Keajaiban Penemuan Fosil Manusia Misterius Berusia 700.000 Tahun

KEAJAIBANDUNIA.WEB.ID – Setidaknya ada tiga manusia kerdil dari serpihan-serpihan fosil yang ditemukan di pulau Flores, NTT, Indonesia yang juga merupakan pulau tempat Homo floresiensis alias “Manusia Hobbit” ditemukan.

keajaiban-penemuan-fosil-manusia-misterius-berusia-700-000-tahun

Menurut penanggalan karbon atau carbon-dating, ternyata fosil-fosil yang masih misterius itu berusia 700.000 tahun! Jauh lebih tua dari si Hobbit! menurut dua makalah baru di jurnal Nature.

Loading...

Fosil manusia purba yang ditemukan berupa fosil tulang rahang kanan parsial, dan beberapa gigi yang terisolasi, yang usianya mendahului Hobbit lebih dari setengah juta tahun!

Kehadiran mereka di pulau Flores ini menunjukkan bahwa individu kecil adalah bagian dari populasi yang kemudian memunculkan istilah “Hobbit”, julukan manusia katai di film fiksi terkenal “The Lord of The Rings”, yang mana fosil terdahulu pernah ditemukan di gua ‘Liang Bua’ di pulau yang sama.

“Kami tidak bisa yakin tentang ukuran tubuh mereka yang sebenarnya, karena kami hanya memiliki mandibula dan gigi, Tapi ukuran mereka menunjukkan bahwa manusia hominin purba (awal anggota dari genus Homo) yang berusia 700.000 tahun ini sekecil Homo floresiensis dari Liang Bua,”ujar Yousuke Kaifu, penulis laporan pertama yang mengatakan kepada Discovery News.

Empat gigi yang ditemukan berasal dari individu dewasa yang sama dengan pemilik fragmen rahang bawah. Sementara itu, pemeriksaan lebih detail mengungkap bahwa dua gigi lainnya merupakan gigi susu, masing-masing milik dua anak yang berbeda.

Tim kemudian menggunakan teknik statistik untuk membandingkan rahang bawah dan tulang gigi dengan fosil spesies lain seperti H. habilis, H. erectus dan H. floresiensis asli.

Kaifu adalah seorang antropolog dari National Museum of Nature and Science di Jepang, bersama dengan penulis utama dari makalah pertama Gerrit van den Bergh dan rekan-rekan mereka, menganalisis sisa-sisa fosil yang baru ditemukan.

Mereka menggali lapisan batuan sedimen di sebuah situs yang disebut Mata Menge, terletak sekitar 43,5 mil jauhnya dari Liang Bua. Para peneliti percaya bahwa fosil ini berasal dari manusia purba yang lebih awal dari Homo floresiensis yang dimilik setidaknya dari satu orang dewasa dan dua anak-anak.

Ketika sisa-sisa Hobbit pertama kali ditemukan pada tahun 2003 lalu, banyak ilmuwan benar-benar bingung dengan ukurannya yang kecil. Beberapa dari mereka bahkan berpikir bahwa individu ini adalah anggota dari spesies kita yang secara patologis menjadikannya kerdil atau karena penyakit.

Bagaimanapun itu Van den Bergh mengatakan bahwa penemuan terbaru ini “menggugurkan semua keragu-raguan setiap orang yang percaya bahwa ukuran Homo floresiensis hanyalah dari manusia purba yang normal kemudian mengecil atau kerdil karena suatu penyakit.”

Makalah kedua, dengan penelitian yang dipimpin oleh Adam Brumm dari Griffith University dan University of Wollongong, menjelaskan geologi wilayah Mata Menge dan menegaskan bahwa pendahulu Hobbit yang tinggal disana, setidaknya berusia 700.000 tahun yang lalu.

Dikatakan bahwa alat-alat batu juga ditemukan di Flores dan penanggalan menunjukkan usia sekitar 700.000 hingga 1 juta tahun yang lalu.

Untuk menentukan umur fosil, tim peneliti lain mengambil sampel dari lapisan sedimen sekitarnya dan menggunakan teknik penanggalan dengan tingkat akurasi tinggi yang disebut argon-argon, yang mengukur peluruhan radioaktif argon dari waktu ke waktu.

Mereka juga mengisolasi fragmen gigi dan menggunakan kombinasi metode penanggalan berdasarkan peluruhan uranium. Penelitian menunjukkan bahwa fosil ini berusia sekitar 700.000 tahun, membuatnya menjadi hominin tertua yang pernah ditemukan di Flores.

Saya sudah menduganya, tetapi tetap terkejut ketika pertama kali melihat fosil dan menyadari fakta bahwa orang-orang sekecil itu hidup 700.000 tahun lalu, ketika Homo erectus yang berbadan besar hidup di berbagai bagian benua Asia,” lanjut Kaifu.

Secara bersama, semua temuan ini menunjukkan bahwa populasi individu kecil ini mungkin masih bertahan hidup secara terus-menerus sebagai keturunan di pulau Flores sejak sekitar satu juta tahun yang lalu, hingga setidaknya sekitar 38.000-60.000 tahun yang lalu.

Adapun dari mana mereka berasal sebelum menetap di Pulau Flores, Kaifu mencurigai bahwa “Homo erectus berbadan besar sampai di pulau Flores dan kemudian mengerdil atau dwarfed di pulau ini.”

MENARIK:  Gunung Sadahurip di Yakini Terdapat Piramida di Dalamnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *