Lukisan Gua Maros Berumur 40.000 Tahun Lebih Tua Dibanding Lukisan Gua Di Eropa

KEAJAIBANDUNIA.WEB.ID – Lukisan di beberapa dinding gua di Maros, Pangkep, Sulawesi Selatan sudah ditemukan sejak sekitar 10 tahun lalu. Namun ilmuwan baru meneliti umurnya dan merilisnya di tahun 2014 karena diprediksikan akan menggemparkan dunia ilmu pengetahuan internasional.Mengapa demikian?

Lukisan Gua Prasejarah Indonesia Paling Tua Sejagad
Lukisan Gua Maros zaman Prasejarah Indonesia dan Paling Tua Sejagad

Ternyata, lukisan gua berupa cap tangan, perahu dan garis-garis abstak serta beberapa binatang endemik Sulawesi diantaranya seperti anoa, burung dan babirusa itu ternyata setelah diteliti umur pembuatannya mencapai 35.000 – 39.900 tahun yang lalu (tyl) yaitu pada masa periode Pleistosin (Pleistocene).

Maka hal ini menempatkan lukisan cap tangan dan lukisan lainnya di dalam gua Maros tersebut sebagai salah satu lukisan gua paling tua yang pernah dibuat manusia! Wow!

Loading...

Pusat Arkeologi Nasional menjelaskan hasil penelitian gabungan antara peneliti Indonesia dan Australia di Maros memberikan implikasi sangat besar terhadap pemahaman evolusi manusia. Terutama yang berkaitan dengan pola perilaku manusia di masa lalu itu.

“Besar kemungkinan bahwa lukisan dinding gua telah muncul dan berkembang ketika manusia modern awal telah menyebar dari Afrika, termasuk Eropa dan Asia Tenggara,” demikian rilis pers Pusarnas.

Proyek Sulawesi ini diisi oleh sejumlah arkeolog Australia dan Indonesia yang memiliki portofolio riset gabungan selama puluhan tahun, dan juga diikuti oleh Profesor Mike Morwood dari Pusat Ilmu Pengetahuan Arkeologis University of Wollongong (UOW) Australia, di mana banyak dari anggota tim ilmuwan ini berasal.

Sebelum penelitian di Maros, arkeolog pada umumnya menganggap lukisan gua di Eropa sebagai satu-satunya yang tertua di dunia. Arkeolog tidak menyangka akan muncul lukisan gua tertua lainnya di luar Eropa, apalagi berasal dari daerah tropis seperti Indonesia.

Tapi penelitian kerjasama antara Pusat Arkeologi Nasional (Indonesia), Universitas Wollongong dan Universitas Griffith (Australia), Balai Peninggalan Cagar Budaya Makasar dan Balai Arkeologi Makasar, telah memberikan sebuah pemahaman baru mengenai umur lukisan dinding gua di Sulawesi Selatan.

Hasil pertanggalan terhadap “lukisan dinding gua” pada situs-situs arkeologi di Maros, Sulawesi Selatan, menunjukkan umur yang tidak jauh berbeda dengan yang ditemukan di Eropa, yaitu minimal sekitar 40 ribu tahun yang lalu (tyl).

Lukisan hewan di goa maros
Lukisan hewan buruan di gowa leang-leang di maros sulawesi selatan

“Ini memberikan gambaran bahwa manusia modern awal, yang telah menghuni kawasan Sulawesi Selatan telah mengenal seni cadas (rock art) sebagaimana yang terjadi di Eropa pada waktu yang hampir bersamaan,” demikian penjelasan Pusarnas.

Berdasarkan data yang ada, sejauh ini para arkeolog di dunia beranggapan bahwa lukisan dinding gua muncul pertama kali di Eropa.

Hal itu didukung oleh penemuan lukisan sederhana (non-figurative) di situs El Castillo, Spanyol yang berumur sekitar 41 ribu tyl.

Sementara di Maros, dalam periode yang hampir sama yaitu 39,9 ribu tyl, manusia Sulawesi sudah melukis secara figuratif yaitu cap tangan dan hewan seperti babi dan anoa.

Hasil penelitian yang menggemparkan ini telah dimuat di majalah jurnal ilmiah bergengsi internasional, Nature. edisi 9 Oktober 2014. Bahkan Nature menempatkan hasil penelitian ini di halaman muka majalah mereka dan memberinya halaman khusus.

MENARIK:  Mungkinkah Atlantis Sesungguhnya Adalah Indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *