Kerajaan-Kerajaan Kecil Dibawah Kekuasaan Kerajaan Salakanagara

 

KEAJAIBANDUNIA.WEB.ID – Setelah Kerajaan Salakanagara terbentuk, kemudian mulailah terbentuk beberapa kerajaan-kerajaan kecil lain yang berada disekelilingnya, mereka berkoalisi, yang mana diantaranya bisa jadi bermula dari seorang sesepuh yang dituakan atau yang berpengaruh, pemuka agama atau tuan tanah, hingga dari keturunan Raja Dewawarman sendiri.

 

Beberapa kerajaan kecil di sekitarnya ini, akhirnya berhasil bergabung dengan Kerajaan Salakanagara dan sekaigus menjadi daerah kekuasaannya pula. Kerajaan-kerajaan tersebut memiliki julukan atau sebutan sebagai “Mandala” yaitu kerajaan atau daerah bawahan, diantaranya adalah:

1. Kerajaan Agnynusa (Pulau Krakatau)

Kerajaan Mandala Agny Nusa (Nusa Api / Negeri Api) merupakan kerajaan kuno yang terletak di Pulau Krakatau, Selat Sunda, atau tepat di kaki Gunung Krakatau.

Tidak jelas mengenai asal-usul kerajaan di Pulau Krakatau, yang berada di Selat Sunda ini.

Peninggalan kerajaan ini pastinya sudah musnah karena letusan besar Krakatau pada tahun 1882 yang akhirnya membuat pulau itu terpecah-pecah dan menjadi Kepulauan Krakatau. (baca juga: Letusan Krakatau Tertulis di Kitab Ronggowarsito: Kitab Raja Purwa)

2. Kerajaan Aghrabinta (Pulau Panaitan)

Kerajaan Mandala Aghra Binta adalah sebuah kerajaan bercorak Hindu di Pulau Panaitan, yang berada di Selat Sunda. Nama ibukotanya adalah Aghrabintapura.

BACA:  Makam Prabu Siliwangi

Pulau ini berada di bagian selatan Selat Sunda yang berjarak hanya sekitar 10 km dari pesisir Ujung Kulon, Pulau Jawa.

Memiliki panjang sekitar 19 km dengan lebar sekitar 12 km dan menjadikannya sebagai pulau yang terbesar di Selat Sunda.

Dari data arkeologi dari Pulau Panaitan ditemukan arca Siwa, Ganesha dan Lingga Semu/Lingga Patok. Arca Shiwa dari Panaitan pernah raib dicuri, namun kemudian arca tersebut dapat diamankan.

Sekarang arca itu disimpan di Museum Negeri Sri Badhuga, Bandung, dengan nomor inventaris 306.2981. Tidak jelas mengenai asal-usul kerajaan yang berada di Pulau Panaitan yang berada di Selat Sunda dekat lepas pantai Ujung Kulon ini.

3. Kerajaan Nusamandala / Mandalanusa (Pulau Sangiang)

Kerajaan Mandala Nusa / Nusa Mandala ini merupakan sebuah kerajaan Hindu yang berkedudukan di Pulau Sangeang (kini disebut: Pulau Sangiang).

Pulau ini juga masih berada di Selat Sunda, tepatnya di sebelah barat lepas pantai kota kota Cilegon.

BACA:  Bukti Kejayaan Kerajaan Mataram Kuno

Pulau Sangiang memiliki panjang sekitar 4,7 km dan lebar 3,5 km, yang berada sekitar 10 km dari lepas pantai kota Cilegon di Pulau Jawa.

Jadi, jika Anda sedang menaiki kapal Ferry menyebrang dari Jawa ke Sumatera, pulau yang terlihat agak besar ini akan tampak disebelah kiri ketika Anda sedang berada ditengah-tengah pelayaran. Tidak jelas juga mengenai asal-usul kerajaan di Pulau Sangeang yang berada di Selat Sunda ini.

4. Kerajaan Hujung Kulon (daerah Ujung Kulon)

Kerajaan Mandala Hujung Kulon adalah sebuah kerajaan bercorak Hindu yang berkedudukan di Ujung Kulon, Pandeglang, Banten. Berdiri sekitar abad 2 Masehi dengan wilayah kekuasaan sekitar Kabupaten Pandeglang sekarang.

Dari buku “Sejarah Jawa Barat” (Yuganing Rajakawasa) karya Drs. Yoseph Iskandar, bahwa raja daerah Kerajaan Hujung Kulon yang pertama adalah Senapati Bahadura Harigana Jayasakti, adiknya Dewawarman I. Sementara adik dari Dewawarman yang seorang lagi, yaitu Sweta Liman Sakti diangkat menjadi raja daerah di Tanjung Kidul.

Tidak diketahui banyak mengenai kerajaan Hujung Kulon ini. Penamaannya hingga kini masih dipakai sebagai nama daerah bernama Ujung Kulon sebagai cagar alam untuk Badak Jawa.

BACA:  Sejarah Awal Mula Bangsa-Bangsa di Dunia

5. Kerajaan Tanjung Kidul (daerah Ciracap, Sukabumi)

Kerajaan Mandala Tanjung Kidul adalah sebuah Kerajaan bercorak Hindu yang didirikan di Selatan Jawa Barat, hingga Cianjur sekarang. Rajanya ialah Swetalimansakti, adik dari Senapati Bahadura dan Dewawarman I.

Jika dilihat dari kata “Tanjung Kidul” yang berarti “ujung selatan”, maka bisa jadi pada masa kini daerah itu bernama “Ujung Genteng” yang berada di Ciracap, dekat Pelabuhan Ratu, yang pada masa kini masuk Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.

Beberapa peneliti juga mengatakan bahwa kekuasaan Salakanagara sampai juga hingga ke seberang Selat Sunda, yaitu di Pulau Sumatera. Seperti di wilayah pulau-pulau yang berada di Teluk Lampung dan pesisir Lampung, seperti di Bakauheuni, Rajabasa, Panjang dan sekitarnya.

Dari kerajaan-kerajaan yang ada dibawah kendalinya tersebut, itu artinya seluruh Selat Sunda berhasil dikuasai Dewawarman I ini, sehingga ia digelari “Prabu Darmalokapala Dewawarman Aji Raksa Gapura Sagara” atau “Raja Penguasa Gerbang Lautan”.

 

10 TOPIK MENARIK LAINNYA

sigrak dalam bahasa jawa artinya, geguritan kalabendu temane, tak sengguh kala bathara wus lebur tembung bathara iku tegese, “Taksengguh kala bathara wus lebur” Tembung Bathara duweni teges, cengkorongan teks eksposisi, unsur intrinsik geguritan sun gegurit kahanan jaman saiksipat i oemud apemudi, tema saka geguritan sun gegurit kahanan jaman saiki sipat oemuda pemudi yaiku, Naslah dongeng karangan ki leksa, lukisan asli raden kian santang, Buku karangan Ki Leuksa

JANGAN LEWATKAN