Relief Candi Cetho dan Candi Penataran Adalah Informasi Tentang Kekhalifahan Nusantara

Loading...

KEAJAIBANDUNIA.WEB.ID – Fakta baru tentang relief “Candi Cheto” di Karang Anyar dan “Candi Panataran” di Jawa Timur terdapat relief-relief yang menggambarkan seorang raja (Jawa/Nusantara) yang dihormati oleh suku / relief / patung mirip Suku Maya, Sumeria, Aztec, bahkan figur Yahudi dan lainnya.

Relief Candi Cetho dan Candi Penataran Adalah Informasi Tentang Kekhalifahan Nusantara
Salah satu Relief di candi Penataran

Pertanyaannya adalah fenomena apakah ini? Selama ini sejarah negeri kita dibuatkan oleh para “Ilmuwan Barat (Ulama Bani Israel)” dan sebagian besar bangsa kita mengamini tanpa reserve, karya-karya mereka menjadi buku wajib bagi sekolah-sekolah kita.

Secara tidak sadar generasi kita mengalami cuci otak dalam waktu yang relatif lama, tugas kita sekarang adalah merekonstruksi kembali sejarah masa lampau Nusantara ini berdasarkan Al-Qur’an.

Dengan cara mem-pazel-kannya dengan peninggalan-peninggalan nenek moyang kita khususnya candi-candi di Tanah Jawa dimana istilah candi ini dalam Al-Qur’an disebut “Mihrab”.

Kalau anda baca kisah “Syailendra” di Museum “Trowulan” Mojokerto dimana dikisahkan bahwa di Tanah Jawa ada raja bernama Syailendra yang mampu menaklukkan gunung dan sanggup memutarnya saat melawan “seorang raksasa”.

Dalam sejarah Islam sendiri, kita mengenal Nabi Daud adalah satu-satunya nabi yang memiliki mu’jizat sanggup menaklukkan gunung, bahkan Al-Qur’an menyatakan gunung diputar untuk Nabi Daud A.S.

Dan dalam kisah lain pun Nabi Daud A.S pernah mengalahkan seorang raksasa bernama “Jalut”, dialah ayah dari Nabi Sulaiman a.s.

Daoed Joesoef (mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan) dalam bukunya “Borobudur” pada halaman 43, menjelaskan:

“Makna dari kata Sailendra berasal dari kata “Saila Indra” yang artinya Raja Gunung atau dari beberapa sumber, makna Sailendra inipun berasal dari kata “Salin Indra” yang artinya bisa menguasai/berganti-ganti alam, yaitu alam manusia, alam jin atau setan, alam binatang dan lain-lain.”

Satu-satunya Nabi yang menguasai alam-alam ini, sehingga mampu berkomunikasi bahkan menguasainya adalah Nabi Sulaiman a.s.:

“Dan Sulaiman telah mewarisi Daud dan dia berkata, ‘Hai manusia, kami telah diberi pengertian tentang bahasa burung dan kami diberi segala sesuatu. Sesungguhnya semua itu benar-benar suatu karunia yang nyata”.

Jadi sebenarnya relief pada Candi Ceto dan Candi Penataran adalah informasi tentang “Kekhalifahan Nusantara” yang menjadi “Super Power Dunia” dibawah kepemimpinan Nabi Daud A.S., kemudian diwariskan kepada Nabi Sulaiman A.S. bersama-sama Ratu Bilqis

Adapun perkiraan peta imajinatifnya dan sebaran etniknya adalah sebagai berikut: Dalam “Peta Bumi itu Al-Quran”, ternyata ayat-ayat Al-Qur’an dapat di-pazl-kan dengan ayat-ayat bergambar di Bumi.

Salah satu ayat bergambar adalah “Candi Borobudur” dimana pada relief lantai 3 candi tersebut terdapat kisah tentang Nabi Daud, Nabi Sulaiman, burung Hud Hud dan Taabut Perjanjian.

Sedangkan Komplek Candi Prambanan dan Komplek Istana “Ratu Boko” merupakan ayat bergambar yg bercerita tentang “Kisah Ratu Bilqis dan Nabi Sulaiman”.

Bersambung

MENARIK:  Silsilah Keturunan Nabi Ibrahim AS, Bapak dari 18 Orang Nabi

Loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *