Manusia Bukanlah Sebuah Kebetulan

KEAJAIBANDUNIA.WEB.ID – Sains modern sejak dulu berambisi untuk menyembunyikan eksistensi Tuhan dalam penciptaan manusia dan alam semesta. Peran Jesuit dalam menggunakan tameng sains dan pengetahuan di atas agama (saintia above sapientia), menjadikan semua hal yang tidak terjawab oleh agama, haruslah ditemukan cara dan jawabannya melalui sains pengetahuan. Logika manusia.

Sehingga tidak akan ada lagi pertanyaan yang tidak terjawab. “There’s nothing above question.”
Peran pengaruh paganisme-okultisme, jelas kental dalam proses keputusan dan penentuan di jaman renaissance, abad pertengahan. Paling sederhana, mereka menjadikan matahari (dewa Ra) sebagai level tertinggi dalam dunia astronomi – metafisik.

Martin Luther justru menolak keras pemikiran kontroversi teori heliosentris yang diajukan Copernicus kepada Pope III.

Loading...

“The earth is not a spinning globe on a 1039 MPH nor is earth 4.9 billion years old. Absurdities you were taught and which stemmed from Masonic, Royal Society London.”  Dr. Lawrence Cohen. Eks agen Mossad & Intelijen USA.

Percayakah kamu bahwa peran Tuhan dalam menunjukkan pekerjanNya sangatlah misterius? Saya sangat percaya, setelah melalui jatuh-bangun dalam kehidupan. Hidayah Flat Earth menjadikan saya ke titik awal (default), sebagaimana mestinya.

MENARIK:  Empat Lokasi di India Bagaikan Surga Dunia

Dan meninggalkan paham keagnostikan karena menjadikan logika sebagai panduan utama saya berpikir. Ternyata salah. Penciptaan alam dan manusia, mustahil terjadi karena big bang dan sebuah kebetulan sekedar ledakan kosmik yang dahsyat.

Manusia bukanlah sebuah kebetulan. Kita bukanlah hasil dari evolusi kera, monyet, atau apalah Darwin mau menyebutnya. Mungkin hanya Darwin dan pengikutnya yang memang ingin disebut begitu!?

Flat Earth tidaklah anti terhadap sains ilmiah, Eksperimen Morley-Mcphelson (yang kemudian dibantah oleh cara mereka: menjadikan Einstein sangat populer) adalah eksperimen ilmiah. Begitu juga dengan eksperimen Sagnac dan Airey’s failure.

Zetetic astronomy adalah jurnal ilmiah. Terra Firma juga sebuah jurnal ilmiah. Samuel Rowbothom, yang melakukan eksperimen Bedford tunnel, juga seorang ilmuwan terkenal Inggris pada jamannya. Dan masih ada beberapa yang sifatnya ilmiah, saintifik, dan bisa dibuktikan dengan eksperimen ilmiah. Namun, ‘sistem peradaban’ memang jelas sengaja memilih semua hal yang hanya mendukung ‘tujuan’ mereka di saat itu.

MENARIK:  Kisah Jembatan Alengka ( Sri Rama Bridge )

Kalau asumsi seorang Kepler dipergunakan sampai hari ini, dengan argumen: memperbarui orbit eclipse Heliosentris dari Copernicus. Lalu, Ratusan tahun berikutnya Newton hadir, untuk ‘melengkapi’ dunia sains dengan teori gravitasi dan kalkulus. Kenapa sains modern tidak berusaha untuk memperbarui teori-teori sebelumnya?

Yang semakin jelas menunjukkan kumpulan teori heliosentris sangat amat janggal dalam realitanya? Atau memang sengaja dibiarkan? demi melanjutkan pesan ajaran paganisme melalui numerologi dan metafisik? Banyak pertanyaan seiring masifnya kesadaran: bumi itu datar, tidak sedikit pula yang mempertanyakan beberapa hal krusial.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *