Terdapat Beberapa Situs Batuan di Gunung Lalakon

 

Gunung Lalakon dikelilingi beberapa bukit lain seperti bukit Paseban, Pancir, Paninjoan, Pasir Malang. Di bukit Paseban ada tiga buah batu, yang dua di antaranya terdapat telapak kaki manusia dewasa, dan telapak kaki anak-anak.

 

Banyak pihak yang bilang, bila benar batu telapak itu peninggalan sejarah, kemungkinan ini berasal dari zaman megalitikum. Batu telapak juga sudah dijumpai di tempat lain, seperti prasasti Ciaruteun, peninggalan Raja Purnawarman dari Kerajaan Tarumanegara. Cap telapak kaki biasanya diabadikan sebagai monumen mengenang pemimpin suatu daerah.

Gunung Lalakon
Gunung Lalakon di Bandung, Jawa Barat

Cap kaki juga erat kaitannya dengan konsep Triwikrama atau tiga langkah yang berkembang di masa itu. Saat itu, mereka percaya bila seseorang hendak naik ke dunia dewa-dewa, mereka harus menjejak dengan keras agar dapat melompat tinggi sekali.

BACA:  Piramid Tertua Terdapat di Bandung

Sementara itu, di Gunung LalakonĀ  juga terdapat beberapa situs batuan, seperti Batu Lawang, Batu Pabiasan, Batu Warung, Batu Pupuk, Batu Renges, Batu gajah, dan sebuah batu panjang yang terletak di atas puncak.

Menurut Abah Acu, tokoh masyarakat Kampung Badaraksa, secara filosofis, Gunung Lalakon adalah perlambang sebuah lakon dari kehidupan manusia. Batu-batu tadi merepresentasikan berbagai lakon atau profesi yang dipilih oleh manusia.

Namun, keberadaan batu-batu tadi kerap disalahgunakan. Banyak orang datang ke tempat batu di Gunung Lalakon mencari pesugihan. Bahkan, menurut Jujun, tokoh agama Islam di tempat itu, dulu banyak orang datang ke Batu Gajah mencari ilham judi buntut.

Jujun menerangkan, di Gunung Lalakon secara rutin juga digelar acara ritual tolak bala, yakni dengan membuat nasi tumpeng kemudian dibagikan dan dimakan oleh penduduk. Acara ini diadakan setiap tahun, biasanya setiap tanggal 1 Syuro.

 

10 TOPIK MENARIK LAINNYA

tempat wisata terbengkalai di indonesia, cara meramal calon kepala desa, Pantun bahasa Tidore, Buatlah peta jarus perdagangan pada masa majapahit dalam pross integrasi antar pulau pada masa hindu budha, Ciri ciri pecelathon, weton para nabi, cara meramal pemilihan kepala desa, deskripsi kambing dalam bahasa inggris, Weton para raja Jawa, Eyang Haji Sapu Jagat

JANGAN LEWATKAN