan bertanya: “Rabbi, di manakah Engkau tinggal? (Injil Yohanes : 1:36-39).
    Putera-putera Zabadeus itu terbilang kasar, sehingga mereka dijuluki ‘putera-putera guntur’. Bersama Yakobus kakaknya, Yohanes meminta kepada Yesus dengan perantaraan ibunya, agar mereka boleh duduk di sisi kanan-kiri Yesus di dalam kerajaan-Nya nanti. Keduanya pun berani berjanji akan meminum piala sengsara untuk memperoleh hal yang dipintanya itu; tetapi Yesus menjawab bahwa hal itu adalah urusan Bapa-Nya di surga (Injil Markus : 10:35-41).
  • Nama Yohanes tidak disebutkan di dalam Injil ke-4. Hanya di dalam bab 21, yang secara umum dianggap sebagai tambahan dari waktu kemudian, ditemukan ungkapan “para putera Zabadeus.” Demikian pula ungkapan yang menyatakan “murid yang dicintai Yesus” (Injil Yohanes : 20) baru muncul pada bab 13. Di dalam jemaat purba, Yohanes menempati kedudukan sebagai pemimpin (Kisah Para Rasul : 3-8). Paulus menjuluki dia sebagai “tiang agung/ sokoguru Gereja” (Galatia : 2:9). Di dalam daftar keduabelasan rasul, kedudukannya langsung berada di belakang Petrus. Di dalam tradisi yang lebih muda, ia dikenal sebagai penulis Kitab Wahyu dan Surat-surat pertama sampai Ketiga Yohanes. Menurut Kitab Wahyu 1:9 ia tinggal di pulau Patmos. Ireneus menulis bahwa Yohanes tinggal dan wafat di Efesus.
  • Yohanes adalah murid Yesus yang paling setia dan rasul termuda. Ia amat dikasihi oleh Yesus. Pada perjamuan malam terakhir, Yohanes diperbolehkan menyandarkan kepalanya di dada Yesus. Bahkan berani mengikuti Yesus sampai ke gunung Kalvari dan mendampingi Bunda Maria hingga di bawah kaki salib Yesus. Di bawah kaki salib itulah ia diserahi tugas oleh Yesus menjadi pengawal Bunda Maria (Injil Yohanes : 19:27). Yesus yang sedang menghadapi ajal, menyerahkan pemeliharaan Bunda-Nya kepada murid yang dikasihi-Nya ini. Sambil memandang Bunda Maria, Ia berkata, “Inilah ibumu.” Jadi, hingga akhir hidupnya di dunia, Bunda Maria tinggal bersama Santo Yohanes. Hanya Yohanes seorang yang memperoleh hak istimewa untuk menghormati serta melayani Bunda Maria yang tanpa noda.
  • Sejak Pantekosta, ia bekerja bersama dengan Petrus, baik di Yerusalem maupun di Samaria untuk mencurahkan Roh Kudus kepada orang-orang yang baru dibaptis. Kira-kira pada tahun 60 ia pergi ke Asia Kecil dan menjadi Maha uskup di kota Efese. Dalam Kitab Wahyu diterangkannya bahwa ia dibuang ke pulau Patmos karena agama dan ajarannya. Sepulangnya ke Efese ia mengarang Injilnya. Dari buah karangannya kita dapat melihat bahwa Yohanes adalah seorang teolog yang karangan-karangannya berisi refleksi dan ajaran teologis yang mendalam tentang Yesus dan karya perutusan-Nya.
  • Pada tahun-tahun terakhir hidupnya, khotbah Yohanes hanyalah berupa wejangan-wejangan singkat yang sama saja: “Anak-anakku, cobalah kamu saling mencintai”. Atas pertanyaan orang-orang serani, mengapa ajarannya selalu sama saja, ia tegas menjawab: “Sebab itulah perintah Tuhan yang utama dan jikalau kamu melakukannya, sudah cukuplah yang kamu perbuat”.
  • Santo Yohanes adalah satu-satunya murid inti dari bilangan 12 murid (Rasul) terpilih, yang terakhir meninggal dunia kira-kira ditahun 100 pada masa pemerintahan Kaisar Trayanus. Santo Yohanes, Rasul, Penginjil yang diperingati pestanya setiap tanggal 27 Desember. Sumber : diolah dari indocell.net/yesaya dan imankatolik.or.id
  • Kita dapat melihat dalam beberapa referensi di Alkitab yang menyatakan bahwa rasul Yohanes menyebut dirinya sebagai murid yang dikasihi-Nya, sebagai contoh:
    “Seorang di antara murid Yesus, yaitu murid yang dikasihi-Nya, bersandar dekat kepada-Nya, di sebelah kanan-Nya.” (Injil Yohanes 13:23)
    “Ketika Yesus melihat ibu-Nya dan murid yang dikasihi-Nya di sampingnya, berkatalah Ia kepada ibu-Nya: “Ibu, inilah, anakmu!” (Injil Yohanes 19:26)
    “Ia berlari-lari mendapatkan Simon Petrus dan murid yang lain yang dikasihi Yesus, dan berkata kepada mereka: “Tuhan telah diambil orang dari kuburnya dan kami tidak tahu di mana Ia diletakkan.” (Injil Yohanes 20:2)
    “Maka murid yang dikasihi Yesus itu berkata kepada Petrus: “Itu Tuhan.” Ketika Petrus mendengar, bahwa itu adalah Tuhan, maka ia mengenakan pakaiannya, sebab ia tidak berpakaian, lalu terjun ke dalam danau.” (Injil Yohanes 21:7).
  • Hanya rasul Yohanes yang mengatakan bahwa dia adalah murid yang disayangi oleh Yesus, seperti yang terlihat di ayat-ayat di atas. Hal ini bukan berarti bahwa Yesus tidak menyayangi murid-murid yang lain. Namun pernyataan ini adalah suatu pernyataan dan ekspresi adanya suatu hubungan yang begitu erat dan penuh dengan intimasi antara Yesus dan rasul Yohanes. Sama seperti saya dapat mengatakan bahwa saya adalah anak yang dikasihi oleh orang tua saya. Kepercayaan ini lahir karena saya mempunyai hubungan yang khusus dengan orang tua saya, dimana saya yakin bahwa mereka mengasihi saya dan saya juga mengasihi mereka. Inilah kepercayaan yang lahir dari hubungan kasih murni. Hubungan kasih yang murni inilah, yang menyebabkan rasul Yohanes bersama dengan Bunda Maria dan Maria Magdalena dapat teguh berdiri dibawah tiang salib saat itu. Kasih ini juga yang menyebabkan Yesus mempercayakan Bunda Maria, ibu-Nya yang sangat dikasihi-Nya, kepada Yohanes, yang merupakan wakil dari semua orang yang percaya.
  • Hanya Yohanes saja yang menuliskan dalam Injilnya dengan diakhiri kalimat “Masih banyak hal-hal lain lagi yang diperbuat oleh Yesus, tetapi jikalau semuanya itu harus dituliskan satu per satu, maka agaknya dunia ini tidak dapat memuat semua kitab yang harus ditulis itu”. Kalimat ini menegaskan bahwa Yohanes jauh lebih banyak tahu apa yang telah diperbuat Yesus, jauh lebih mengenal Yesus, Jauh lebih banyak menyimpan rahasia Yesus dan mungkin juga ia telah tahu rencana kemana sebenarnya Yesus pergi meninggalkan mereka.
  • Namun, apakah Yesus mengasihi Yohanes lebih dari murid-murid yang lain? Penulis pribadi tidak tahu. Namun satu hal yang pasti bahwa Yesus mengasihi seluruh umatnya yang setia dengan petunjuknya dan bukan sekali-kali petunjuk Paulus.
  • Dalam lukisan tersebut, Leonardo juga memperlihatkan letak duduk Yudas Iskariot. Dalam urutan diatas : (1) Yudas Iskariot (2) Simon Petrus (3) Yohanes Putra Zabadeus (4) Yesus. Lihatlah tangan berikut ini :

Teka - Teki Lukisan ' The Last Supper ' Karya  Leonardo da Vinci

Teka - Teki Lukisan ' The Last Supper ' Karya  Leonardo da Vinci

Perhatikan bunyi Injil Matius Pasal 26 : 23 : Ia (Yesus) menjawab : Dia yang bersama-sama dengan Aku mencelupkan tangannya kedalam pinggan ini, dialah yang akan menyerahkan Aku.

Perhatikan bunyi Injil Lukas Pasal 22 : 21 : Tetapi, lihat, tangan orang yang menyerahkan Aku, ada bersama dengan Aku di meja ini.

MENARIK:  Keajaiban Piramida Di Bawah Tanah Alaska

KOMENTAR untuk “Mengungkap Teka – Teki Lukisan ‘ The Last Supper ‘ Karya Leonardo da Vinci

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *