Fakta Emergency Landing

 

Emergency Landing

 

KEAJAIBANDUNIA.WEB.ID – Kebenaran tidak pernah takut dengan investigasi. Apapun bentuknya itu. Apalagi dalam sebuah istilah yang bernama: sains dan ilmu pengetahuan.

Penuhnya cemooh, hinaan dan sinisme terhadap penganut paham flat-earth (bumi datar), justru menjadikan saya dan teman-teman semakin terpacu untuk terus mencari, berbeda, dan mempelajari semua alasan dari: The biggest deception of life, the globe earth.”

Emergency atau Abnormal Situation. Dua istilah yang umumnya digunakan dalam dunia penerbangan internasional, untuk menggambarkan situasi yang urgent yang krusial.

“An emergency situation is one in which the safety of the aircraft or of persons on board or on the ground is endangered for any reason.”

“An abnormal situation is one in which it is no longer possible to continue the flight using normal procedures but the safety of the aircraft or persons on board or on the ground is not in danger.” — Skybrary Aero.

Dari penjelasan tersebut, salah satu konsekuensi yang harus dilakukan yaitu forced landing, pendaratan darurat. Sedangkan, menurut CaptJ.

BACA:  Runtuhnya Teori Evolusi Seiring Penemuan Kebudayaan Jutaan Tahun Lalu

Yang memiliki jam terbang hampir 12 tahun di udara, menyatakan ada dua poin penting dalam kasus Emergency Landing.

Kedua poin tersebut yaitu:

  1. Land as soon as possible. Biasanya disebabkan oleh hal-hal yang memiliki keterbatasan waktu (time critical). Contohnya: ada kebakaran di dalam pesawat yang tidak bisa dimatikan. Pilot dalam hal ini harus segera: landing as soon as possible, even if it’s emergency water landing (ditching).
  2. Land at the nearest suitable airport. Tipe kedua ini tidak dibatasi oleh durasi waktu (not time critical).

“Nah ini bisa landing di airport mana saja , menurut yang terbaik bagi si pilot saat dan detik itu.” ujar sang CaptJ. Jadi, kesimpulan emergency landing dalam garis besar adalah suatu kejadian yang diluar kebiasaan normal, dan membutuhkan tindakan - respon secepatnya.

BACA:  Tim Arkeologi Menemukan Pintu Masuk ke Situs Megalit Gunung Padang

Sebelum memulai lebih jauh, Ada baiknya kita harus menentukan titik acuannya, demi menghindari false knowledge, dan debat kusir tidak jelas. Pertama.

Peta flat-earth yang dijadikan acuan umumnya adalah The Gleason Map oleh J.S Christopher. Kedua. Peta bumi bulat, globe. Menggunakan acuan umum Mercator Projection Map, Azimuthal equidistant.

Bersambung….

 

10 TOPIK MENARIK LAINNYA

Ringkasan Babad Galuh basa Sunda, lukisan asli raden kian santang, orang jawa mati murco, arti kata murco dalam bahasa jaea, primbon joyoboyo, Mbah syekh alimudin, ringkasan naskah drama sirung pajajaran, boso kromone wayang wong, tembung bathara bathari, 10 istilah keagamaan dalam bahasa Sunda

JANGAN LEWATKAN