Mahdawiyah Menurut Sunni, Syi’ah dan Wahabi

KEAJAIBANDUNIA.WEB.ID – Mahdawiyah berasal dari kata Mahdi, yang berarti keyakinan akan datangnya seorang juru selamat pada akhir zaman yang akan menyelamatkan kehidupan manusia di muka bumi ini. Juru selamat itu disebut Imam Mahdi. Kata Mahdi sendiri berarti orang yang diberi petunjuk, penunjuk jalan; pemimpin.

mahdawiyah-menurut-sunni-syiah-dan-wahabiDalam bahasa Arab kata Mahdi (Al-Mahdiyy), termasuk dalam kategori isim maf’ul artinya orang yang dipimpin Allah kepada kebenaran. Imam Mahdi adalah pemimpin (yang dianggap suci) yang akan datang ke dunia apabila hari kiamat hampir tiba.

Mahdawiyah merupakan salah satu akidah yang dianut mayoritas pemeluk Islam. Akidah ini dianut berlandaskan ayat-ayat al-Qur’an dan hadist-hadist dari Rasulullah SAW.

Loading...

Walaupun demikian, tidak ditemukan pembahasan secara tersurat mengenai Imam Mahdi dalam ayat-ayat al-Qur’an. Akibatnya, Mahdawiyah menjadi cabang akidah dalam Islam yang melahirkan berbagai ranting, sehingga masing-masing mazhab mengklaim akidah Mahdawiyah yang mereka anut adalah yang paling benar.

Berikut ini adalah beberapa ayat al-Qur’an yang dijadikan landasan bagi akidah Mahdawiyah oleh mayoritas penganut Islam. Meskipun ditafsirkan berbeda-beda oleh setiap mazhab, tetapi ayat-ayat berikut menjadi sandaran bagi pemahaman mereka tentang Mahdawiyah.

  1. Ketika umat Islam (menjelang akhir zaman) berada dalam keterpurukan dan kezaliman, Allah memberikan pertolongan melalui hujjah-Nya.

    “Dia-lah yang telah mengutus rasul-Nya (dengan membawa) petunjuk (al-Qur’an) dan agama yang benar agar Dia menampakkannya (liyuzhhirahu) atas segala agama, walaupun orang-orang musyrik tidak menyukai”. (Q.S At-Taubah, 9 : 33) .

    “Dan Kami hendak memberi karunia kepada mereka yang tertindas di bumi, dan akan Kami jadikan mereka para pemimpin dan pewaris dunia.” (QS. Al-Qashash, 28: 5)

  2. Dunia akan diwarisi oleh orang-orang yang saleh, yaitu masa depan dunia akan dipimpin oleh Imam Mahdi beserta para pengikutnya.

    “Dan sesungguhnya Kami telah menuliskan dalam Zabur setelah (Kami tulis dalam) Dzikr [Lauh Mahfuz], bahwa dunia akan dipusakai oleh hamba-hamba-Ku yang saleh.”(Q.S Al-Anbiya’, 21: 105)

  3. Ketika kemurtadan dan kemusyrikan merajalela, Allah akan mendatangkan suatu kaum yang kembali menegakkan agama-Nya, yaitu Imam Mahdi beserta para pengikutnya.

    “Hai orang- orang yang beriman, barang siapa di antara kalian murtad dari agamanya, maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan mereka pun mencintai-Nya, yang bersikap lemah lembut terhadap orang yang mukmin, bersikap keras terhadap orang- orang kafir, yang berjihad di jalan Allah dan yang tidak takut kepada celaan orang yang suka mencela…(Q.S Al-Maidah, 5: 54)
       

  4. Keberadaan para khalifah atau para imam pada setiap zaman akan terus berlangsung hingga datangnya hari kiamat.

    “Dan bagi tiap-tiap kaum itu ada orang memberi petunjuk”(QS.Ar-Ra’d,13: 7).

    “Di setiap umat itu mempunyai utusan (Allah)” (Q.S Yunus, 10: 47)
       

  5. Allah telah berjanji menjayakan umat Islam dalam menyebarkan dan menguatkan agama mereka.

    “Dan Allah SWT telah menjanjikan orang-orang yang beriman dari kalian dan yang beramal saleh, bahwa mereka (pasti) akan dijadikan sebagai khalifah di atas muka bumi, sebagaimana Dia juga telah menjadikan para pemimpin sebelum mereka dan –Ia menjanjikan untuk menyebar dan menguatkan agama yang mereka ridhai, dan menggantikan rasa takut mereka menjadi keamanan…”(Q.S An-Nur, 24: 55)
       

  6. Kepemimpinan Illahiyah (bukan kepemimpinan insaniyah) yaitu para Nabi dan pewarisnya (washinya). Allah memilih para Utusan-Nya dengan kriteria-kriteria yang dikehendaki-Nya, meski para Utusan-Nya itu disukai atau tidak oleh umatnya.

    “Dan (ingatlah), ketika Ibrahim diuji Tuhannya dengan beberapa kalimat (perintah dan larangan), lalu Ibrahim menunaikannya. Allah berfirman: “Sesungguhnya aku akan menjadikanmu imam bagi seluruh manusia”. (Q.S. Al-Baqarah, 2: 124)

  7. Munculnya Nabi Isa as pada akhir zaman merupakan argumentasi akan datangnya Imam Mahdi.

    “Dan sesungguhnya (turunnya) Isa itu benar-benar memberikan pengetahuan tentang hari kiamat. Karena itu janganlah kamu ragu-ragu tentang kiamat itu dan ikutilah Aku. Inilah jalan yang lurus. ”

Karena tidak adanya konsep Mahdawiyah yang tersurat dalam ayat-ayat al-Qur’an, serta banyaknya hadist-hadist bersanad lemah mengenai Imam Mahdi, maka terdapat sedikit pemeluk Islam yang mengingkarinya sebagai bagian dari akidah Islam.

Namun, menurut Dr. Khalid al-Walid, terdapat 7414 hadist mengenai Imam Mahdi. Di antaranya ada hadist-hadist mutawatir. Oleh karena itu tidaklah mengherankan apabila mayoritas pemeluk Islam meyakini akan datangnya Imam Mahdi pada akhir zaman. Hampir seluruh mazhab teologis yang ada dalam agama Islam mengimani kemunculan Imam Mahdi.

Karena luasnya pembahasan mengenai Imam Mahdi dalam berbagai aliran Islam, dalam pembahasan kali ini hanya akan dibahas Mahdawiyah menurut versi Ahlusunnah wal Jama’ah, Itsna Asyariah atau Syi’ah Imamiyah, dan Wahhabi. Ketiganya merupakan representasi golongan Islam yang paling banyak memiliki pengikut pada masa kini.

MENARIK:  Misteri Baka dan Kisah Mazmur

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *