Dahulu Orang Barat Menyebut Indonesia Dengan Sebutan Sunda

Peta sunda tahun 1729

Menurut penelitian sejarah, kata ‘sunda’ ini sudah dipakai oleh pakar ilmu bumi Ptolemeus pada tahun 150 mengacu pada tiga pulau besar yang terletak di timur India. Kata ‘sunda’ ini berasal dari bahasa Sansekerta yang bermakna ‘bersinar, terang, putih’. Istilah inilah yang kemudian dipakai secara luas oleh pakar ilmu bumi dan kartografer (pembuat atlas) Eropa untuk merujuk pada kawasan yang pada zaman sekarang ini merupakan wilayah kedaulatan Indonesia.

Sebelum dijajah Belanda, bangsa Portugis yang pertama kali berkelana di wilayah kita. Mereka mencatat nama-nama tempat yang sudah didatanginya. Dalam catatan itu pulau-pulau yang didatangi ditanyakan mereka, para penghuni pulau menjawabnya Sunda. Portugis mencatat hal tersebut, kepulauan semua ini disebut Kepulauan Sunda. Lantaran pulau-pulau yang berada di sebelah barat merupakan pulau yang besar, disebut Kepulauan Sunda Besar (mayor). Kalau pulau-pulau yang disebelah timur merupakan pulau-pulau kecil disebut kepulauan Sunda Kecil (minor). Akhirnya juga nama-nama itu yang dicatat dalam bahasa Portugis, kemudian orang Belanda menerjemahkan dengan bahasa Belanda menjadi Sunda Eilanden (kepulauan Sunda), yang dibangun dengan Grote Sunda Eilanden dengan Kleine Sunda Eilanden.

Loading...

Sunda Eilanden atau Kepulauan Sunda ini yang selanjutnya dinamakan Hindia Timur atau Hindia Belanda. Tapi ilmuan Jerman memberi nama Indo-nesos (Indo=Hindia, Nesos = Nusa, Kepulauan, Benua). Dinamakanlah menjadi Indonesia.

Yang bercanda ada yang menulis Indonesia dengan tulisan Arab, jadi dibalik membacanya (aiSeNoDni), di aksara ini dibaca biasa dengan cara latin (ieu SuNDa na). Jadi maksudnya Indonesia juga Sunda-Sunda juga.

MENARIK:  Titah Sabdo Palon Bukanlah Sebuah Ramalan

Menurut sejarah menerangkan Tatar Sunda dahulu sudah ada yang disebut peta. Memang sebenarnya peta sejarah dengan peta sekarang tidaklah sama, tapi daripada menerangkan yang tidak jelas, lebih baik menggunakan peta yang ada saja.

Dahulu jumlah orang masih sedikit, jadi yang disebut negara hanya dibatasi oleh laut, oleh sungai besar dengan hutan belantara yang tak pernah didatangi orang, Sekarang batas negara kita dalam sejarah pertamanya, di jaman kita Eropa menjajah negara-negara Asia dan Afrika. Negara kita dijajah oleh Belanda, dinamakan Hindia Timur atau Hindia Belanda. Tapi sebelum dijajah Belanda, bangsa Portugis yang pertama kali berkelana di wilayah kita. Mereka mencatat nama-nama tempat yang sudah didatanginya. Dalam catatan itu pulau-pulau yang didatangi ditanyakan mereka, para penghuni pulau menjawabnya Sunda. Portugis mencatat hal tersebut, kepulauan semua ini disebut Kepulauan Sunda. Lantaran pulau-pulau yang berada di sebelah barat merupakan pulau yang besar, disebut Kepulauan Sunda Besar (mayor). Kalau pulau-pulau yang disebelah timur merupakan pulau-pulau kecil disebut kepulauan Sunda Kecil (minor). Akhirnya juga nama-nama itu yang dicatat dalam bahasa Portugis, kemudian orang Belanda menerjemahkan dengan bahasa Belanda menjadi Sunda Eilanden (kepulauan Sunda), yang dibangun dengan Grote Sunda Eilanden dengan Kleine Sunda Eilanden.

Peta sunda tahun 2006

Sunda Eilanden atau Kepulauan Sunda ini yang selanjutnya dinamakan Hindia Timur atau Hindia Belanda. Tapi ilmuan Jerman memberi nama Indo-nesos (Indo=Hindia, Nesos = Nusa, Kepulauan, Benua). Dinamakanlah menjadi Indonesia.

MENARIK:  Diduga Masih Ada Tiga Piramida Lain di Gunung Sadahurip Garut

Yang bercanda ada yang menulis Indonesia dengan tulisan Arab, jadi dibalik membacanya (aiSeNoDni), di aksara ini dibaca biasa dengan cara latin (ieu SuNDa na). Jadi maksudnya Indonesia juga Sunda-Sunda juga.

Pada waktu belajar geografi (ilmu bumi) kita menemui sebutan Sunda Besar (GreaterSunda) dan Sunda Kecil (Lesser Sunda). Sunda Besar meliputi pulau Sumatera, Jawa, Kalimantan dan Sulawesi, sedangkan Sunda Kecil meliputi Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, dan Maluku. Gabungan dari keduanya di zaman dahulu bahkan dinamakan kepulauan Sunda (Sunda Islands). Mungkin pernah tebersit dalam otak kita mengapa di zaman beheula Indonesia dinamakan Sunda.

Menurut penelitian sejarah, kata ‘sunda’ ini sudah dipakai oleh pakar ilmu bumi Ptolemeus pada tahun 150 mengacu pada tiga pulau besar yang terletak di timur India. Kata ‘sunda’ ini berasal dari bahasa Sansekerta yang bermakna ‘bersinar, terang, putih’. Istilah inilah yang kemudian dipakai secara luas oleh pakar ilmu bumi dan kartografer (pembuat atlas) Eropa untuk merujuk pada kawasan yang pada zaman sekarang ini merupakan wilayah kedaulatan Indonesia. Sudah barang tentu tak persis sekali, misalnya Molucca (Maluku) dan Papua tidak termasuk di dalamnya dan dianggap sebagai entitas tersendiri.

Pada atlas yang dibuat oleh Giacomo de Rossi pada tahun 1683, kawasan nusantara ini disebut dengan ‘Isole della Sonda‘ (kepulauan Sunda). Ada juga peta kuno yang terbuat dari perunggu yang digrafir (engraved copper) tahun 1719 buatan Jerman yang dinamakan ‘Die Inseln von Sonte‘ (perhatikan cara mengeja orang Barat yang menuliskannya dengan ‘sonda’ atau ‘sonte’). Bahkan saya menemukan juga gambar ‘penduduk Indonesia’ menurut versi mereka pada tahun 1719 itu yang diberi judul ‘Habitans des Isles dela Sonde‘ (penduduk kepulauan Sunda).

MENARIK:  Dahulu Indonesia Adalah Sunda

Perjalanan sejarah mencatat bahwa nama ‘Sunda’ ini kemudian mengerucut merujuk kepada kerajaan yang berdiri pada abad ke 7 di Pakuan Pajajaran ( kini di sekitar Bogor). Kerajaan Sunda ini runtuh pada tahun 1579, karena pengaruh kekuatan dari Jawa dan kolonialis Belanda. Selama masa penjajahan Belanda, wilayah negara kita dinamakan dengan ‘Nederlands Indie‘ (Hindia Belanda), namun tercatat pada tahun 1850 seorang antropolog Inggris bernama J.R. Logan memberi nama tanah air kita dengan Indonesia. Menilik nama ‘Sunda’ jauh lebih tua dibandingkan dengan ‘Indonesia’, mungkin ada pertanyaan menggelitik dari Anda ‘Why Indonesia and not Sunda?‘ Pertanyaan ini amat sulit dijawab, karena sejarah mempunyai jalannya sendiri yang tidak linier.
Gustaaf Kusno;

8 KOMENTAR untuk “Dahulu Orang Barat Menyebut Indonesia Dengan Sebutan Sunda

    1. berfikirlah yg rasional, hari gini (satu Nusa, satu Bangsa, satu tanah air Indonesia) bicara saraisme (sempit) apa kata dunia?? .gk usah lg masalah siapa dan dimana kita numpang. Negeri yg kita pijak ini bukan milik suku trtetu. Jawa / sunda hanya lah sebuah nama, toh pada dasarnya Bumi dan se isinya termasuk kita akan kembali kepada pemilik/pencipta-NYA. ok! saudaraku se Bangsa dan se Tanah Air.

      View Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *