Siapakah Bangsa Hyksos ?

KEAJAIBANDUNIA.WEB.ID~ Pergeseran paradigma yang tercetus pada sesuatu kaum dimulai ketika sebagian yang berakal dan berpikir mulai menulis dan menyampaikan ide kepada kaumnya. Ide manusia tidak akan tercetus dengan begitu saja tanpa bersebab. Misalnya Musa A.S. yang mendapat kesempatan belajar menimba ilmu pengetahuan dari Istana Fir’aun telah menyadari kekosongan kaumnya.

Menyadari bahwa dia bukan keturunan Fir’aun Musa as mulai berpikir dan mempelajari budaya dan asal usul bangsanya. Kekosongan bangsa Israel yang ketika itu menjadi hamba kepada Fir’aun adalah “Pemimpin”.

Bangsa Hyksos
Gambar Ilustrasi Bangsa Hyksos

Siapakah “Pemimpin” yang sanggup membela mereka kalau bukan Musa as yang mendapat fasilitas sebagai “Anak Fir’aun”? Musa A.S. telah mendapat bantuan Tuhan yang Maha Kuasa dengan mendapatkan kembali identitasnya sebagai satu bangsa yang berperadaban ketika dulu yaitu “Percaya kepada SATU TUHAN dan Keesaan-Nya”.

Loading...

Apakah maksud “Peradaban” (Civilisasi)? Ini berarti “Adab” dalam bahasa Arab, perlakuan mulia dan berakhlak baik kepada manusia dan kepada Maha Pencipta. Apa pun pembangunan dan kekuasaan tidak akan berarti kalau tidak ada adab. Tidak ada makna “Peradaban” sesuatu negara yang rakyatnya hidup dengan hiburan nafsu (Hedonisme).

Bila ini terjadi pemimpin dan masyarakatnya akan dilanda korupsi, perzinaan, penzaliman dan kerusakan yang pada akhirnya akan dibinasakan dan hancur. Sebab itu apakah bangsa Fir’aun Mesir yang berhasil membangun gedung besar dan kekuasaan 5500 tahun lalu sudah dihitung “berperadaban”?

Fir’aun yang mengaku Tuhan karena mengira dirinya sangat kuat akhirnya dihancurkan kerajaannya oleh Allah swt ketika mengejar Musa as Satu bangsa dari Timur yang jauh lebih besar dan maju dinamakan Hyksos telah menggantikan kerajaan Fir’aun.

Kerajaan Bani Hyksos memerintah Mesir mulai tahun 1664 SM sampai 1569 SM. Tahap awal ilmuwan memberi teori bahwa Bangsa Hyksos berasal dari Timur Asia yang dikenal sebagai bangsa “Pengembala”. Karena mereka sangat maju mengusahakan tanah sahingga dapat membangun gedung dan rumah tinggal dibawah tanah yang begitu modern.

Tapi akhirnya ditemukan bangsa Hyksos tersebut adalah bangsa maritim yang biasa dengan laut. Ketua Lembaga Kebudayaan Kuno Mesir, Dr Zahi Hawwas yang menangani proyek penggalian lokasi tersebut berkata “Gambar menunjukkan sebuah kota di bawah tanah lengkap dengan jalan, rumah dan tempat pemakaman yang memberi gambaran keseluruhan perencanaan kota”.

Irene Mueller ketua kelompok peneliti dari Austria mengatakan “Kami juga berhasil mengidentifikasi salah satu anak sungai Nil yang melewati kota tersebut disamping adanya dua pulau. Bangsa Hyksos yang mendiami mesir tinggal di satu daerah yang bernama Avaris. Siapakah sebenarnya bangsa Hyksos?

Mengapa mereka dikatakan sebagai bangsa maritim? Sedangkan Eropa, Afrika, Arab dan Yahudi hari ini satu-satunya bangsa maritim yang mereka kenal adalah bangsa Phoe-nee-shee (Phoenicia) atau Bani Kana’an. John Keyser menulis artikel berjudul Avaris AND THE LAND OF Goshen telah mengulas tulisan Bietak tentang Avaris, “Avaris was founded by Amenemhet I, the first king of dynasty 12. It adjoins the Land of Goshen and it is not surprising that” the archaeological and Anthropological evidence indicates that the settlers were not Egyptians but people from nearby Canaan, albeit highly Egyptianised “. “Cooking pots of Siro-Palestinian Middle Bronze I (MBI) type show that there was contact with nomads”.

Apa yang menarik adalah pernyataan bahwa Hyksos di Avaris terlihat memiliki hubungan dengan bangsa nomad Asia. Dikatakan juga penempatan Hyksos sama dengan penempatan kabun yang mungkin merujuk Qoboun di Syiria.

Sedangkan jelas tanah Syiria adalah tempatnya bangsa Phoenicia yakni Kana’an yang menutur bahasa kepulauan Asia Tenggara (Austris). Kabun dalam bahasa Sulug adalah  Sug berarti tanah tempat bercocok tanam yang disebut Kabbun. Bahasa Melayu modern juga menyebutnya kebun.

Adalah satu hal yang menarik dibicarakan di sini dari mana asal-usul bangsa Phoenicia? Dari Timur Tengah (Asia Barat) atau Asia Tenggara? Catatan Flavius Josephus yang hidup pada abad pertama setelah Masehi telah menjelaskan ketika zaman Nabi Sulaiman as tahun 980-900 SM bahwa Phoenicia atau Kana’an memiliki kata “Cabul” yang berarti tidak baik.

Padahal “Cabul” adalah bahasa kepulauan Asia Tenggara (Austris) yang berarti lucah dan jijik. Berbalik kepada Bangsa Hyksos, menurut beberapa catatan mereka bukanlah bangsa Phoenisia hanya saja diketahui duduk bersama bangsa Phoenicia di Negeri Kana’an.

Mereka ini diketahui hebat di laut dan berani yang berasal dari sebelah timur. Mereka berhasil menggantikan pemerintah Mesir dan memerintah selama 500 tahun. Mereka dikatakan sangat kejam dengan menghancurkan patung-patung dan bangunan Mesir serta memperbudak bangsa Mesir.

Dalam satu situs yang mencatat “Original Documents” di www.specialtyinterests.net menyatakan, “The Hyksos overran Egypt without encountering resistance: Macoudi,” LP “, Vol. II, p.307; Aboulfeda Hap p. 179. Josephus quoting Manetho in “Against Apion”, I, Sec. 14, p. 611. “There was a king of ours, whose name was Timaus. Under him came to pass … there came … men of ignoble birth out of the eastern parts … and had boldness enough to make an expedition into our country, and with ease subdued it by force, yet without our hazarding a battle with them ….

Hyksos dikatakan memiliki budaya pelik sangat berbeda dengan bangsa Mesir atau Kana’an. Mengubur mayat dan bangkai kuda. dalam kondisi tertentu mengebumi anak kecil mereka yang meninggal di dalam pot. Satu kemungkinan Hyksos datang dari Nusantara.

Karena setelah kekalahan Hyksos di tangan Raja Ahmose I (Konektor Kerajaan Kuno Mesir) Raja Mesir kemudian mengirim delegasi menuju ke Nusantara yang dikenal sebagai Negeri Punt (Raja Parahu). “Avaris was then captured by King Ahmose I (diperintah about 1570-1546 BC), who ended the Hyksos rule and founded the glorious 18th dynasty, which included Pharaohs seperti Hatshepsut, Amenhotep III, Akhenaten dan Tutankhamun.

Ahli sejarah masih mengaitkan Hyksos berhubungan erat dengan Kana’an adalah Phoenisia dan Bani Israel. Bangsa Fenisia adalah bangsa maritim yang sejak sekian lamanya berlayar bepergian ke Nusantara. Ini karena beberapa bukti menjelaskan bahwa Phoenisia berasal dari Asia Tenggara yang berlayar ke seluruh dunia dibawah satu pemerintah kepulauan.

Raja Perehu atau Raja Perahu yang dimaksudkan tidak diragukan lagi adalah dari negeri timur yang disebut Atlantis. Hampir pasti bangsa Hysos juga berasal dari Atlantis. Kekeliruan bangsa Yunani Kuno (Yunani) mengatakan Atlantis berada di Laut Atlantik sebenarnya adalah tanggapan yang salah.

Yang benar adalah bangsa maritim telah masuk ke Laut Meditranian melalui Laut Atlantik. Bangsa maritim ini akhirnya dianggap datang dari negara besar kepulauan yang disebut Atlantis. Nama yang pertama kalinya keluar dari lidah bangsa Yunani Kuno. Satu-satunya yang menyebut nama Atlantis ini adalah filsuf terkenal Yunani bernama Plato.

Bersambung

MENARIK:  Penjelasan Bait ke-164 Dalam Ramalan Jayabaya

KOMENTAR untuk “Siapakah Bangsa Hyksos ?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *