Absolutnya Theoritical science

KEAJAIBANDUNIA.WEB.ID – Theoritical science atau sains yang mengedepankan teori di awalannya. Dengan landasan angka melalui rumusan formulasi Matematika. Theoritical physics dikenal di masa pre socratic filosofi 2.300 tahun lalu. Kemudian dilanjutkan oleh Plato dan Aristoteles.

Untuk menjelaskan segala fenomena alam yang di saat itu sulit terpecahkan, maka pendekatan melalui numerologi-gemetria , dan formulasi angka via rumus Matematika dijadikan acuan landasan untuk menjawabnya.

Apakah itu semua pasti benar?, belum tentu. Disinilah letak permasalahannya, semua yang seakan dicetuskan ilmuwan umumnya menggunakan matematika; seakan wah, dan kita harus mengakui mau tidak mau bahwa itu sudah pasti benar.

Loading...

Nicola Tesla juga menyampaikan argumen bernada sinis dalam fenomena ini:

“Today’s scientists have substituted mathematics for experiments, and they wander off through equation after equation, and eventually build a structure which has no relation to reality”

Ilmuwan yang memiliki hak paten lebih dari Einstein mengutarakan serupa, kenapa formulasi pendekatan via Matematika justru dijadikan acuan utama? disaat realitanya justru kontradiksi dan ‘tidak nyambung’ dengan apa yang terjadi dalam dunia nyata.

MENARIK:  Tujuh Tempat Paling Mengerikan Di Dunia

Sifat dasar air adalah memenuhi wadahnya, dan selalu datar di permukaanya. Itu fakta! ilmiah dan nyata dalam realita. Kenapa realita harus ‘dipaksakan-dicocokkan’ metode rumus matematika demi membuat teori gravitasi bumi bulat mampu ‘mengubah’ sifat dasar air menjadi melengkung?

Aneh. Synchronity! Disini jelas jelas fraud! pseudo science! ‘cocoklogi’ atas nama theoritical science.

Science is tested by experiment, pseudo-science is dressed in scientific jargon, but without proper experimentation.

Teori gravitasi hanyalah sekedar teori. Implementasi dalam eksperimen ilmiah, kongkritnya, seperti apa?
Kenapa kita diharuskan mempercayai semua asumsi formulasi rumus angka-angka Matematika, disaat realita dan logika yang terjadi justru jelas kontra bertentangan.

Yang Maha Benar Theoritical science. Apakah itu yang dinamakan Sains atau ‘belief science’?.

Tidak semua teori dan formulasi rumus matematika adalah theoritical science. Ada beberapa hal yang memang klop dan kongkrit dengan realita dalam kehidupan sehari-hari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *