Kepulauan Sulu Sebagai Atlantis

KEAJAIBANDUNIA.WEB.ID ~ Lanjutan dari artikel Imperium Kepulauan Yang Hilang Di Sebelah Timur. Untuk menjawab persoalan di atas pembaca membutuhkan gambar pulau Jolo secara dekat dan jauh untuk mengamati topografinya. Di tengah Jolo ada tiga gunung berapi yang pernah meletus ribuan tahun yang lalu, gunung tersebut adalah Bud Dahu ‘, Bud Bagsak dan Bud Tumantangis.

Bud kata asalnya adalah Bolud berarti gunung tetapi diringkas sebutannya menjadi Bud saja. Melihat gambar zaman es di atas kita akan dapat saksikan posisi kepulauan Sulu masih dalam daerah Sunda-land. Menurut para ilmuwan Sunda-land adalah asli ke satu peradaban yang awal.

Kepulauan Sulu Sebagai Atlantis
Gambaran Pulau Atlantis sebagai pusat peradaban dunia beribu tahun yang lalu.

Beberapa teori tentang migrasi manusia ke Nusantara seperti yang di tulis oleh Pebri Mahmud Al-Hamidi dalam kertas seminarnya berjudul KERAJAAN KANDIS “ATLANTIS NUSANTARA” ANTARA CERITA DAN FAKTA (Sebuah Hipotesa Lokasi Awal Peradaban di Indonesia):

Loading...

Teori LIKUSANTARA: Kepulauan Sulu sebagai Atlantis

Hasil penelitian Alan Wilson tentang asal usul manusia di Amerika Serikat (1980-an) menunjukkan bahwa manusia modern berasal dari Afrika sekitar 150.000-200.000 tahun lampau dengan kesimpulan bahwa hanya ada satu pohon filogenetik DNA mitokondria, yaitu Afrika.

Hasil penelitian ini melemahkan teori bahwa manusia modern berkembang di beberapa penjuru dunia secara terpisah (multi origin). Oleh karena itu tidak ada kaitannya manusia purba yang fosilnya ditemukan diberbagai tempat di Jawa (homo erectus, homo soloensis, mojokertensis) dan di Cina (Peking Man) dengan perkembangan manusia modern (homo sapiens) di Asia Timur.

Manusia purba ini yang hidup sejuta tahun yang lalu merupakan missing link dalam evolusi. Saat homo sapiens mendarat di Kepulauan Nusantara, pulau Sumatra, Jawa dan Kalimantan masih tergabung dengan daratan Asia sebagai sub-benua Sundaland. Sedangkan pulau Papua saat itu masih menjadi satu dengan benua Australia sebagai Sahulland.

Teori kedua yang bertentangan dengan teori imigrasi Austronesia dari Yunan dan India adalah teori Harry Truman. Teori ini mengatakan bahwa nenek moyang bangsa Austronesia berasal dari dataran Sunda-Land yang tenggelam pada zaman es (era Pleistosen).

Populasi ini peradabannya sudah maju, mereka bermigrasi sampai ke Asia daratan hingga ke Mesopotamia, mempengaruhi penduduk lokal dan mengembangkan peradaban. Pendapat ini diperkuat oleh Umar Anggara Jenny, mengatakan bahwa Austronesia sebagai rumpun bahasa yang merupakan sebuah fenomena besar dalam sejarah manusia.

Rumpun ini memiliki sebaran yang paling luas, mencakup lebih dari 1.200 bahasa yang tersebar dari Madagaskar di barat hingga Pulau Paskah di Timur. Bahasa tersebut kini dituturkan oleh lebih dari 300 juta orang.

Pendapat Umar Anggara Jenny dan Harry Truman tentang sebaran dan pengaruh bahasa dan bangsa Austronesia ini juga dibenarkan oleh Abdul Hadi WM (Samantho, 2009). Teory Herry Truman adalah benar berdasarkan penelitian dari fakta agama, tradisi lisan, artefak, bahasa dan budaya Nusantara.

Hal ini akan memperkuat teori Bangsa Phoenisia berasal dari Nusantara tinggal lagi bagaimana mereka menjadi browser dan pedagang internasional ribuan tahun yang lalu masih menjadi tandatanya. Untuk mendeteksi darimana negara Austris berbasis bernama Atlantis itu Phoenisia adalah kuncinya.

Secara bahasa, Sunda-land berarti Pentas-Sunda adalah tanah benua karena kondisi geografisnya yang terhubung dengan daratan. Ia hanya perbatasan menuju ke kepulauan di sebelah timur. Kemajuan dalam teknologi dunia pelayaran tidak akan tercapai di Sunda-land kecuali mereka bergerak ke timur.

Bani Adam dimulai di Papua dan disinilah lahirnya Nabi-nabi yang awal. Mereka inilah juga yang disebut sebagai bangsa Mela yaitu Mala yang terawal. Bani Adam sebelum Nuh A.S. sudah memang pandai berperahu dan berlayar di laut ribuan tahun yang lalu.

Kehidupan Nuh A.S. sendiri tentunya dibesarkan dikepulauan sebab itu mengapa kaumnya terlalu handal membuat kapal. Teknologi sudah maju ketika itu sehingga dikatakan peralatan logam yang terpercaya baterai telah ditemukan di sisi situs kapal yang mendarat di pegunungan Turki.

Hal ini kita harus bertanya pula pada Bangsa Maya di Peru yang terletak di benua Amerika, dari manakah asal-usul bangsa mereka. Dalam Codex Boturini tercatat mitos Bangsa Maya dari mana mereka berasal.

Dicatat bahwa pulau atau benua yang disebut sebagai Aztlan adalah tempat nenek moyang mereka yang asli, leluhur mereka terpaksa lari menyelamatkan diri karena bencana gunung berapi yang menenggelamkan tanah mereka sehingga berlayar melewati kepulauan di Samudera Pasifik.

Sebenarnya mereka adalah orang Atlantis yang lari menyelamatkan diri ke Peru, Amerika. Ini menunjukkan bangsa Atlantis memang sudah tahu lokasi Benua Amerika karena mereka sudah biasa berlayar mengelilingi bola dunia.

Maka tidak heran jika Atlantis memiliki kapal-kapal besar sebesar kapal Nabi Nuh as Bayangkan Piramida Maya sudah ada sekitar 2600 tahun sebelum Masehi sudah tentu teknologi penciptaan Piramida datang dari Atlantis.

Dengan mengatakan nenek moyang mereka melewati Samudera Pasifik telah memberikan kita petunjuk bahwa Atlantis berada di Sebelah Timur Nusantara.

Jika Atlantis berada di Sumatera seperti yang diduga sudah tentu mereka lari ke India atau daratan yang terdekat. Jauh dari itu, ternyata Atlantis adalah satu-satunya pihak yang bertanggung jawab menyebarkan pepulasi Papua dan Bani Adam lain ke Benua Amerika dan Afrika.

Satu persoalan yang timbul adalah mengapa bangsa Maya sangat mengagungkan bulu burung yang ditaruh di atas kepala? Ia tidak ubah seperti bangsa Dayak di kepulauan Filipina, Borneo dan Papua yang masih ada hari ini. Bangsa Indian dan Sioux yang tentu saja berasal dari keluarga Maya juga turut mengundurkan bulu burung atas kepala.

Apakah makna semua ini? Inilah yang kami katakan sebagai Likusantara yang berarti “Di dalam lingkungan kita”. LIKUSANTARA diambil dari kata Likus dalam bahasa Sulug berarti Lingkungan dan dalan bahasa Hebrew adalah Mengikat atau ikatan. AN adalah imbuhan sementara Ta-ra berarti Kita.

Ia satu ungkapan atau istilah yang positif tanpa ada makna “Assabiyyah” kepada semua bangsa yang berasal dari satu sumber yaitu Austronesia. Apakah Amerika, Afrika, China dan lain-lain daerah di dunia ini sebenarnya dimulai di daerah kepulauan Asia Tenggara Timur.

Mengenai persoalan “Apakah makna semua ini”? Para pembaca harus mengikuti penjelasan kami secara lanjut lagi. Mengapa pakaian Dayak di Asia Tenggara sama dengan Bangsa Maya? Apakah kaitan Punt dengan Bangsa Dayak? Apakah Kaitan Punt dengan Phoenisia?

Bersambung

MENARIK:  Awal Berdirinya Majapahit

KOMENTAR untuk “Kepulauan Sulu Sebagai Atlantis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *